HPL sudah dekat? Kenali 7 tanda akan melahirkan, bumil wajib tahu!

lead image

Tanda-tanda akan melahirkan tidak selalu sama antara satu persalinan dengan yang lainnya. Bagaimanakah tanda-tanda penting yang harus Anda waspadai?

Tanda-tanda melahirkan dalam proses persalinan tidak selalu sama antara satu dengan yang lain. Hal ini kerap menimbulkan kecemasan tersendiri pada setiap calon ibu.

Berbeda dari persalinan dengan cara operasi caesar, ketika kita bisa merencanakan waktu kelahiran, melahirkan secara normal memerlukan ‘kejelian’ dalam memahami tanda-tanda melahirkan yang dikirimkan tubuh.

Kebanyakan wanita melahirkan antara minggu ke 39 dan 41 usia kehamilan. Pada usia kehamilan tersebut, tubuh calon ibu sudah mengalami beberapa perubahan yang berkaitan dengan proses melahirkan.

Berikut ini merupakan tanda-tanda melahirkan yang bisa dijadikan ‘rambu-rambu’ untuk mempersiapkan sebuah kelahiran.

Kenali tanda-tanda melahirkan berikut ini:

1. Lendir yang berlebihan

Pada bulan-bulan akhir kehamilan, tubuh akan memproduksi progesteron yang bertujuan melunakkan jaringan di sekitar serviks dan panggul. Hal inilah yang membuat volume lendir lebih banyak dari bulan-bulan sebelumnya.

2.Terasa nyeri di selangkangan

Rasa nyeri ini timbul sebagai akibat posisi kepala janin sudah turun ke bawah dan memasuki ke daerah tulang panggul.

Pada masa ini, calon ibu akan sering mengalami buang air kecil, karena kepala janin menekan kandung kemih.

3. Sakit pada tubuh bagian belakang

Rasa sakit yang seolah-olah mematahkan pinggang dan tulang punggung ini disebabkan oleh pergeseran dan pergerakan janin yang mulai menekan tulang belakang.

Pada beberapa wanita, kondisi ini menandakan proses persalinan akan berlangsung dalam beberapa jam kemudian.

4. Keluarnya flek darah pada lendir

Keluarnya lendir yang bercampur darah merupakan tanda-tanda sudah adanya proses pembukaan pada rahim. Dan Anda akan segera menjalani proses persalinan.

Pada beberapa kehamilan, adanya flek tidak diikuti dengan pembukaan yang lancar, sehingga terkadang memerlukan waktu sehari-dua hari menuju pembukaan sempurna.

Meskipun demikian, memeriksakan kondisi kehamilan bila terjadi flek, merupakan hal yang paling bijak dan paling aman bagi calon ibu dan bayi.

5. Kontraksi

Merupakan kondisi di mana perut Anda akan mengeras diikuti rasa mulas yang semakin lama semakin kuat.

Namun kontraksi ini tidaklah terjadi secara tiba-tiba. Melainkan terjadi secara bertahap. Muncul setiap 15-20 menit sekali, hingga 5 menit sekali. Dari skala sakit yang tergolong ringan – seperti mulas ketika hendak buang air besar- hingga sakit yang terasa menggulung perut dan tak tertahankan.

Waspadailah kontraksi palsu. Kontraksi palsu kerap terjadi pada kehamilan di awal trisemester terakhir. Bila kerap mengalami kontraksi palsu, segeralah ambil posisi berbaring dan letakkan kaki lebih tinggi dari pada tubuh Anda.

Kontraksi palsu ini bisa jadi alarm tubuh yang mengharuskan kita untuk beristirahat dan tidak terlalu memaksakan diri untuk bekerja terlalu keras, untuk menghindari kelahiran prematur.

Berkonsultasilah pada dokter Anda, bila sering mengalami kontraksi dini.

6. Air ketuban rembes atau pecah

Air ketuban adalah cairan amniotik yang juga berfungsi  membantu proses kelahiran agar memperlancar jalan lahir. Pecahnya ketuban biasanya diiringi kontraksi yang menguat dan menandakan kelahiran bayi akan berlangsung dalam hitungan menit atau detik.

Meskipun demikian, pada beberapa kasus, air ketuban merembes sedikit demi sedikit. Banyak tidaknya volume air ketuban bisa dilihat dalam pemeriksaan rutin dengan menggunakan USG.

7. BAB encer

Seluruh otot Anda, termasuk usus besar, bersiap-siap menghadapi persalinan sehingga menjadi relaks. Karena itu, kadang kala Anda merasa sakit perut dan BAB encer seperti diare.

Nah, demikianlah tanda-tanda melahirkan yang biasa muncul dalam sebuah proses persalinan.

Semoga bermanfaat dan menjadikan Anda siaga.

Baca juga:

Lakukan 13 gerakan dan posisi Ini agar cepat melahirkan