<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia parenting advice for orang tua, bayi, wanita, ibu, dan pasangan muda &#187; anak</title>
	<atom:link href="http://id.theasianparent.com/articles/tag/anak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://id.theasianparent.com</link>
	<description>The Online Home for Parents in Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Jul 2010 09:00:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Berburu Mainan Murah dan Edukatif di Jakarta</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/berburu-mainan-murah-dan-edukatif-di-jakarta</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/berburu-mainan-murah-dan-edukatif-di-jakarta#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 02:09:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu-ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak Ada Kategori]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[mainan]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=8327</guid>
		<description><![CDATA[Suka beli mainan, coba cari di Pasar Gembrong Jatinegara]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-8328" title="pasar_gembrong_bjc2" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2010/01/pasar_gembrong_bjc2-150x150.jpg" alt="pasar gembrong bjc2 150x150 Berburu Mainan Murah dan Edukatif di Jakarta" width="150" height="150" /></p>
<p>Anda ingin membelikan mainan yang murah tetapi berkualitas? Bila enggan ke mal karena harganya terlalu mahal mungkin bisa berburu mainan di Pasar Gembrong, Jatinegara. Coba simak apa yang dimuat oleh <a href="http://www.sabili.co.id">www.sabili.co.id</a><br />
Di Pasar Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur, mobil-mobilan bertenaga aki ukuran terbesar dijual hanya Rp 350 ribu. Di mal, barang sejenis harganya mencapai Rp 500 ribu.</p>
<p>Hari menjelang sore, tapi matahari masih terik menyengat tubuh. Puluhan pengunjung hilir mudik keluar masuk lorong pasar. Sesekali mereka memasuki kios, melihat-lihat barang lalu menawar. Tak berapa lama, transaksi pun terjadi. Sebuah mobil-mobilan bertenaga aki ukuran terbesar yang di mal dijual seharga Rp 500 ribu, tapi pembeli asal Bekasi ini bisa membawa pulang untuk putra tercintanya hanya dengan merogoh kocek Rp 350 ribu.</p>
<p>Ya, murah, memang. Kondisi inilah yang membuat pasar ini kian hari bertambah ramai. Pasar yang sekarang terkenal dengan sebutan Pasar Gembrong ini, terletak di sisi sebelah kiri perempatan Jl Basuki Rahmat dengan Jl DI Panjaitan dari arah Kampung Melayu atau sebelah kanan dari arah Cawang. Padahal, pasar ini hanya berawal dari satu kios milik H Bahruddin (55).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/berburu-mainan-murah-dan-edukatif-di-jakarta/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasar Prumpung, Surga Mainan Murah Edukatif di Jakarta</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/pasar-prumpung-surga-mainan-murah-edukatif-di-jakarta</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/pasar-prumpung-surga-mainan-murah-edukatif-di-jakarta#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 07:49:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Anak Yang Lebih Tua]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[mainan]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=8331</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi tempat yang wajib dikunjungi bila Anda ingin membeli mainan yang berkualitas tetapi berharga terjangkau adalah Pasar Prumpung, di dekat Cipinang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-8332" title="Jejeran Penjual Mainan Di Pasar Plumpung" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2010/01/Jejeran-Penjual-Mainan-Di-Pasar-Plumpung-150x147.jpg" alt="Jejeran Penjual Mainan Di Pasar Plumpung" width="150" height="147" /></p>
<p>Satu lagi tempat yang wajib dikunjungi bila Anda ingin membeli mainan yang berkualitas tetapi berharga terjangkau adalah Pasar Prumpung, di dekat Cipinang. Lebih lengkapnya, simak  sebuah ulasan yang dimuat di situs Indosiar:</p>
<p>Pasar itu berada dipertigaan dua jalan besar, yaitu Jalan Achmad Yani dan Jenderal Basuki Rahmat. Tak jauh dari tempat itu, terdapat Universitas Mpu Tantular dan Pasar Cipinang Baru. Meski dinamakan pasar, namun lokasi itu tak seperti pasar, karena hanya berupa deretan bangunan semi permanen dipinggir jalan raya.</p>
<p>Dan jangan membayangkan bangunan berupa kios-kios ini akan menjual berbagai ragam yang biasa terdapat di pasar. Karena yang dijual disini sebagian besar adalah mainan anak-anak, peralatan tulis menulis, pernak-pernik hiasan rambut dan aksesoris. Selain itu tempat untuk berjalan hanya cukup untuk dua orang. Tak heran, bila disini, orang kerap bersenggolan, baik badan maupun bokong.</p>
