6 Jenis Komplikasi Persalinan yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Selain risiko kehamilan yang mungkin ibu hamil hadapi selama kehamilan, ada pula komplikasi persalinan yang kadang tidak bisa diprediksi sebelumnya.

Bekali diri Anda dengan pengetahuan tentang berbagai komplikasi persalinan yang mungkin terjadi

Bekali diri Anda dengan pengetahuan tentang berbagai komplikasi persalinan yang mungkin terjadi

Persalinan adalah proses terakhir yang harus ibu jalani setelah sembilan bulan mengandung. Meskipun sebagian besar ibu dapat melaluinya dengan baik, namun ada pula sebagian ibu yang mengalami komplikasi persalinan.

Berbagai komplikasi persalinan

Ketika proses persalinan dimulai, otot-otot perut ibu akan mengecil dan menyebabkan mulainya kontraksi. Kontraksi inilah yang akan menyebabkan leher rahim (serviks) menipis dan kemudian melebar (dilate).

Proses persalinan bisa berlangsung lebih dari 12 jam, terlebih untuk ibu-ibu yang baru pertama kali melahirkan. Untungnya, kebanyakan ibu mampu melampaui proses ini dengan sempurna tanpa kejadian apapun.

Namun, tetap saja beberapa ibu bisa mengalami komplikasi persalinan yang biasanya merupakan kasus tak terduga dan tidak bisa diprediksi sebelumnya.

Komplikasi persalinan yang bisa terjadi pada ibu, mulai dari ketidaktepatan pemberian penghilang rasa sakit, kondisi gawat janin, hingga pendarahan seusai melahirkan.

Berikut kami uraikan satu persatu keenam jenis komplikasi persalinan yang mungkin terjadi.

1. Pemberian obat penghilang rasa sakit yang tidak tepat

Seperti kita tahu, persalinan merupakan salah satu proses yang cukup menyakitkan dan bisa berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama. Kondisi seperti ini tentu saja sangat melelahkan bagi Ibu, baik secara fisik atau psikologis.

Ibu sebetulnya bisa mengurangi rasa sakit tersebut dengan mempersiapkan diri secara mental atau mengikuti kursus prenatal guna mempersiapkan diri saat persalinan nanti.

Alternatif lainnya adalah dengan pemberian obat penghilang rasa sakit. Obat ini biasanya diberikan dengan pertimbangan bahwa ibu bisa menjadi lelah sebelum proses persalinan selesai.

Jenis penghilang rasa sakit yang pertama adalah gabungan dari oksigen dan nitrous oxide (gas yang membuat orang tertawa) yang dialirkan melalui masker atau mouthpiece untuk mengurangi rasa sakit yang timbul saat melahirkan.

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Hamil