5 Cara Mengatasi Marah Kepada Anak

Inilah cara mengatasi marah yang dapat kita lakukan. Salah satunya adalah dengan mencari penyebab yang sering membangkitkan amarah.

Cara mengatasi marah tidaklah rumit

Rasa marah merupakan hal yang umum melanda setiap ibu, sekalipun kita bukanlah seorang pemarah, namun dalam situasi tertentu, kita cenderung melakukannya. Lalu, bagaimana cara mengatasi marah?

Banyak sekali alasan yang bisa membuat kita marah. Parents, cara mengatasi marah dapat kita lakukan di rumah, bila secara konsisten kita menyadari beberapa hal sebagai berikut :

  1. Kita tidak ingin diingat sebagai ibu atau yang kejam dan pemarah
  2. Ibu atau ayah yang pemarah akan cenderung melahirkan anak-anak yang bermasalah.
  3. Terus-menerus berada dalam kondisi marah bukanlah hal yang menyenangkan.

Inilah hal-hal yang biasanya membuat rasa marah kita kepada anak meledak berikut cara mengatasinya.

1. Menganggap sikap tidak patuh sebagai sebagai penghinaan pribadi

Parents, bukankah seringkali ketidakpatuhan anak terhadap perintah kita menjadi alasan untuk marah? Kita beranggapan sikap tidak patuh itu sebagai penghinaan dan sangat menyinggung harga diri kita sebagai orangtua.

Kita sering lupa bahwa mereka hanyalah anak-anak. Secara naluri, mereka ingin menyenangkan orangtua mereka, tetapi mereka tidak tahu caranya.

Nah, bila Anda merasakan rasa marah kian memuncak, sebaiknya Anda berdiam diri sejenak dan memikirkan kembali sebab kemarahan Anda. Apakah kemarahan Anda hanya karena mereka tidak melakukan sesuai perintah Anda?

Cara mengatasi marah dapat Anda lakukan dengan menenangkan diri, konsisten dalam bersikap, disiplin dan latihan mengatasi emosi yang meledak-ledak.

2. Tidak sesuai harapan

Seringkali kita menuntut anak agar sesuai dengan harapan kita. Kita memberikan standar tinggi pada anak sehingga ketika anak tidak berhasil memenuhi harapan kita, rasa marah itu pun muncul dan kita memiliki alasan untuk memarahinya.

Parents, tidakkah kita sadar, bahwa anak bukanlah diri kita. Mereka tumbuh dengan kemampuannya yang berbeda dan sangat mungkin terbatas. Rasa marah kita hanya akan menyakiti anak dan diri kita sendiri.

3. Rasa jenuh

Menjadi seorang ibu memerlukan banyak pengorbanan. Terkadang pengorbanan ini membuat kita tidak lagi mempedulikan kepentingan dan kebutuhan kita sendiri. Pada akhirnya hal ini akan menimbulkan rasa jenuh dan marah terhadap situasi yang terasa menekan perasaan.

Untuk mengatasi perasaan ini, yang perlu Parentslakukan adalah rehat sejenak dari rutinitas. Me time adalah salah satu cara mengatasi marah yang dapat Anda coba. Hal ini berguna untuk mengembalikan kesegaran dan stamina Anda menghadapi anak-anak dan kehidupan keseharian Anda.

Anak sering berbuat di luar kendali, bagaimana cara mengatasi marah karena sikap anak seperti ini?

Anak sering berbuat di luar kendali, bagaimana cara mengatasi marah karena sikap anak seperti ini?

4. Membiarkan anak-anak lepas kendali

Terasa menyakitkan untuk didengar, dan menyakitkan untuk menuliskannya, tapi kebanyakan tingkah laku anak-anak kita adalah hasil dari pilihan pengasuhan kita sendiri. Tidak semuanya, tentu, karena mereka mempunyai keinginan sendiri.

Namun, jika kita lalai, terlalu ketat, atau tidak konsisten, keinginan mereka untuk berinisiatif akan menyebabkan mereka melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka menjadi lepas kendali dan bersikap semaunya. Sebetulnya hal ini normal saja.

Tegakkan disiplin hingga kondisi kembali kondusif. Lakukan evaluasi dan jelaskan pada anak mengenai harapan dan keinginan Anda. Mungkin situasi rumah akan sangat membosankan dalam beberapa waktu, namun percayalah situasi rumah sudah kembali normal dan menyenangkan bagi Anda dan anak-anak.

5. Anda tengah mengalami tekanan dan membutuhkan penyaluran

Seringkali tekanan yang kita alami dalam kehidupan tidak dapat kita atasi dengan baik. Hal-hal remeh sekalipun bisa membuat kita merasa tertekan. Akibatnya, memarahi anak menjadi salah satu cara untuk melampiaskannya.

Bila Anda mengalaminya, lebih baik Anda menyalurkan rasa frustasi kepada berbagai kegiatan yang bersifat positif. Seperti jogging, atau menekuni hobi yang menyenangkan. Anda juga bisa melakukan konseling untuk melatih mengendalikan rasa marah.

Sebab, alangkah tidak adilnya menjadikan anak sebagai sasaran untuk meledakkan amarah yang kita rasakan. Percayalah, Anda akan merasa senang bila bisa melewati hari tanpa kehilangan kendali atas diri Anda.