<p>Di Pasar Gembrong atau Pasar Prumpung atau Pasar Senggol ini, kalau bisa jangan membawa anak-anak. Karena sama saja menguras isi kantong Anda, karena harga yang ditawarkan di pasar ini bisa membuat mata mendelik dan silap mata. Mendelik bukan dalam artian karena harganya mahal, tetapi bingung karena mau ditawar berapa lagi.</p>
<p>Karena itulah, jangan heran kalau yang datang kesini tidak hanya kaum kaya raya yang uangnya bisa diibaratkan tak berseri, tetapi juga kalangan menengah kebawah. Dipasar ini disediakan permainan anak mulai dari mobil-mobilan (dari yang terkecil hingga terbesar) atau mobil Tamiya, boneka-boneka terutama barbie (dari yang termurah hingga termahal) dan segala pernak perniknya seperti baju barbie beraneka jenis, rumah-rumahan barbie, kendaraan barbie, dan tempat tidur serta meja hias barbie.</p>
<p>Selengkapnya di:</p>
<p>http://www.indosiar.com/ragam/50519/pasar-prumpung-sorga-dunia-mainan</p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=rl4ZHmNzw0w">Pasar Prumpung</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/pasar-prumpung-surga-mainan-murah-edukatif-di-jakarta/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agar si Kecil tak Takut Potong Rambut</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/agar-si-kecil-tak-takut-potong-rambut</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/agar-si-kecil-tak-takut-potong-rambut#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 03:14:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[potong rambut]]></category>
		<category><![CDATA[salon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=8337</guid>
		<description><![CDATA[Bingung, karena anak Anda menolak potong rambut? Atau setiap kali dibawa ke salon dia menangis. Coba praktikkan tips yang dimuat oleh eHow berikut ini:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-8338" title="hair-cut2" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2010/01/hair-cut2-150x150.png" alt="hair cut2 150x150 Agar si Kecil tak Takut Potong Rambut" width="150" height="150" /></p>
<p>Bingung, karena anak Anda menolak potong rambut? Atau setiap kali dibawa ke salon dia menangis. Coba praktikkan tips yang dimuat oleh eHow berikut ini:</p>
<ol>
<li>Ajaklah si kecil ke salon anak untuk sekedar mengetahui apa yang terjadi di sana dan melihat tidak ada anak seusianya yang takut potong rambut. Serta pastikan anak bahwa rambutnya akan tumbuh kembali menjadi lebih bagus.</li>
<li>Pilihlah waktu yang tepat saat anak tidak rewel, tidak lapar, sudah mendapatkan tidur siang yang cukup dan tidak terlalu lelah.</li>
<li>Pilihlah waktu saat salon tersebut sepi, karena jika terlalu ramai bisa membuat anak menjadi lebih takut.</li>
<li>Sebaiknya datang ke salon tepat waktu atau lebih awal dari jadwal agar anak dapat melihat sekitarnya serta dapat menenangkan dirinya terlebih dahulu.</li>
<li>Buat anak merasa nyaman sebelum dan saat potong rambut. Bisa dengan memberikannya makanan kecil, es krim, coklat, cerita-cerita lucu yang membuatnya tertawa atau membawa mainan favoritnya.</li>
<li>Usahakan untuk duduk disampingnya serta mengajaknya ngobrol selama potong rambut, sehingga si kecil tidak terlalu fokus pada orang yang memotong rambutnya.</li>
<li>Jika anak tidak mau ke salon, cobalah untuk memotong rambutnya di rumah. Dengan begitu bisa mengurangi sedikit ketakutannya karena si kecil berada di rumah sendiri.</li>
<li>Berilah pujian atau hadiah saat si kecil sudah berani untuk memotong rambutnya dan jangan mengkritiknya meskipun saat potong rambut si kecil menangis terus atau tidak bisa diam.</li>
</ol>
<p>Baca juga artikel lain di :</p>
<p>http://health.detik.com/read/2009/10/29/140050/1231071/764/si-kecil-takut-potong-rambut</p>
<p>http://www.preventionindonesia.com/article.php?name=/salon-pertama-untuk-si-kecil&amp;channel=lifelong_beauty%2Fhair_and_nails</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/agar-si-kecil-tak-takut-potong-rambut/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Anda Sering Terbentur? Waspadai Akibatnya!</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/anak-anda-sering-terbentur-waspadai-akibatnya</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/anak-anda-sering-terbentur-waspadai-akibatnya#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 07:49:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baru lahir]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[terbentur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=8105</guid>
