<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia parenting advice for orang tua, bayi, wanita, ibu, dan pasangan muda &#187; Kesengsaraan proses bertindak sebagai orang tua</title>
	<atom:link href="http://id.theasianparent.com/articles/tag/kesengsaraan-proses-bertindak-sebagai-orang-tua/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://id.theasianparent.com</link>
	<description>The Online Home for Parents in Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Jul 2010 09:00:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bagaimana Cara Bayi Anda untuk berhenti memakai Popok</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/bagaimana-cara-bayi-anda-untuk-berhenti-memakai-popok</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/bagaimana-cara-bayi-anda-untuk-berhenti-memakai-popok#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 09:22:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faridah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak yang baru belajar berjalan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesengsaraan proses bertindak sebagai orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Popok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=6834</guid>
		<description><![CDATA[diapers

Popok sekali buang adalah bagian integral dalam kehidupan bayi, dan karena itulah dewasa ini hampir semua orangtua menggunakannya. Penggunaannya pada tahap-tahap awal memang sangat memudahkan, tetapi popok sekali buang telah terbukti dapat menjadi sebuah ‘kutukan’ bagi orang tua lantaran pada akhirnya anak-anak menjadi sulit untuk dilepaskan dari kebiasaan mengenakan popok.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6833" title="diapers" src="http://sg.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/10/diapers-150x150.jpg" alt="diapers 150x150 Bagaimana Cara Bayi Anda untuk berhenti memakai Popok" width="150" height="150" /></p>
<p>Popok sekali buang adalah bagian integral dalam kehidupan bayi, dan karena itulah dewasa ini hampir semua orangtua menggunakannya. Penggunaannya pada tahap-tahap awal memang sangat memudahkan, tetapi popok sekali buang telah terbukti dapat menjadi sebuah ‘kutukan’ bagi orang tua lantaran pada akhirnya anak-anak menjadi sulit untuk dilepaskan dari kebiasaan mengenakan popok.</p>
<p>Sebagai ibu dari anak berusia 3 tahun, saya sangat bersimpati kepada semua ibu-ibu di Singapura yang berjuang keras untuk gerakan bebas-popok-sekali-pakai. Saya harus mengatakan kepada Anda bahwa ini adalah tugas yang sangat sulit, walaupun tidak mustahil dan memerlukan banyak kesabaran serta waktu.</p>
<p>Pertanyaan pertama yang kebanyakan ibu atau orangtua pertanyakan adalah, “Kapankah waktu yang tepat bagi balita untuk berhenti menggunakan popok sekali pakai?” Saya yakin, sama seperti saya, Anda juga pasti sudah bertanya ke mana-mana dan mendapatkan jawaban yang membingungkan. Sementara sebagian orang berpendapat sangatlah penting untuk memulai sejak dini, katakanlah saat bayi sudah bisa duduk, atau bahkan sebelum itu, yang tergantung pada lingkungan tempat bayi itu tumbuh, yang lain berpendapat hal ini tak boleh dilaukan sampai bay mengerti dan siap untuk menghadapi perubahan ini.</p>
<p>Bila Anda bertanya pada kami, maka saya akan setuju dengan kelompok yang kedua, karena itu Anda tidak perlu kerepotan bergulat melatih anak Anda menggunakan toilet. Sangatlah penting bagi seorang anak untuk merasa siap menghadapi masa transisi ini. Seperti anak-anak di seluruh dunia, anak-anak balita di Singapura juga sangat rentan untuk memandang semua hal sebagai pergulatan kekuasaan, dan bila Anda memaksakan melakukan sesuatu yang mereka tidak suka, maka mereka akan bertindak seperti seorang pemberontak cilik. Kata kuncinya adalah bukan membuat masalah yang pada akhirnya akan menyulitkan Anda sendiri, sehingga Anda harus menghadapi masalah yang lebih besar.</p>
<p>Kebanyakan anak-anak akan memperihatkan indikasi sudah siap dengan mengekspresikannya baik secara verbal atau non verbal dan sangatlah penting untuk memahami tanda-tanda seperti itu dan melakukan respon yang sesuai. Sangatlah penting bagi Anda untuk membuat bayi Anda mengerti kebutuhan menggunakan toilet untuk urusan membuang kotoran dari tubuh mereka, dan cobalah membuatnya terdengar seperti sesuatu yang dilakukan oleh seseorang yang sudah besar. <em>Hal ini bisa membantu Anda dalam banyak kesempatan tetapi satu peringatan yang harus diperhatikan adalah jangan terlalu sering melakukannya. </em>Saya mengatakan ini berdasarkan pengalaman pribadi, karena saya menggunakan kalimat ini kepada putri saya yang setelah bersedia menggunakan toilet selama beberapa hari agar terlihat keren, kemudian kembali mengenakan popok sekali pakainya karena dia tidak mau beranjak dewasa. Hal ini akan mengarahkan kita kepada persyaratan kedua yang sangat penting bila Anda sedang mencoba melatih anak-anak Anda untuk tidak menggunakan popok sekali pakai lagi.</p>
<p>Semua orangtua di Singapura mestinya memahami bahwa hal ini memerlukan waktu, plus berbagai kemunduran yang sering membuat Anda jadi frustrasi. Kebanyakan orangtua mengeluh anak mereka yang telah lepas dari popok sekali pakai selam abeberapa minggu akhirnya kembali mengunakannya, sehingga mereka merasa putus asa. Poin yang pertama adalah jangan pernah merasa frustrasi tetapi teruslah mencoba melatih anak Anda.</p>
<p>Yang kedua tanyakan pada diri Anda sendiri dan jawablah dengan jujur mengapa terjadi kemunduran seperti ini. Seringkali jawabannya karena di rumah ada popok sekali pakai. Banyak orangtua merasa tetap perlu memiliki beberapa popok sekali pakai di rumah untuk mengatasi hari-hari di mana anak mengalami kemunduran, padahal mungkin iinlah akar yang menyebabkan anak Anda kembali terikat dengan popok sekali pakainya.</p>
<p>Saya tahu memang sulit, tetapi cara terbaik untuk menghentikan anak mengenakan popok sekali pakai adalah dengan membuang semua popok sekali pakai di rumah dan buatlah rumah Anda bebas dari popok seklai pakai. Mungkin akan terjadi ‘kecelakaan’ dalam beberapa hari, yang akan menambah beban pekerjaan Anda. Tetapi dalam jangka panjang, anak Anda akan belajar untuk tidak menggunakan popok. Selalu ingat bahwa penting sekali bagi Anda untuk tidak membuat anka kebingungan. Mengenakan popok sekali pakai di malam hari atau pada saat pergi ke luar akan membuatnya menjadi bingung.</p>
<p>Terakhir, jangan pernah memakai celana latih (training pants) untuk melatih anak karena ini juga akan membingungkan mereka dan tidak akan membuat mereka berhenti menggunakan popok sekali pakai. Pispot  yang layak dan terbuat dengan baik atau latihan memakai toilet plus banyak pujian dan dorongan adalah satu-satunya cara untuk membuat anak berhenti memakai popok sekali pakai. Jadi…saya ucapkan semoga berhasil untuk seluruh orangtua, baik yang di Singapura, maupun di negara lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/bagaimana-cara-bayi-anda-untuk-berhenti-memakai-popok/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

