5 Kunci Sukses Kehidupan yang Harus Dimiliki Anak

lead image

Mengenalkan dan memupuk kunci sukses kehidupan sebaiknya dikenalkan dan dipupuk sejak dini.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2013/10/relationship 1024x685.jpg 5 Kunci Sukses Kehidupan yang Harus Dimiliki Anak

Bantu anak-anak untuk membangun kunci sukses kehidupannya. Jangan biarkan senyum mereka hilang karena kita alpa mengenalkan kelima kunsi sukses pada masa golden age-nya

Kunci sukses dalam kehidupan tidak hanya bergantung pada kecerdasan otak anak, namun lebih kepada ketrampilan emosi sosial yang ia miliki.  Seorang anak yang mampu mengatur emosi mereka akan dengan mudah menyelesaikan setiap permasalahan yang ia hadapi tanpa menggunakan kekerasan, serta mampu membuat keputusan dengan penuh tanggung jawab. Ketrampilan ini tidaklah diperoleh seorang anak secara otomatis, namun harus dikenalkan dan dipupuk sejak dini.

Ada lima Ketrampilan emosi yang merupakan kunci sukses hidup seseoran. Kelima hal tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain, dan harus ada dalam kulitas pribadi seseorang jika ingin sukses diseluruh bidang kehidupannya.

1. Self-Awareness (kesadaran diri)

Kesadaran diri dapat diartikan sebagai kondisi dimana seseorang benar-benar memahami kondisi emosi atau perasaan, pikiran, serta mampu mengevaluasi apa yang ada dalam dirinya. Tidak hanya itu, ia pun mampu mengetahui apa peran yang ia miliki dalam kehidupan ini. Sehingga ia pun selalu berusah keras untuk mencapai tujuan tersebut.

Seseorang dengan kesadaran tinggi akan paham apa dampak perkataan atau tindakan yang ia lakukan terhadap orang lain. Ia tidak akan mengatakan orang lain bodoh karena ia tahu ia pun tidak suka disebut bodoh.

2. Self-Management (kemampuan mengatur diri)

Mengatur diri artinya ia mampu memotivasi diri untuk mencapai cita-cita yang ia inginkan, mampu mengontrol diri dan emosinya untuk menyelesaikan setiap konflik yang ia hadapi. Seorang anak dengan self –management yang baik akan tahu mengapa ia harus belajar dan apa akibat yang akan ia peroleh jika ia tidak melakukannya.

Artikel terkait: Memupuk Cita-Cita Anak Sejak Dini

Selanjutnya, di halaman berikut ini :

3. Social Awareness (kesadaran sosial)

Kesadaran sosial tidak hanya tentang berempati akan kekurangan orang lain namu juga pada kelebihan dan kebahagiaan yang orang lain alami. Ia tidak akan iri akan kelebihan orang lain, karena ia sadar setiap oran diciptakan berbaeda dan unik olh Tuhan. Sebaliknya, ketika ia mendapati orang lain dalam kesusahan, tak segan ia akan menolong mereka, tidak untuk mengharap imbalan namun untuk sebagai bentuk dan wujud dari kasih sayang.

Seorang dengan kesadaran sosial yang baik juga tahu bagaimana menghormati perbedaan dan tidak akan memaksakan kehendaknya pada orang lain.

4. Relationship skills

Relationship skills adalah kemampuan seseorang untuk bekerja sama dengan orang lain. Sebagai makhluk sosial, relationship skill bisa jadi merupakan salah satu kunci sukses yang, mau tidak mau, harus seseorang miliki. Karena kemampuan bekerja samalah yang akan menentukan seseorang dapat diterima atau tidaknya dalam masyarakat. Relationship skills mencakup sikap asertif, manejemen konflik dan kemampuan membangun relasi positif.

Artikel terkait: Melatih Anak Pendiam untuk Bersosialisasi

Selanjutnya di halaman berikut ini :

 

5. Responsible decision making (kemampuan membuat keputusan yang bertanggung jawab)

Hidup sebetulnya adalah perjalanan dari satu pilihan ke pilihan yang lainnya. Kemampuan membuat sebuah keputusan yang bertanggung jawab adalah kemampuan untuk memilih dari beberapa pilihan demi kebaikan diri sendiri dan juga orang lain. Pilihan yang diambil didasarkan pada setiap konsekuensi yang mungkin terjadi sebagai akibat dari setiap pilihan tersebut.

Artikel terkait: Kedisiplinan Anak Balita dan Sosialisasinya

Seperti kita tahu, di abad ini kemampuan akademik tidak lagi menjadi kunci sukses seseorang untuk meraih yang terbaik disekolah, pekerjaan atau pun lingkungan sosialnya. Seperti nasehat para bijak, bahwa sebuah ilmu terbaik di dunia akan menjadi sia-sia jika tidak dilengkapi karakter yang baik (baca: life skills) dari pemiliknya.

Artikel terkait: Membangun dasar kepribadian positif pada anak