• International


Friday, May 18, 2012
Anak yang baru belajar berjalan / Umum
Cara Mengatasi Persaingan Antar Saudara Kandung
By Ron Afable | March 16, 2010

Ini adalah tips pola asuh yang proaktif yang tidak hanya akan membantu anak-anak belajar keterampilan sosial dan melatih mereka bagaimana mengatasi diri sendiri saat dihadapkan dengan konflik --- ini juga dapat menyelamatkan anda dari perkelahian tak berujung yang mengesalkan dan pertengkaran di antara saudara kandung.
 Cara Mengatasi Persaingan Antar Saudara Kandung
space Cara Mengatasi Persaingan Antar Saudara Kandung
Mengatasi Persaingan Antar Saudara Kandung

Semua anak-anak berkelahi. Pertengkaran ialah salah satu cara seorang anak menangani konflik; dan cara kita membimbing mereka atau bereaksi kepada mereka selama masa-masa ini sama pentingnya dengan salah satu peran orangtua yang selalu kita lakukan.

Di bawah ini adalah Top 10 cara Saya untuk mencegah anak-anak bertengkar. Ini adalah tips pola asuh yang proaktif  yang tidak hanya akan membantu anak-anak belajar keterampilan sosial dan melatih mereka bagaimana mengatasi diri sendiri saat dihadapkan dengan konflik — ini juga dapat menyelamatkan anda dari perkelahian tak berujung yang mengesalkan dan pertengkaran di antara saudara kandung.

1. Aturan “Tidak berkelahi”

Salah satu ‘alat’ pengasuh yang terbaik, jika bukan yang terbaik, yang ada yaitu mennanamkan serangkaian ATURAN DASAR yang tetap konsisiten dan menyeluruh. Anda tahulahperaturan, seperti “Jangan berbuat pada orang lain….” Anda dapat merancang aturan Anda sendiri yang mirip dengan salah satu di bawah ini:

a. Mengasihi satu sama lain setiap saat;

b. Jagalah kamarmu tetap rapi dan bersih;

c. Bersihkan dan kembalikan barang-barang yang sudah dugunakan pada tempatnya;

d. TIDAK BERKELAHI, tidak menggigit, tidak meludah, tidak memaki-maki;

e. Menghormati milik orang lain, dll

Anda dapat merumuskan aturan-aturan ini dengan anak-anak Anda. Ajak mereka sumbang pendapat, biarkan mereka memiliki aturan itu. Ketika mereka merasa diberdayakan, ketika mereka merasa bahwa mereka memiliki aturan, akan lebih mudah bagi mereka untuk tetap patuh pada aturan itu. Anda bisa berdiskusi dan menjelaskan hal ini dengan mereka, upayakan mencetaknya dan ditempelkan di lemari es agar setiap orang dapat melihatnya. Tidak masalah jika ada anak-anak yang belum bisa membaca — mereka akan berpura-pura mereka bisa sebab mereka harus sudah mengetahuinya dari hati.

2. Konsisten

Jangan biarkan suasana hati Anda menentukan kepatuhan terhadap aturan ini. Tidak peduli seberapa lelah atau sibuknya Anda, jika salah satu dari aturan-aturan ini rusadilanggar, Anda harus selalu luangkan waktu sejenak untuk berurusan dengan anak-anak yang terlibat. Sikap Anda yang tidak konsisten soal pengenaan aturan ini akan memberi sinyal anak-anak bahwa peraturan kadang-kadang boleh dilanggar.

3. Beri mereka perhatian (bukan saat mereka berkelahi)

Cara terbaik untuk menggambarkan hal ini adalah dengan mengutip sindrom  “Apakah kita sudah sampai?”. Ketika seluruh keluarga berada di mobil selama perjalanan jarak jauh, anak-anak akan mulai mengganggu para orang tua dengan pertanyaan ini. Mereka akan mulai menggerutu, bertengkar dan berkelahi. Ini tidak terjadi jika Anda melibatkan mereka dalam percakapan, atau permainan.

Anak-anak yang merasa dicintai, diberikan perhatian yang cukup, dan diurus sengan baik  kecil kemungkinannya untuk bertengkar. Entah itu di rumah atau di mobil, selalu melibatkan mereka. Sebab semuanya Anda tahu, anak-anak bertengkar supaya mereka bisa mendapatkan perhatian Anda (yang sebaliknya mungkin tidak Anda berikan pada mereka). Jika Anda memiliki lebih dari satu anak, jadilah bagian dari  “geng”mereka dan berbagi waktu bersama mereka sebagai teman, bukan sebagaiorang dewasa yang punya otoritas.Jika Anda memberikan setiap anak banyak perhatian individual ini pasti akan berguna. Selalu memberitahu mereka bahwa Anda mengasihi mereka. Memeluk mereka sekecil apapun kesempatan yang Anda peroleh.

