5 Mitos dan Fakta Permasalahan Bayi Baru Lahir

Anda punya bayi baru lahir? Bacalah mitos dan fakta ini, supaya tidak terpengaruh dengan pemahaman yang tidak benar yang berbedar di sekitar kita.

Anda punya bayi baru lahir? Bacalah daftar mitos dan fakta ini. Anda punya bayi baru lahir? Bacalah daftar mitos dan fakta ini.

Sebagai orangtua yang memiliki bayi baru lahir, mungkin sering merasa khawatir dengan berbagai permasalahan pada bayi Anda. Inilah 5 mitos dan fakta seputar bayi baru lahir, semoga bermanfaat.

Mitos dan Fakta Bayi Baru Lahir

Mitos 1 :
Bayi yang bahagia tidak atau jarang menangis

Fakta :
Semua bayi menangis. Sebagian bayi baru lahir menangis lebih sering dibandingkan bayi lainnya, karena setiap bayi adalah unik. Pada umumnya tangisan bayi meningkat sejak usia 2-3 minggu, dan mencapai puncaknya pada usia 6-8 minggu. Kemudian, tangisan berangsur-angsur berkurang hingga usia 12 minggu.

Apa yang harus dilakukan?
Bila Anda stres dengan tangisan bayi, mintalah bantuan kerabat atau orang terdekat untuk menangani bayi Anda sementara Anda menenangkan diri.

Mitos 2 :
Bayi baru lahir seharusnya tidak rewel dan kembung serta tidak sering buang angin (kentut)

Fakta :
Semua bayi dapat menjadi rewel karena perutnya banyak gas. Sistem pencernaan mereka sedang berkembang dan sering buang angin adalah hal yang wajar.

Cara menanganinya :
Bila bayi rewel, gendonglah ke ruangan yang sunyi dan temaram, ayun perlahan sambil menyanyikannya.
Bila bayi kembung atau banyak buang angin, gerakkan kedua kakinya seperti gerakan mengayuh sepeda. Gerakan ini dapat membantu ia mengeluarkan gas dari perutnya.

Mitos bayi baru lahir selanjutnya, di halaman berikut :

Mitos 3 :
Bayi gumoh membuat Anda khawatir.

Fakta :
Gumoh adalah hal yang wajar dan terjadi pada bayi yang meminum ASI maupun susu formula.

Cara menanganinya :
Sendawakan bayi setiap memberi ASI selama 15 menit, atau setiap ia meminum 30 mililiter susu formula. Bila sulit menyendawakannya pada posisi tegak, cobalah gendong ia pada posisi tengkurap lalu tepuk-tepuk dadanya.

Mitos 4 :
Bila bayi sering menangis berarti ia kolik.

Fakta :
Belum tentu. Kolik atau sakit perut, hanya terjadi pada 13% bayi dengan jumlah yang seimbang antara bayi yang menyusu ASI maupun susu formula.

Cara mengetahuinya :
Bayi yang kolik memiliki pola tangisan "tiga-tiga" yaitu : bayi menangis sekitar 3 jam per hari, minimal 3 hari dalam seminggu, dan terus terjadi selama 3 minggu atau lebih. Bicarakan kepada dokter tentang cara penanganannya. Pijatlah perut bayi perlahan dengan gerakan searah jarum jam untuk membantu mengurangi ketidaknyamanannya.

Mitos 5 :
Susu formula yang banyak mengandung zat besi membuat konstipasi (sukar buang air besar)

Fakta :
Tidak terbukti bahwa susu formula yang mengandung zat besi membuat konstipasi. Bayi yang meminum susu formula harus menggunakan susu formula yang mengandung zat besi agar tidak terjadi kekurangan zat besi. Zat ini sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan.

Apa yang harus dilakukan?
Jumlah dan frekuensi pup setiap bayi berbeda-beda. Bila bayi Anda mengalami konstipasi, gerakkan kedua kaki bayi dengan gerakan seperti mengayuh sepeda, dan pijat perutnya perlahan dengan gerakan memutar searah jarum jam.

Jadi, Parents tidak perlu terlalu khawatir dengan 5 masalah umum tersebut di atas. Baca juga informasi penting ini : Apakah Warna Pup Bayi Anda Normal?