		<description><![CDATA[Anak kebentur memang wajar, tetapi akibatnya bisa fatal. Pastikan Anda tahu apa risikonya. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6479" title="baby" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/09/iStock_000007661312XSmall-150x150.jpg" alt="baby" width="150" height="150" /></p>
<p>Anak Anda sering terbentur? Jangan dianggap sepele apalagi hanya diatasi dengan mengusap bagian yang terbentur dengan rambut seperti cara-cara lama dulu.  Waspadai akibatnya karena bisa memengaruhi masa depannya. Dalam sebuah artikel yang dimuat di tabloid Nakita, disebutkan berbagai risiko yang mungkin dialami oleh anak saat terbentur, seperti gegar otak atau retak dan patah tulang.</p>
<p>Selengkapnya bisa Anda baca di:</p>
<p>http://www.tabloid-nakita.com/artikel.php3?edisi=01030&amp;rubrik=sehat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/anak-anda-sering-terbentur-waspadai-akibatnya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapan Anak Boleh Punya Binatang Peliharaan?</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/kapan-anak-boleh-punya-binatang-peliharaan</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/kapan-anak-boleh-punya-binatang-peliharaan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 06:02:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Anak yang lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Disiplin]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[binatang peliharaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=7681</guid>
		<description><![CDATA[Kapan waktu terbaik memperkenalkan anak untuk memiliki hewan peliharaan Artikel ini lengkap membahasnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-7683" title="1228369_persian_kitten" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/11/1228369_persian_kitten-150x150.jpg" alt="1228369 persian kitten 150x150 Kapan Anak Boleh Punya Binatang Peliharaan?" width="150" height="150" /></p>
<p>Putri tertua saya sejak kecil suka sekali pada anjing, tapi kami terus menunda-nunda membelikan anjing untuknya. Sampai di ulang tahunnya yang ke 8, akhirnya saya belikan dia seekor anjing Shihtzu. Ia suka sekali dan terlihat sangat menyayangi anjingnya. Tapi namanya juga anak-anak, lama-lama dia sering lupa menyisiri lambut Titi yang memang harus rajin disisir.</p>
<p>Setahun setelah Titi kami beli, tiba-tiba saja dia jatuh sakit, bahkan kemudian tak tertolong lagi dan kemudian mati. Putri saya tentu sangat terpukul, tapi kejadian itu spontan membukakan mata saya, bahwa kami terlalu cepat membelikan binatang peliharaan untuk Kitkit.</p>
<p>Kejadian itu lantas menjadi pelajaran berharga yang selalu saya bagi dengan teman-teman yang ingin membelikan binatang peliharaan untuk anaknya. Dalam sebuah artikel yang tidulis oleh Antique dan Fadila Fikriani Armadita untuk vivanews,  pada 13 September 2009 disebutkan rekomendasi binatang peliharaan yang cocok untuk anak-anak seperti yang direkomendasikan oleh aspca.org.</p>
<p>Beberapa di antaranya mengatakan:</p>
<p>Bayi<br />
Bayi tak bisa memegang dan berhati-hati pada hewan peliharaan. Apabila Anda memiliki hewan peliharaan dan anak Anda baru saja lahir, berhati-hatilah, jangan sampai si kecil dilukai oleh hewan peliharaan.</p>
<p>Balita<br />
Pada usia ini, si kecil sedang aktif bergerak. Mereka akan penasaran dan merasa gemas dengan hewan peliharaan. Jangan sampai pula si kecil memegang tempat makan kucing atau anjing kesayangan. Bahkan, jika Anda memiliki ikan kecil pada aquarium, ada baiknya jauhkan dari jangkauan si kecil.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-7685" title="1046659_turtle" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/11/1046659_turtle-150x150.jpg" alt="1046659 turtle 150x150 Kapan Anak Boleh Punya Binatang Peliharaan?" width="150" height="150" /><br />
Usia 3-5 Tahun<br />
Pada usia 3-5 tahun, anak-anak belajar berkomunikasi dan berempati. Anda bisa mengajari si kecil memberi makan hewan peliharaan. Buah hati pasti senang dilibatkan dalam memberi makan hewan peliharaaan.</p>
<p>Memasuki usia lima tahun ke atas, anak mulai menunjukkan ketidakkonsistenannya. Mereka mulai menyukai hewan-hewan yang kecil, seperti marmut atau ikan mas. Mereka sangat senang membersihkan kandang, mengisi air, memberi makan, dan menghias kandang si hewan peliharaan. Tapi, pastikan anak-anak membersihkan tangan usai bermain dengan si hewan.</p>