4. Ajarkan mereka cara berkomunikasi dengan baik

Ingat bahwa kebanyakan konflik timbul dari komunikasi yang buruk, atau kurangnya komunikasi itu. Mampu berkomunikasi dengan baik adalah ciri seorang pemimpin yang baik – bahkan di antara anak-anak. Dia menyatakan dirinya, ia dapat meyakinkan, dan ia dapat mempengaruhi jalan keluar dari konflik. Tidak mampu mengekspresikan dirinya menyebabkan rasa frustrasi dan berkelahiperkelahian.

5. Ajarkan mereka untuk berempati

Ini adalah tentang bagaimana mengajar anak Anda pengertian dari “perasaan.” Ketika anak Anda bilang, “Aku BENCI Angel!”, Anda beri dia penjelasan bahwa kebencian itu berbeda dari “sedang marah.” Anda dapat berkata, “Kamu tidak benci Angel, kamu SAYANG padanya. Kamu cuma marah padanya karena dia merampas mainanmu. ” Anda berempati dengan perasaannya. Dia menghargai bahwa Anda mau memahami bagaimana perasaannya, yang kemudian menjadi dasar dari anak Anda yang selalu berempati bagi orang lain.

Anda dapat menjelaskan kepadanya bagaimana perasaan anak lain, “Oh, dia pasti sedih sekali! Dia menangis. Pasti senang kalau ada yang bisa membuatnya lebih baik. “Jika anak Anda dapat berempati, ia akan berpikir dua kali sebelum menyakiti orang lain.

6. Ajarkan mereka konsep “win-win”

Sementara  sangat sulit untuk membuat anak-anak memahami bahwa dunia tidak berputar di sekitar mereka, sangatlah bermanfaat untuk mengajari mereka cara bernegosiasi dan kompromi. Salah satu pelajaran dasar dalam hidup yang bisa Anda ajarkan pada mereka: Kau tidak bisa memperoleh apapun yang kau mau setiap saat. Kadang-kadang Andakau harus bekerja keras untuk mendapatkannya, atau memberikan sesuatu supaya mendapatkannya.

Jika anak-anak hanya untuk dudukdi kursi depan mobil keluarga, Anda dapat ajarkan mereka untuk bergiliran, atau upayakan seorang anak yang menawarkan tempat itu.

7. Ajarkan mereka nilai kesabaran dan toleransi

Jika semuanya gagal, mereka dapat selalu mengindahkan sedikit sikap sabar dan toleransi. Jika Anda menerapkan “Kasihilah satu sama lain sepanjang waktu” di ATURAN DASAR, kesabaran dan toleransi biasanya datang secara alami. Anda dapat mengajarkan mereka untuk membagi (berbagi sepotong kue) atau memberikan. Juga dalam seni bernegosiasi, sebuah pelajaran dalam hal toleransi dan kesabaran akan selamanya bermanfaat.

8. Tidak terlibat

Sebisa mungkin, jangan pernah turut campur dalam pertengkaran antar saudara untuk mengakhirinya – biarkanlah mereka menyelesaikan pertengkaran itu sendiri. Jika Anda selalu campur tangan, mereka akan selalu bertengkar karena Anda selalu ada untuk memadamkan apinya. Mereka tidak akan belajar bagaimana mengatasi masalah mereka sendiri. Hal ini mungkin terdengar sulit namun selama mereka tidak dalam bahaya terluka secara fisik, biarkan mereka tahu bahwa jika mereka bermasalah, mereka harus belajar untuk keluar dari permasalahan itu sendiri. Anda bisa mengingatkan mereka tentang aturan dasar yang menentang perkelahian dan memberitahu mereka untuk memperbaiki perbedaan-perbedaan mereka sendiri. Pemberian “hukuman” karena melanggar ATURAN DASAR di rumah dapat Anda putuskan kemudian, tetapi tidak sebelum mereka menyelesaikan pertengkaran mereka sendiri.
Biasanya orangtua bereaksi dengan melangkah masuk dan bertanya siapa yang memulai – jangan lakukan. Tidak peduli siapa yang memulai. Masing-masing anak menyulut pertengkaran itu sehingga setiap anak bertanggung jawab. Seorang anak yang lebih besar menindas seorang bayi tentu saja hal yang sama sekali berbeda. Itu penindasan, bukan bertengkar.

9. Menjadi Contoh

Menetapkan aturan “Tidak berkelahi” namun anak-anak selalu melihat Anda berkelahi dengan pasangan Anda? C’mon, guys ….. Anda juga melanggar banyak ATURAN DASAR lainnya!

10. Nikmati waktu untuk bersenang-senang dan berbahagia sebagai satu keluarga.

Segala sesuatu yang lain akan mengikuti. Tidak ada perkelahian, lebih banyak cinta.

Suka artikel ini? Facebook saja!


Share on Facebook

button1 share Cara Mengatasi Persaingan Antar Saudara Kandung

Tags: ,

«Previous article
Next article
»

Conversations

One Response to “Cara Mengatasi Persaingan Antar Saudara Kandung”
  1. Mrs Yee says:

    I like reading your articles, there are very informatives. However when
    I logged on to the Kindergarten Listing, to my disappointment there was only 1 kindy listed.
    Just wondering if my kindergarten is interested to be listed. What is the procedure?


theAsianparent Conversations. Jump in!

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!