6 Hal yang Harus diperhatikan saat Mengasuh Bayi Kembar

lead image

Bayi kembar memang selalu terlihat menggemaskan. Namun dibalik itu semua, tersimpan kerepotan orangtua dalam mengasuh bayi kembar. Berikut tips mengatasinya

Foto: aiueo.greatfamz

Sekalipun mengasuh bayi kembar tidak mudah, tetap saja ada banyak orang yang berharap memiliki bayi kembar. Apalagi banyak video yang menampilkan betapa lucunya aksi bayi kembar.

Di balik itu semua, kelucuan para bayi dalam video tersebut harus dibayar mahal dengan kerepotan yang terjadi saat mengasuh bayi kembar. Berikut tips bermanfaat untuk orangtua yang memiliki bayi kembar.

1. Ikut komunitas

Mengikuti komunitas khusus anak-anak kembar akan membantu orangtua mengetahui cara-cara ampuh menghadapi beragam kerepotan saat mengasuh anak kembar. Misalnya, masuk ke dalam grup facebook Kumpulan Bayi Anak Kembar.

Saling berbagi cerita dengan mereka yang punya anak kembar juga meringankan beban dan menjauhkan diri dari stres. Ingatlah bahwa hanya orangtua dengan anak kembarlah yang benar-benar mengerti repotnya mengurus bayi kembar.

2. Minta bantuan

Mengasuh bayi kembar sama sekali bukan hal yang mudah. Maka jangan ragu untuk minta bantuan teman atau saudara untuk ikut membantu mengurus si kembar. Jika memiliki satu anak saja sudah sangat merepotkan, orang akan maklum jika orangtua benar-benar butuh bantuan dalam mengurus lebih dari satu bayi secara bersamaan.

Diskusikan dengan pasangan bagaimana caranya agar dapat bekerjasama dalam hal pengasuhan. Meminta bantuan bukan tanda bahwa Anda lemah. Tapi itu adalah tanda bahwa Anda cukup pintar dalam mengatur strategi agar tak terlalu lelah.

3. Cobalah untuk membuat jadwal rutin untuk si kembar

Membuat bayi agar memiliki jadwal yang rutin tidak dapat dilakukan dalam sehari. Orangtua harus membiasakan rutinitas itu sejak hari pertamanya lahir ke dunia. Mintalah saran dari dokter yang membantu Anda bagaimana cara Rumah Sakit menjadwal aktivitas bayi dengan cara yang sehat.

Untuk permulaan, catat baik-baik semua jam tidur, minum ASI, ganti popok, terbangun, dan menangis. Pelajari siklus sehari-hari si kembar. Perhatikan juga apakah mereka sering menginginkan sesuatu secara bersamaan atau tidak.

Setelah mempelajari pola, atur jadwal rutin si kembar. Jangan ragu untuk membangunkan tidur, meminta bayi minum ASI sebelum mereka memintanya, mengganti popok dalam waktu tertentu secara rutin tanpa perlu menunggu benar-benar penuh, dan aktivitas lainnya.

Bayi yang diajari sejak dini untuk memiliki jadwal yang teratur akan mampu beradaptasi dengan pola hidup tersebut. Ingatlah bahwa orangtua juga harus berkomitmen penuh untuk menjalani jadwal bayi.

Jika ada seseorang yang membantu Anda, maka Anda bisa menerapkan jadwal itu secara bersamaan. Tetapi jika anda sendirian, maka aturlah jadwal secara bergantian. Ingat, bahwa Anda pun butuh istirahat.

4. Selalu sediakan botol ASI

Saat mengasuh bayi kembar, anda tidak akan selalu bisa menyusui si kembar secara bersamaan dengan payudara. Secara bergantian, latihlah bayi agar mau menyusu lewat botol. Ini juga akan sangat berguna jika Anda memiliki rencana untuk bepergian.

Jangan khawatir ASI Anda akan habis. Semakin banyak disedot, ASI yang keluar akan semakin banyak. Jangan ragu untuk meminta suami membelikan booster ASI atau sekedar bekerjasama agar Anda tak terlalu capek.

5. Tidak harus berpakaian sama

Ada sebuah tradisi yang biasa dilakukan oleh orangtua dengan anak kembar, yaitu memakaikan baju yang sama. Melihat anak-anak memakai baju yang sama memang lucu, namun ini akan membuat mereka bingung dengan identitasnya sendiri karena mereka sering dianggap selalu sama.

Sejak kecil, biasakan anak menemukan sendiri identitasnya. Kelak mereka akan menghadapi masalah yang berbeda dengan situasi berbeda. Memperlakukan anak kembar dengan kesamaan-kesamaan akan membuat proses pencarian jati dirinya terganggu.

6. Jangan membanding-bandingkan anak kembar

Rivalitas sesama saudara adalah hal yang otomatis terjadi. Namun, tak selamanya rivalitas itu bisa terjalin dengan sehat. Apalagi jika di masa kecil mereka terbiasa memiliki segala sesuatu yang sama.

Saat orangtua mulai memerlakukan anak dengan cara berbeda karena pencapaiannya, di sinilah rivalitas yang dibangun jadi tidak sehat. Merasa tidak diperlakukan dengan adil dan harus bersaing dengan kembaran demi memperoleh perhatian orangtua akan membuat anak mudah depresi.

Harus diakui bahwa informasi untuk mengasuh bayi kembar belum sebanyak info seputar bayi tunggal. Bukan mustahil bahwa kelak Anda akan menjadi ahli dalam bidang mengurus bayi kembar. Ingatlah ungkapan banyak latihan akan membuat seseorang jadi ahlinya.

 

Referensi: Experience Project, Parents.

Baca juga :

Beginilah Sibuknya Ibu Mengasuh 1 Balita dan Bayi Kembar 3