Ini Daftar 10 Jenis Antibiotik yang Berbahaya Jika Diberikan Pada Anak

Pemerintah melalui Permenkes 2406 Tahun 2011 mengeluarkan daftar antibiotik yang dilarang pemberiannya kepada anak. Simak di sini.

Saat anak sakit, orangtua maupun dokter terkadang kerap memberikan antibiotik agar cepat sembuh. Padahal, pemberian antibiotik tidak boleh sembarangan.

Dalam hampir semua penyakit yang disebabkan virus, antibiotik bukanlah obat yang tepat. Baca: Peringatan CDC: Jangan Minum Antibiotik untuk Penyakit yang disebabkan oleh Virus

Penggunaan antibiotik memang menjadi kunci untuk mengatasi masalah infeksi, mulai dari infeksi yang ringan seperti infeksi telinga hingga penyakit infeksi berat.

Tapi satu yang harus kita selalu ingat; bahwa semakin banyak atau semakin sering menggunakan antibiotik maka keefektifannya akan semakin berkurang.

Lebih buruk lagi, pemakaian antibiotik yang terus menerus dapat menyebabkan Resistensi Antibiotik atau biasa dikenal dengan nama Anti Microbial Resistence (AMR).

Selain itu, pemerintah melalui Permenkes 2406 Tahun 2011 telah mengeluarkan panduan penggunaan antibiotik yang tepat dan aman. Serta memberikan daftar 10 jenis antibiotik yang tidak disarankan untuk diberikan kepada anak-anak karena akan berdampak pada kesehatan mereka.

10 Jenis antibiotik yang dilarang diberikan pada anak-anak

  1. Siproflokasasin
    Tidak dianjurkan untuk diberikan pada anak dalam kelompok usia kurang dari 12 tahun, karena dapat menyebabkan kerusakan pada tulang rawan (cartilage disgenesis).
  2. Norflokasasin
    Tidak dianjurkan untuk diberikan pada anak dalam kelompok usia kurang dari 12 tahun, karena dapat menyebabkan kerusakan pada tulang rawan (cartilage disgenesis).
  3. Tetrasiklin
    Tidak dianjurkan untuk diberikan pada anak usia kurang dari 4 tahun, atau dalam dosis tinggi. Dapat menyebabkan disklorisasi gigi dan gangguan pertumbuhan tulang.
  4. Kotrimokzasol
    Tidak dianjurkan untuk diberikan pada anak dalam kelompok usia kurang dari 2 bulan, karena tidak ada data efektivitas dan keamanannya.
  5. Kloramfenikol
    Tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi baru lahir atau dalam kelompok usia neonatus (newborn). Antibiotik jenis ini dapat mengakibatkan grey baby syndrome.
  6. Tiamfenikol
    Tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi baru lahir atau dalam kelompok usia neonatus (newborn). Antibiotik jenis ini dapat mengakibatkan grey baby syndrome.
  7. Linkomisin HCL
    Tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi baru lahir atau dalam kelompok usia neonatus (newborn), karena tidak ada data efektivitas dan keamanan.
  8. Piperalisin-tazobaktam
    Tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi baru lahir atau dalam kelompok usia neonatus (newborn), karena tidak ada data efektivitas dan keamanan.
  9. Azitromisin Tigesiklin
    Tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi baru lahir atau dalam kelompok usia neonatus (newborn), karena tidak ada data efektivitas dan keamanan.
  10. Spiramisin
    Tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi baru lahir atau dalam kelompok usia neonatus (newborn), karena tidak ada data efektivitas dan keamanan.

Semoga informasi ini bermanfaat, Parents!

 

Baca juga:

Waspadai Bahaya Penggunaan Antibiotik yang Berlebihan