10 Tanda Terjadi Masalah Kehamilan yang Berdampak pada Bayi di Kandungan

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Masalah kehamilan dapat dirasakan dengan berbagai tanda. Ibu hamil harus lebih peka jika ada problem kehamilan sekecil apa pun. Kenali tanda-tandanya.

Saat bayi dalam kandungan bermasalah, ada beberapa tanda yang terdapat pada ibu hamil. Masalah kehamilan ini kadang tidak begitu diperhatikan oleh ibu terutama pada kehamilan pertama.

Beberapa penyakit dianggap ringan dan biasa terjadi karena gejalanya hanya seperti flu dan batuk. Bahkan dokter pun kadang tidak terlalu memperhatikannya.

Percayalah pada naluri keibuan Anda, ya, Bun. Perhatikan 10 masalah kehamilan berikut ini yang disarikan dari Baby Gaga dan bisa Bunda waspadai:

1. Ketika janin tidak bergerak

Pada usia 28 minggu kehamilan, bayi mulai bergerak aktif di rahim Bunda. Pergerakan bayi di dalam perut yang aktif adalah sebuah ciri bahwa kandungan sehat.

Biasanya Bunda merasakan tendangan bayi di dalam kandungan. Pada suatu hari tendangan itu tak terasa lagi dan bayi tampak terlalu anteng di dalam perut.

Segera periksakan ke dokter jika Bunda tidak merasakan adanya pergerakan janin di dalam kandungan. Bayi memang bisa saja sedang tidur, tapi Bunda akan tetap merasakan adanya pergerakan.

Dokter bisa memeriksanya lewat USG maupun mempelajari apa yang terjadi pada bayi. Kalau bisa, catat perubahan yang terjadi pada perut setiap menitnya.

2. Pendarahan

Saat sedang hamil, normalnya seorang perempuan tidak mengalami pendarahan seperti saat sedang haid. Jika ada darah yang keluar dari rahim Bunda, maka saatnya waspada dengan adanya masalah kehamilan yang mungkin terjadi.

Jika darah yang keluar hanya berupa bercak, maka itu adalah hal yang biasa. Namun jika darah yang keluar lumayan banyak, waspadai kemungkinan abrupsio plasenta atau terlepasnya plasenta dari rahim.

Konsultasikan ke dokter mengenai abrupsio plasenta yang Bunda rasakan berada pada stadium 1, 2, ataupun 3.

3. Kram

Kram perut saat sedang haid mestinya tidak dirasakan lagi saat sedang hamil. Kram bisa jadi sebuah tanda bahwa ada masalah kehamilan.

Jika kram dirasakan sesekali, maka itu normal karena rahim kita juga perlu terbiasa dengan pertumbuhan bayi. Namun jika kramnya dirasakan terus menerus dengan melibatkan sakit punggung, maka Bunda patut curiga ada masalah kehamilan yang terjadi.

4. Darah tinggi

Salah satu penyumbang kematian ibu saat melahirkan dan bayi adalah saat ibu mengalami darah tinggi. Darah tinggi dapat menyebabkan kinerja pembuluh darah jadi terbatas dan bayi yang dikandung juga berpotensi kekurangan oksigen.

5. Kenaikan berat badan secara drastis

Banyak dokter kandungan yang menyarankan diet karbohidrat dan gula agar berat badannya tak banyak naik. Selain untuk menghindari adanya macromesia, punya bayi yang terlalu besar juga akan membutuhkan jalan lahir yang besar juga.

Untuk dapat memulihkan kembali berat badan pasca melahirkan dapat dilakukan dengan cara mengontrol pola makan saat kehamilan. Jangan makan dua porsi dengan alasan ‘makan untuk dua orang’ ya Bun.

Artikel terkait: Bahaya yang mengancam jika ibu hamil tidak makan dengan baik.

6. Detak jantung bayi

Penting untuk mengetahui apakah detak jantung bayi normal atau tidak saat melakukan USG. Detak jantung bayi yang tidak normal bisa jadi tanda masalah kehamilan berupa plasenta abnormal atau masalah pada tali pusar bayi.

7. Sakit di perut

Sakit di perut saat hamil bukanlah hal normal yang terjadi pada ibu hamil. Bisa jadi ini adalah tanda awal terjadinya preeklamsia.

Artikel terkait: Waspadai Preeclampsia pada ibu hamil.

8. Demam

Demam tinggi bisa jadi salah satu ciri adanya infeksi yang terjadi di dalam tubuh yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Perhatikan riwayat vaksin dan konsultasikan ke dokter.

Beberapa penyakit berbahaya yang mengincar kandungan justru hanya diawali oleh demam biasa, misalnya Rubella.

9. Keluar cairan sebelum 37 minggu

Sedikit cairan yang keluar dari vagina masih normal. Namun, jika cairannya yang keluar cukup banyak, artinya Anda harus segera membawanya ke dokter kandungan.

10. Haus terus menerus

Haus saat kurang minum itu normal. Namun jika saat hamil Bunda juga kurang buang air kecil, maka itu adalah tanda bahwa terjadi dehidrasi dalam tubuh Bunda.

Selain itu, penting untuk curiga adanya diabetes gestasional. Segera konsultasikan pada dokter sambil membawa catatan banyaknya air yang masuk dalam tubuh dan seberapa sering buang air kecil ya, Bunda.

Perut terlalu sakit, demam tinggi, haus, tidak adanya gerakan, keluar cairan bening maupun pendarahan, adalah hal-hal yang bisa jadi tanda awal adanya masalah kehamilan. Anda harus melatih kepekaan dan bersikap proaktif pada dokter kandungan.

Jangan sampai mengabaikan gejalanya sehingga terlambat dalam penanganan yang diperlukan. Semoga dedek bayi di dalam kandungan sehat terus ya.

 

Baca juga:

17 Tips Ampuh Hilangkan Stres Saat Hamil

 





Hamil