Teknologi Terbaru Mendeteksi Dini Autisma
Teknologi Terbaru Untuk Mendeteksi Dini Autisma?
Mengikuti jejak pendahulunya Hans Asperger dan Leo Kanner yang mempelopori penelitian mengenai autisma, banyak ilmuwan di dunia terus menerus mencoba menguak misteri tentang sindroma yang disandang oleh sekitar 35 juta orang di seluruh dunia ini.
Di Amerika misalnya sejak tahun 1997 terdapat program penelitian Autism Genetic Research Exchange yang mengumpulkan data genetik terbesar diAmerika untuk mempelajari autisme. Para ilmuwan di sini menurut penasehat sains utamanya Dr. Dan Geschwind kini telah dapat mengetahui gen-gen mana saja yang mengakibatkan autisme. “Sejauh ini tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi anak-anak yang memiliki risiko autisme. Jika risiko itu diketahui sejak dini, maka penanganannya juga bisa dilakukan sedini mungkin sehingga hasilnya akan lebih maksimal, kata Geschwind yang juga profesor psikiatri, neurologi dan genetika manusia di David Geffen School of Medicine.
Penelitian lain yang dilakukan oleh Mel Rutherford, seorang profesor psikologi dari Faculty of Science, McMaster University. Rutherford juga tak kalah menarik. Seperti diberitakan oleh Science Daily, Rutherford menggunakan Eye Tracker Technology yang dapat mengukur arah gerakan mata bayi saat menatap ke wajah, mata dan bola yang memantul di layar komputer. “Dengan teknologi ini sekarang kita dapat mendeteksi gejala-gejala autisma dengan mengukur gerakan arah mata pada bayi berusia 9-12 bulan,” kata Rutherford dalam Annual International Meeting for Autism Research di London.
Penelitian lain dilakukan oleh Profesor Florence Levy dari UNSW, School of Psychiatry. Dalam riset yang dimuat dalam Journal od Psychiatry di Australia dan New Zealand, Levy mengatakan autisma dapat dideteksi lebih dini dengan memadukan teori psikologis dan biologis mengenai autisma. Penelitian terhadap otak dinilainya dapat memberikan penjelasan yang dapat membantu teori psikologis seperti Theory of Mind dalam mempelajari autisma. Perpaduan ini dapat membuat para dokter dan psikiater mampu medeteksi kondisi-kondisi autisma, seperti Aspergers Disorder pada tahap yang terdini. “Proses penanganan yang terbaik, sesuai kondisi anak dapat lebih cepat dilakukan. Orangtua yang cemas dengan kondisi anaknya juga bisa cepat mendapatkan penjelasan yang terperinci.”






(No Ratings Yet)






Facebook
Twitter