7 Alasan Mengapa Pernikahan Harus Berakhir

Perceraian artis senior Indonesia begitu mengejutkan belakangan ini. Sebenarnya ada apa di balik gagalnya pernikahan artis tersebut?

Apakah pernikahan Anda memiliki masalah?

Apakah pernikahan Anda memiliki masalah?

Berakhirnya pernikahan artis senior Lydia Kandou dan Jamal Mirdad  menjadi salah satu perceraian pasangan selebriti Indonesia yang paling mengejutkan di tahun 2013 ini. Pasalnya, pasangan ini dikenal sebagai pasangan harmonis dan telah menikah selama 27 tahun! Bahkan keduanya hampir tidak pernah diterpa ‘gosip miring’ seputar pernikahannya.

Selain Lydia Kandou – Jamal Mirdad, pasangan selebriti Indonesia yang memutuskan bercerai di tahun 2013, seperti Venna Melinda –Ivan ( 18 tahun menikah ), hingga Titi Rajo Bintang – Wong Aksan ( 9 tahun menikah ) menjadi kasus perceraian artis paling mengejutkan tahun 2013.

Memang benar semua pernikahan akan melalui masa penuh rintangan dan bahagia. Seiring waktu, karir, anak, hobi dan hal-hal lain selalu ada di setiap pernikahan. Dan jika pasangan tidak memahami semua pertanda yang ada, hal ini bisa mengisyaratkan pernikahan berada dalam masalah.

Dawn Michael, konselor seks & pernikahan di Los Angeles, memberikan beberapa alasan paling umum di balik mengapa pernikahan berakhir. Sekali pasangan mengerti mengapa hubungan mereka tidak berjalan, mereka harus  dapat memutuskan apakah mereka ingin memperbaikinya atau  menjauh satu sama lain.

 

Mengapa pernikahan bisa berakhir?

Mengapa pernikahan bisa berakhir?

7 Alasan Mengapa Pernikahan Dapat Berakhir

1. Kurangnya komunikasi

Pria dan wanita berkomunikasi secara berbeda. Tidak memahami gaya komunikasi satu sama lain, atau tidak bersedia untuk mencoba dan mendengarkan apa yang dikatakan orang lain bisa mengakibatkan masalah besar. Pernikahan tanpa keterbukaan, komunikasi dua arah tidak akan mungkin bertahan lama.

2. Masalah keuangan

Tidak mengambil keputusan keuangan secara bersama-sama, atau salah satu berbelanja terlalu banyak dapat menyebabkan ketidakbahagiaan dan saling menyalahkan, dan akhirnya memutuskan ikatan pernikahan. Selain itu, kurangnya komunikasi yang  terbuka tentang masalah keuangan dapat mengganggu pernikahan melebihi masalah keuangan itu sendiri.

3. Pasangan tidak seharusnya menikah sejak awal

Kadang-kadang pasangan tidak cocok dalam beberapa hal. Tetapi jika mereka tidak cocok di semua hal dan tidak mampu untuk menyelesaikan masalah ini, pernikahan bisa berakhir. Karakter negatif pada satu pribadi yang tidak cocok dengan kepribadian lainnya dapat membuat hubungan jangka panjang tidak akan bertahan dan bercerai menjadi satu-satunya solusi.

8.-Apakah-stretch-mark-itu-akan-hilang

Jarang berhubungan seks, dapat menyebabkan pernikahan yang tidak bahagia

4. Jarang Berhubungan Seks

Minimnya hubungan seks atau pemenuhan hasrat seksual adalah masalah yang terlalu umum yang jika tidak  segera ditangani dapat menyebabkan pernikahan berakhir.

5. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

Kekerasan fisik dan verbal terlalu sering menjadi penyebab dari berakhirnya suatu pernikahan. Kekerasan seksual dan emosional juga termasuk dalam kategori ini. Jika salah satu pasangan terus merendahkan pasangannya – baik secara fisik, verbal, mental atau emosional – hal ini  menjadi penyebab utama mengapa pernikahan berakhir pada waktunya.

6. Masalah Harapan

Setiap pasangan memiliki harapan tertentu satu sama lain dalam pernikahannya. Kadang-kadang jika harapan romantis atau yang lainnya tidak terpenuhi, mengakibatkan kekecewaan. Dan dari waktu ke waktu, harapan yang tidak terpenuhi dapat menyebabkan ketidakbahagiaan dan cukup untuk menyebabkan pasangan yang sudah menikah untuk saling menjauh dan bercerai.

Aku baru menyadari bahwa ayah memiliki istri simpanan.

Wanita atau pria lain? Inilah salah satu penyebab perceraian.

7. Selingkuh

Perselingkuhan bisa menandakan berakhirnya suatu  pernikahan. Tentu saja, ada banyak alasan mengapa pasangan tersebut berselingkuh dan terus melakukannya, hal tersebut bisa saja karena kombinasi beberapa atau semua alasan yang tercantum di atas.

Di Indonesia, jika Anda memiliki masalah tentang pernikahan bisa mengunjungi BP4 (Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan) yang mempunyai komitmen untuk membantu keluarga dalam memecahkan persoalan keluarga. Layanan konseling BP4 bisa ditemukan di tingkat Kecamatan di kantor KUA, Kabupaten/Kota sampai di tingkat pusat yaitu di Masjid Istiqlal Jakarta. Sementara untuk layanan mediasi dengan mediator non hakim BP4 berada di Pengadilan Agama di setiap Kabupaten.