3 Hal yang Perlu Diketahui ketika Melakukan Adopsi Anak

Melakukan adopsi anak tidak hanya terkait dengan masalah hukum saja, namun ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar si anak tetap sehat.

Tanggung jawab orangtua terhadap anak adopsi tak ada bedanya dengan anak yang dilahirkan sendiri.

Tanggung jawab orangtua terhadap anak adopsi tak ada bedanya dengan anak yang dilahirkan sendiri.

Adopsi anak bukan berarti kita dapat menelantarkannya

Kasus Angeline yang ditemukan tewas dan terkubur di halaman belakang rumah ibu angkatnya tentunya membuat hari kita miris.

Walaupun ia diadopsi sejak berusia 3 hari, seharusnya hidup bocah cantik itu tidak berujung pada kematian yang mengenaskan di usia sebelia itu.

Ketika kita memutuskan untuk melakukan adopsi anak, ingatlah bahwa tanggung jawab kita adalah sama seperti orangtua kandungnya.

Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan ketika ingin membesarkan bayi atau bocah yang kita dapatkan melalui proses adopsi anak. Selain masalah hukum, riwayat perawatan si Kecil adalah hal kedua yang perlu diketahui.

Ada 3 hal mendasar yang perlu kita ketahui ketika melakukan adopsi anak.

1. Riwayat medis si Kecil 

Riwayat medis yang dimaksud termasuk juga riwayat kesehatan ibu kandung si Kecil. Apakah ada penyakit fisik, riwayat sakit kronis hingga bagaimana kondisi si Ibu saat si Kecil berada dalam kandungan.

Mengetahui riwayat medis calon anak adopsi memang tidak mudah. Karena bisa jadi catatannya tersebar di berbagai rumah sakit.

Namun, demi kebaikan si Kecil nanti, mengusahakan untuk mendapatkan informasi yang lengkap merupakan hal yang sangat penting.

2. Latar belakang kepengasuhan si Kecil

Memasuki kehidupan baru bukanlah hal yang mudah, terlebih bagi seorang anak. Untuk itu tanyakan kepada panti asuhan atau juga wali si Kecil sebelumnya tentang kebiasaan, serta bagaimana ia diasuh sebelumnya.

Bila calon anak adopsi sudah cukup besar, akan lebih baik bila menjadwalkan beberapa hari untuk jalan-jalan di luar rumah guna proses penyesuaian dirinya dengan Anda.

3. Ajak si Kecil untuk tes kesehatan

Setidaknya pada 2 minggu pertama si Kecil di rumah, ajaklah ia untuk menjalani tes kesehatan. Terlebih bila informasi tentang riwayat medisnya sama sekali tidak diketahui.

Baca juga : Pentingnya Imunisasi

Pada kunjungan pertama ini, lakukan pemeriksaan tentang penglihatan, dan pendengaran anak. Dan bila Anda melakukan adopsi anak saat si Kecil masih bayi, pemeriksaan standar bayi tetap diperlukan.

Pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui jika si Kecil menderita alergi tertentu yang mungkin bisa memicu timbulnya penyakit yang lain. Dari pemeriksaan ini dapat diketahui pula bila si Kecil menderita kelainan atau penyakit infeksi yang menular

4. Perkembangan anak adopsi

Perlu diketahui, pada beberapa kasus, seringkali anak adopsi mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya stimulasi di bulan atau tahun-tahun pertamanya.

Untuk itu bersabarlah, dan berilah ia waktu. Cukupi kebutuhan nutrisinya. Jika perlu mintalah bantuan medis untuk mengejar ketinggalannya.

Tak ketinggalan, limpahan kasih sayang Parents akan membantunya untuk berkembang semakin baik dan mencapai standar kemampuan yang harus ia raih.

Parents, semoga ulasan di atas bermanfaat dan membantu Anda dalam melakukan adopsi anak.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Tahap Perkembangan Anak Usia 0-3 Tahun

Kapan Mengungkap Jati Diri Anak Adopsi?