<p>Dalam artikel tersebut juga dijelaskan bahwa anak-anak berusia 10-13 tahun sudah memiliki respon yang bagus terhadap binatang peliharaan. Juga sudah bisa diajari member makan, mengajak jalan-jalan atau membersihkan kandang.  Untuk anak 14-17 tahun yang sudah mulai sibuk dianjurkan untuk memelihara burung atau ikan.  Jika buah hati beranjak dewasa, tak ada salahnya orangtua memelihara anjing atau kucing sebagai kawan di rumah.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-7682" title="745346_little_memo" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/11/745346_little_memo-150x150.jpg" alt="745346 little memo 150x150 Kapan Anak Boleh Punya Binatang Peliharaan?" width="150" height="150" /><br />
Tidak terlalu sulit untuk menentukan kapan si kecil boleh punya binatang peliharan bukan? Kata kuncinya adalah harus terlebih dahulu menanamkan pemikiran bahwa memelihara binatang memerlukan tanggung jawab yang besar.</p>
<p>Sayangnya di Indonesia belum ada petshop yang bisa menyewakan hewan peliharaaan sehari dua hari agar anak/calon pemilik bisa mengira-ira sebesar apa tanggung jawab yang harus dipikul bila memilih memelihara binatang peliharaan.</p>
<p>Artikel lengkap dapat dibaca di: http://kosmo.vivanews.com/news/read/89949-binatang_peliharaan_yang_tepat_untuk_anak</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/kapan-anak-boleh-punya-binatang-peliharaan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Anak Suka Meniru Tokoh Jahat di Film daripada Tokoh Baik?</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/mengapa-anak-suka-meniru-tokoh-jahat-di-film-daripada-tokoh-baik</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/mengapa-anak-suka-meniru-tokoh-jahat-di-film-daripada-tokoh-baik#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Mar 2010 04:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Clarice</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=6656</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda sering bertanya-tanya mengapa anak Anda tampaknya mencintai penjahat atau "orang jahat" dalam film? Anda masih ingat ketika Anda sedang menonton Transformers dengan putra Anda, bukannya membela Optimus Prime, Anda mendengar dia berteriak "Megatron! Megatron! "Atau Anda masih ingat putri Anda tersenyum dengan gembira ketika Si Penyihir Jahat  akhirnya mencelakakan Putri Aurora dalam Sleeping Beauty. Apakah Anda khawatir entah mengapa anak Anda lebih menyukai orang jahat atas yang baik? Apakah Anda takut bahwa anak Anda mungkin memiliki kecenderungan menjadi bersikap kasar?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span id="result_box"><span style="background-color: #ffffff;" title="Have you often wondered why your child seems to love the villains or the “bad guys” in movies?" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"><img class="alignleft" title="rude child" src="http://www2.scholastic.com/content/images/content_promo/article/parents/fl_moody-blues_11728_ar.jpg" alt="fl moody blues 11728 ar Mengapa Anak Suka Meniru Tokoh Jahat di Film daripada Tokoh Baik? " width="224" height="200" />Apakah Anda sering bertanya-tanya mengapa anak Anda tampaknya mencintai penjahat atau &#8220;orang jahat&#8221; dalam film? </span><span style="background-color: #ffffff;" title="You still remember when you were watching Transformers with your son, instead of rooting for Optimus Prime, you hear him shouting “Megatron!" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anda masih ingat ketika Anda sedang menonton Transformers dengan putra Anda, bukannya membela Optimus Prime, Anda mendengar dia berteriak &#8220;Megatron! </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Megatron!” Or you can still recall your daughter smiling with glee when the Wicked Witch finally got Princess Aurora in Sleeping Beauty." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Megatron! &#8220;Atau Anda masih ingat putri Anda tersenyum dengan gembira ketika Si Penyihir Jahat akhirnya mencelakakan Putri Aurora dalam Sleeping Beauty. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Are you somehow worried why your child prefers the bad guys over the good ones?" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Apakah Anda khawatir entah mengapa anak Anda lebih menyukai orang jahat atas yang baik? </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Are you afraid that your child might have the tendencies of becoming violent?" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Apakah Anda takut bahwa anak Anda mungkin memiliki kecenderungan menjadi bersikap kasar?</span></span></p>
