6 Jenis Tangisan Bayi Yang Sebaiknya Anda Tahu

Para orang tua baru perlu mengetahui adanya perbedaan setiap kali bayi Anda menangis. Beberapa bayi lebih sering menangis daripada lainnya, namun sesungguhnya mereka memiliki kebutuhan mendasar yang sama.

Ketahui penyebab tangisan bayi agar Anda bisa menenangkannya.

Ketahui penyebab tangisan bayi agar Anda bisa menenangkannya.

Berikut adalah beberapa jenis tangisan bayi yang telah kami rangkumdari berbagai sumber:

1. Tangisan bayi yang kelaparan

Ini adalah penyebab paling umum yang mengakibatkan bayi menangis. Tangisan bayi karena lapar biasanya lama dan sulit dihentikan. Kadang bayi yang menangis karena lapar menendangkan kaki ke udara sambil menghisap jemarinya.

Begitu Anda mengangkatnya, bayi berusaha mencari buah dada Anda. Meski Anda merasa baru saja menyusuinya, mungkin ia sudah merasa lapar dan memerlukan lebih banyak susu. Tangisan bayi jenis ini pun akan segera berhenti jika ia mendapatkan susu, baik susu formula maupun ASI.

Baca juga : Menghentikan Tangisan Bayi Dalam 5 Detik dengan Cara Dr. Krap

2. Tangisan tidak nyaman

Tangisan bayi jenis ini biasanya mendadak dan meningkat intensitasnya. Ini terjadi karena bayi merasa tidak nyaman akibat popoknya yang basah, merasa gerah atau karena gurita yang diikatkan terlalu kencang pada pusarnya (pada bayi yang baru lahir). Segera periksa dan ganti popok atau pakaian bayi Anda, agar ia merasa nyaman kembali.

Bayi mempunyai pola menangis yang berbeda-beda.

Bayi mempunyai pola menangis yang berbeda-beda.

3. Tangisan kelelahan

Tangisan bayi jenis ini biasanya disertai dengan getaran dan bayi nampak merasa gelisah. Ia mungkin akan menggosok-gosok mata tanda sedang mengantuk, atau menggerakkan kaki serta tangannya.

Putarkan musik klasik yang lembut atau menggendong bayi sambil mengayunnya dapat menenangkan tangisannya. Bayi Anda dapat merasa tertekan ketika ia berada di tengah banyak orang, misalnya ketika Anda sedang mengajaknya berjalan-jalan ke mall atau menghadiri pertemuan keluarga. Bawalah ia ke tempat yang sedikit sepi agar ia merasa tenang.

Baca juga : Benarkan Musik Klasik Membuat Bayi Lebih Pintar?

4. Tangisan kesepian

Para bayi membutuhkan ikatan yang kuat dengan orang tuanya, jadi adalah suatu hal yang biasa jika mereka menangis ketika ditinggalkan sendirian. Jika bayi berhenti menangis begitu Anda menggendongnya, ini berarti ia hanya ingin merasakan detak jantung dan nafas ibu atau ayahnya. Jangan khawatir untuk memanjakan bayi Anda, karena inilah yang mereka butuhkan di awal kehidupan mereka.

5. Tangisan kesakitan

Biasanya bayi akan menangis dan menjerit dengan suara yang sangat keras memekakkan telinga, saat ia merasakan sakit yang datang tiba-tiba (atau disertai dengan rasa terkejut). Coba periksa apakah tangan dan kakinya terjepit bantal atau gulingnya, atau bisa jadi ia menangis karena gigitan nyamuk.

6. Tangisan karena tidak sehat

Para orang tua yang telah berpengalaman biasanya akan langsung mengetahui begitu bayi mereka menderita sakit, karena tangisan bayi pada saat mereka sakit sangat berbeda dengan tangisan bayi jenis lainnya.

Tangisan jenis ini lebih lemah, dan lebih sulit ditenangkan. Jika bayi tidak minum susu seperti biasanya, mengalami diare atau muntah maka Anda harus segera membawanya ke dokter.

Sebagian bayi mungkin akan menangis pada jam-jam tertentu, misalnya di tengah malam. Ini berarti mereka merasa lapar, atau bisa saja merasa sakit pada perutnya. Anda dapat berkonsultasi pada dokter jika masih meras ragu tentang pola tangisan bayi Anda.