• International


Friday, May 18, 2012
Ibu-ibu
Selamat Hari Ibu
By Zuleha Harun Rashid | May 9, 2010

“Guilt. It’s a mother’s disease. We put ourselves up to ridiculous idea"Merasa bersalah adalah penyakit yang dialami para ibu. Kita menempatkan diri kita ke dalam konsep ibu ideal yang konyol; kita harus menjadi seorang yang selalu sabar, selalu tahu banyak hal, selalu penuh perhatian dan kasih sayang, juga lembut dan baik hati. Dan ketika kita tidak mampu mencapai ekspektasi yang tak mungkin tercapai ini, kita akan merasa seperti seorang "ibu yang gagal"ls of maternity; we are supposed to be endlessly patient, endlessly resourceful, endlessly compassionate and gentle and kind. And when we fail these impossible expectations, we feel like we are "bad mothers".

Beberapa minggu lalu saya datang ke sebuah perjamuan makan malam, ketika itu saya mendengar ibu saya berkata pada orang lain, “Merasa bersalah adalah penyakit yang dialami para ibu. Kita menempatkan diri kita ke dalam konsep ibu ideal yang konyol; kita harus menjadi seorang yang selalu sabar, selalu tahu banyak hal, selalu penuh perhatian dan kasih sayang, juga lembut dan baik hati. Dan ketika kita tidak mampu mencapai ekspektasi yang tak mungkin tercapai ini, kita akan merasa seperti seorang “ibu yang gagal”.

Sepanjang minggu pernyataannya terus terngiang-ngiang di telingaku. Saya mau tak mau setuju dengannya. Entah sudah berapa kali saya ‘bermain’ dengan pertanyaan semestinya, seharusnya, bukankah mestinya? Mestinya saya berusaha keras untuk menyusui dengan ASI sebelum dengan cepat beralih ke susu formula. Mestinya saya tidak ikut minum kopi bersama teman-teman dan harus lebih menghabiskan waktu dengan Sameer. Seharusnya saya pergi ke ulang tahun kedua teman Sameer seandainya sedang tidak dikejar deadline yang gila…

Rasa bersalah telah menjadi bagian dari hidup saya dimana saya lupa bagaimana rasanya merasa ringan dan bebas merdeka.

Ada orang yang mengatakan rasa bersalah bukanlah sesuatu yang buruk. Itu justru motivator yang sangat berguna. Sesuatu yang membuatmu tetap menjejak di bumi. Namun pada satu titik terkadang hal itu menjadi melebihi batas. Anda akan merasa hal itu merasuk ke setiap bagian diri Anda, menggerogotimu sedikit demi sedikit, seperti rokok yang menyala di ruangan penuh sesak. Membuatmu tercekik sedikit demi sedikit…

Oleh karena itu di Hari Ibu ini, saya ingin memberikan hadiah bagi diri sendiri…menjadi orangtua tanpa merasa bersalah. Aku akan menjejakkan kakiku ke awah, dan tidak akan membiarkan keberanianku diintimidasi oleh ide-ideku ada ide aorang lain yang terlalu tinggi. Saya akan melakukan yang terbaik, dan membiarkan yang lainnya berjalan apa adanya.

Saya berharap Anda sekalian juga melakukannya. Saudari-saudariku , hal ini laksana cahaya di ujung lorong; sebuah tempat yang tenang untuk beristirahat, dasar pondasi untuk dibangun. Rasa bersalah tak hanya akan memadamkan api kita, mengganggu ketenangan, dan mengguncangkan pondasi kita.

Selamat menikmati Hari Ibu yang bebas dari rasa besalah.

Penuh sayang,

ZH

 Selamat Hari Ibu
space Selamat Hari Ibu
Zulahe, Faruk and Baby Sameer


«Previous article
Next article
»

Conversations

One Response to “Selamat Hari Ibu”
  1. NurHafidzah says:

    I love my mommy..!!


theAsianparent Conversations. Jump in!

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!