<p><span title="Well, fear not because your child is normal." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Yah, tidak perlu takut sebab anak Anda normal saja. </span><span title="It is quite natural for little kids to root for the bad guys instead of the good ones especially during fight scenes." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Bagi anak-anak kecil hal membela tokoh jahat daripada tokoh yang baik adalah hal yang sangat wajar terutama pada saat adegan perkelahian. </span><span title="They do this not because they want to provoke you or to tell you that they would rather choose the bad over the good." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Ini mereka lakukan bukan karena mereka ingin memprovokasi Anda atau untuk memberitahu Anda bahwa mereka lebih suka memilih yang buruk atas yang baik. </span><span title="It's just that they are not fully aware that hurting people is bad." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Mereka hanya tidak sepenuhnya sadar bahwa menyakiti orang adalah hal yang buruk. </span><span title="They just know that what the villains are doing is somehow similar to the strong emotions that continue to build up inside of them." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Yang mereka ketahui hanyalah bahwa yang dilakukan si jahat bagaimanapun mirip dengan emosi yang kuat yang terus memuncak dalam diri mereka. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="When they watch the villains fight, they are somehow glad that what they feel inside can actually be expressed just the way the villains are doing it in the movies." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Ketika mereka melihat si penjahat melawan, entah bagaimana mereka senang bahwa apa yang mereka rasakan di dalam diri sebenarnya dapat dinyatakan persis seperti yang dilakukan penjahat itu di film.</span></p>
<p><span title="Children are often clueless as to what actions really mean." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anak-anak sering kali <em>clueless</em> dalam memahami apa arti suatu tindakan yang sebenarnya. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="They have practically no idea that actions can either be good or bad." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Mereka benar-benar tidak tahu bahwa tindakan itu bisa baik atau buruk. </span><span title="What they are aware of are the strong emotions inside of them that they can't seem to control." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Yang mereka sadari adalah emosi yang kuat dalam diri mereka yang sepertinya tidak dapat mereka kendalikan. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="So when they see Orochimaru trying to beat Naruto in a fight, their emotions start to build up and they unconsciously feel happy that someone is actually doing what they only feel inside of themselves." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Jadi ketika mereka melihat Orochimaru mencoba untuk mengalahkan Naruto dalam pertempuran, emosi mereka memuncak dan mereka secara tidak sadar merasa senang bahwa ada orang yang sungguh-sungguh melakukan apa yang mereka rasakan di dalam diri mereka sendiri.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="More often than not, these villains look totally different from the rest of the characters in the movie." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Sering kali, tampilan si penjahat ini tampak sangat berbeda dari karakter lainnya dalam film. </span><span title="Villains look ugly and scary, and are often loners or live isolated from the other characters of the movie." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Penjahat terlihat jelek dan menakutkan, dan sering menyendiri atau hidup terisolasi dari karakter lain dalam film. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="So aside from the fact that children see their strong emotions expressed through the villains, they also see their personalities in the villains themselves." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Jadi selain dari kenyataan bahwa anak-anak melihat emosi yang kuat yang ditampilkan si penjahat, mereka juga melihat kepribadian mereka pada si jahat itu sendiri. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Children who are loners or rejected by others, will have a tendency to identify themselves with these villains." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anak-anak yang penyendiri atau ditolak oleh orang lain, akan memiliki kecenderungan untuk mengidentifikasi diri dengan penjahat ini. </span><span title="They often feel happy that there is actually someone who is just like themselves – alone and rejected." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Mereka sering merasa senang bahwa ada seseorang yang kelihatan seperti diri mereka sendiri &#8211; sendirian dan ditolak.</span></p>
