7 Tips Mengatasi Bingung Puting

lead image

Bingung puting (nipple confusion) terjadi ketika bayi menolak payudara ibu dan lebih memilih botol susu. Apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya?

Bingung puting terjadi ketika bayi menolak payudara ibu dan lebih memilih botol susu. Hal ini kerap membuat ibu kebingungan.

Di Indonesia, kebanyakan bayi-bayi yang lahir di rumah sakit sudah mengenal botol susu sejak awal kelahirannya. Kebijakan pihak rumah sakit itu muncul untuk mengatasi rasa lapar dan haus bayi-bayi yang berada dalam perawatan selama masa-masa pemulihan ibu pasca melahirkan.

Sebagian besar kaum ibu mengalami payudaranya belum mengeluarkan ASI hingga hari ketiga pasca melahirkan. ASI pertama berupa cairan bening kekuningan yang disebut kolostrum, mungkin keluar dalam jumlah sangat sedikit, atau bahkan belum keluar sama sekali.

Tidak sedikit ibu yang memutuskan untuk meneruskan pemberian susu formula ketika sudah berada di rumah, dan melakukan kesalahan-kesalahan lain yang akhirnya menyebabkan bayi mengalami bingung puting.

7 Kesalahan yang menyebabkan bingung puting :

1. Terlalu dini mengenalkan botol pada bayi

2. Berputus asa ketika ASI pertama belum juga keluar

3. Beranggapan bayi tidak menyukai ASI yang dikeluarkannya.

4. Beranggapan ASI yang diproduksinya terlalu sedikit dan tidak mencukupi kebutuhan bayinya.

5. Beranggapan kandungan susu formula lebih baik dan lengkap

6. Pasrah ketika bayi lebih memilih botol daripada menghisap payudara ibu.

7. Tidak mau repot menyusui setiap 2-3 jam, sehingga memberikan ASIP ataupun susu formula menggunakan botol, yang bisa dilakukan oleh orang lain.

Bunda, kesalahan-kesalahan tersebut di atas bukanlah harga mati yang tidak bisa diperbaiki. Sebagai ibu dengan keinginan yang sama, kita tentu ingin memberikan hal terbaik bagi buah hati kita.

ASI tanpa bisa dibantah merupakan hal terbaik yang bisa kita berikan pada buah hati kita di masa-masa awal kehidupannya.

Bunda, sepanjang pengalaman saya sebagai ibu dari enam orang anak, saya pun mengalami hal-hal tersebut di atas.

Saya selalu melahirkan anak-anak di rumah sakit. Anak saya mengenal botol susu lebih dulu dari pada payudara ibunya.

Selama berada di rumah sakit, saya dan bayi berada dalam ruangan terpisah. Bayi hanya bisa menyentuh payudara ibu pada jam-jam khusus yang singkat dan seringkali dalam kondisi kenyang.

Bagaimana cara mengatasi bingung puting?

Tips berikut saya lakukan untuk menghindari dan mengatasi bayi bingung puting :

1. Gunakan sebanyak-banyaknya waktu untuk mengenalkan puting pada bayi

Gunakan waktu kunjungan bayi selama berada di rumah sakit untuk mengenalkan puting pada bayi, sekalipun bayi tengah tidur pulas kekenyangan. Masukkanlah puting ke dalam mulut bayi.

Pada mulanya bayi akan merasa terganggu, namun lama-kelamaan bayi akan mulai menggunakan mulutnya untuk menyedot.

2. Latih bayi Anda untuk melakukan pelekatan yang baik

Ketika Anda mengenalkan payudara, usahakan agar bayi mengerti cara melakukan pelekatan yang baik. Biarkan mulutnya terbuka lebar dan masukkan puting dan aerola ke dalam mulutnya.

Tahukah, Bunda, bagian puting yang menyentuh lidahnya secara otomatis akan membuat gerakan menghisap yang kuat ditambah pijatan dagu bayi yang menempel pada payudara akan merangsang payudara untuk memproduksi ASI lebih cepat dan maksimal.

3. Hentikan pemberian susu formula sesegera mungkin

Ketika sampai di rumah, simpanlah botol susu yang diberikan pihak rumah sakit sebagai souvenir, bahkan ketika payudara ibu belum juga mengeluarkan ASI.

Mengapa?

Sebab bayi yang baru lahir belum membutuhkan nutrisi sebanyak yang kita perkirakan. Usus bayi yang baru dilahirkan belum berkembang sempurna. Nutrisi yang paling baik dan sesuai dengan kondisi bayi adalah kolostrum.

Akademi Dokter Anak Amerika Serikat juga tidak menganjurkan pemberian botol susu kepada bayi di bawah 4 minggu.

Penggunaan botol susu masih diperbolehkan untuk kegunaan tertentu, misalnya kondisi darurat ketika Anda sedang sakit dan khawatir membahayakan bayi bila bersentuhan. Anda juga bisa menggunakan pipet, atau sendok dan gelas sebagai pengganti botol susu.

4. Jangan biarkan bingung puting terlalu lama. Sering-seringlah menyusui bayi Anda

Paling tidak lakukan dua jam sekali, sekalipun ia sedang tidur pulas ataupun di tengah malam dan dini hari. Hal ini amat penting untuk memenuhi kebutuhan bayi akan nutrisi dan untuk membantu meningkatkan produksi ASI.

Lakukan dengan kondisi tenang agar bayi Anda merasa nyaman dan tidak merasa diintimidasi oleh payudara.

5. Mengkonsumsi makanan pelancar ASI

Mengkonsumsi sayur-mayur yang bisa membantu melancarkan ASI tentu amat dianjurkan untuk meningkatkan produksi ASI. Hal ini bisa membantu mengurangi keluhan kurangnya produksi ASI pada ibu menyusui dan membuat bayi menyukai payudara Anda.

6. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang manfaat ASI

Pengetahuan yang Bunda miliki amat berperan dalam pemberian ASI secara maksimal pada buah hati. Tanpa pengetahuan yang cukup, kita akan mudah terhanyut oleh iklan-iklan susu formula dan menyia-nyiakan ASI sebagai nutrisi terbaik bagi bayi kita.

7. Gunakan sendok dan gelas dalam proses laktasi

Bagi para Bunda yang bekerja di luar rumah, amat dianjurkan menggunakan sendok dan cangkir, atau pipet dalam proses laktasi.

Hal ini tentu merepotkan pada mulanya, namun amat baik untuk menghindarkan bayi mengalami bingung puting dan menjaga kuatnya daya hisapan bayi pada payudara ibu pada saat disusui.

Demikian Bunda, semoga bermanfaat.

TAP ID APP BANNER NEW (6)

Baca juga:

9 Cara Memperbanyak ASI Secara Alami

Makanan-makanan yang Memperlancar ASI

Jus Pare sebagai Booster ASI

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner