4 Tips Mengajari Anak Soal Disabilitas di Sekolah

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Tak semua orang terlahir dengan fisik sempurna. Sudah menjadi tugas orangtua mengajari anak soal disabilitas agar ia lebih menghargai sesama.

Tak semua orang terlahir dengan fisik maupun mental yang sempurna. Inilah mengapa orangtua perlu mengajari anak soal disabilitas.

Bagi orangtua yang memiliki anak-anak spesial, memasukkan anak mereka ke sekolah umum menyimpan dilema tersendiri. Di satu sisi Parents ingin anaknya mendapatkan pendidikan yang normal, namun di sisi lain mereka juga harus mempertimbangkan kemungkinan adanya diskriminasi.

Mumpung sekolah baru dimulai beberapa hari yang lalu, ada baiknya kita berkomitmen untuk mengajari anak soal disabilitas. Tujuannya ia tak jadi bagian dari anak yang suka membully sesamanya hanya karena temannya adalah penyandang disabilitas fisik maupun mental.

Berikut hal-hal yang perlu Anda lakukan ketika mengajari anak soal disabilitas di sekolahnya yang disarikan dari situs kesehatan mental The Mighty:

1. Hargai perbedaan

Ajarkan ia menghargai perbedaan fisik, mental, maupun harta. Anak Anda harus sudah terbiasa bahwa beberapa orang dilahirkan dengan keadaan yang berbeda-beda.

Artikel terkait: Ada para ibu tangguh di balik anak-anak berkebutuhan khusus.

Jika ada anak yang tampaknya berbeda, maka Parents harus memberi pengertian pada mereka bahwa perbedaan adalah sesuatu yang patut disyukuri. Berikan pengertian padanya bahwa beberapa anak melakukan hal yang berbeda sesuai dengan kemampuannya.

2. Berikan pengertian soal disabilitas

Hanya dengan mengubah diksi, seseorang yang memiliki disabilitas akan merasa lebih dihargai. Misalnya, menyebut dengan kata difabel maupun disabel dibanding memberikan sebutan tak pantas seperti autis, gila, maupun cacat.

Selain itu, beritahu anak perbedaan disabilitas satu dengan lainnya serta jelaskan tantangan apa yang sehari-harinya harus dihadapi oleh anak dengan disabilitas. Misalnya soal keterbatasan indra, mental, maupun perjuangan mereka dalam hal mengakses fasilitas umum.

Dengan melakukan hal ini, Parents telah membuat hidup seorang anak penyandang disabilitas merasa lebih baik. Selain itu, ia juga terasa lebih mudah dan membaur dengan yang lainnya. Apalagi jika jenis kelasnya adalah kelas inklusi.

3. Semua orang unik

Orang yang memakai alat bantu dengar sebenarnya tak jauh berbeda dengan mereka yang memakai kacamata. Beberapa orang bisa berlari ke sana ke mari, beberapa lainnya bisa berpindah tempat dengan kursi roda.

Ajarkan pada anak bahwa setiap orang punya cara dalam mengatasi keterbatasannya karena setiap orang pada dasarnya unik. Keunikan ini yang jadi kekuatan tiap individu masing-masing.

4. Biasakan untuk meminta anak duduk bersama anak yang berkebutuhan khusus

Makan siang bersama, diundang ke acara ulang tahun, diberi kado, dan lainnya adalah hal yang jarang diterima oleh anak yang berkebutuhan khusus. Kebaikan sederhana seperti menemani dan berbagi bekal itu adalah hal yang sangat berarti untuk mereka.

Mengajari anak soal disabilitas bukanlah hal yang mudah. Oleh sebab itu ada baiknya orangtua bisa memulai untuk mendidik anaknya sedini mungkin. Kelak, anak-anak kita lah yang akan menciptakan lingkungan kondusif bagi penyandang disabilitas lainnya.

 

Baca juga:

Masalah Tidur Pada Anak Berkebutuhan Khusus

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Better Parenting