<p><span title="Villains, even though they are rejected by many, often possess superhuman powers, intelligence and strength." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Penjahat, walaupun mereka ditolak oleh banyak orang, sering kali memiliki kekuatan super, kecerdasan dan kekuatan. </span><span title="Researchers say that this is very appealing to kids, especially those who have very strong personalities." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Para peneliti mengatakan bahwa hal ini sangat menarik bagi anak-anak, terutama mereka yang memiliki kepribadian yang sangat kuat. </span><span title="This type of kids love the villains because these characters have the courage to say no to the rules and live any way they please while utilizing their superhuman abilities." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anak-anak seperti itu menyukai penjahat karena karakter penjahat punya keberanian untuk mengatakan tidak kepada aturan dan hidup sesuka hati mereka sambil menggunakan kemampuan super mereka. </span><span title="They find it very appealing that villains are brave to face those who reject them and tell them to their face that they don't care about what anybody thinks." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anak-anak mendapati hal ini begitu menarik karena penjahat selalu berani melawan orang-orang yang menolak mereka dan berkata di hadapan muka si baik bahwa si jahat tidak peduli apa yang orang pikirkan.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="However, it can be frightening when your children start to imitate the villains and begin to act on their strong emotions." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Namun, tentunya menakutkan apabila anak Anda mulai meniru penjahat dan mulai bertindak berdasarkan emosinya yang kuat. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="You definitely don't want them hurting their siblings, especially those who are younger and definitely powerless to run away from their “attackers”." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anda pasti tidak ingin mereka menyakiti saudara mereka, terutama adik mereka yang lebih muda dan pasti tak berdaya untuk melarikan diri dari &#8220;penyerang&#8221; mereka. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="This can be a perfect time to educate your villain-loving kids on the realities of good and bad." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Maka jadikan ini waktu yang tepat untuk mendidik penjahat kecil terkasih Anda </span><span style="background-color: #ffffff;" title="This can be a perfect time to educate your villain-loving kids on the realities of good and bad." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">pada realitas yang baik dan buruk. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="You have to make them aware that good actions are desirable while bad actions are not." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anda harus membuat mereka menyadari bahwa tindakan yang baik memang diinginkan sementara tindakan buruk tidak. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Tell them that a villain's actions are definitely bad no matter what the motive may be." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Katakan kepada mereka bahwa tindakan penjahat sudah pasti buruk tidak peduli alasan apapun.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="It would take some time for your kids to really understand that some actions are good while some are not." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Butuh sedikit waktu bagi anak-anak Anda untuk benar-benar memahami bahwa beberapa tindakan memang baik, tapi ada juga yang tidak baik. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="So be patient as there will still be many instances when they will try to hurt their siblings or friends while pretending to be one of those bad guys in the movies." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Maka bersabarlah sebab masih akan ada banyak contoh manakala mereka akan mencoba menyakiti saudara atau teman-teman mereka sambil berpura-pura menjadi salah satu dari orang-orang jahat di film. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Just point out to them that in all movies it's always the good guys that win." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Coba tunjukkan pada mereka bahwa dalam semua film itu yang baik selalu menang. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Villains are always losers." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Penjahat selalu kalah.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/mengapa-anak-suka-meniru-tokoh-jahat-di-film-daripada-tokoh-baik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

