<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Saya Membunuh Anak Saya</title>
	<atom:link href="http://id.theasianparent.com/articles/saya_membunuh_anak_saya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://id.theasianparent.com/articles/saya_membunuh_anak_saya</link>
	<description>The Online Home for Parents in Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Jun 2010 07:19:59 +0800</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Uci Gauthama</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/saya_membunuh_anak_saya/comment-page-2#comment-2210</link>
		<dc:creator>Uci Gauthama</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 08:32:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/saya_membunuh_anak_saya#comment-2210</guid>
		<description>Dear u....

Saya sedih sekali membaca cerita Anda. Saya adalah seorang ibu dari seorang putri kecil yang cantik. Dan saya amata sangat bersyukur dengan anugrah Allah ini. Ibu saya mempunyai 5 anak dengan berbagai macam keunikan dan kebandelan masing-masing, tapi ibu saya tidak pernah mengeluh dan tidak pernah menganggap kami MONSTER...seperti yang Anda sebut untuk lima buah hati Anda. 
Sebaiknya Anda saja yang steril, jangan menyalahkan suami Anda yang tidak mau di vasektomi. Kalau Anda memang ingin membatasi kehamilan kenapa bukan Anda yang berkorban??? Kenapa harus bayi tak berdosa Anda yang harus dikorbankan. Mungkin Anda bisa bilang bahwa sekarang Anda adalah sorang ibu dan istri yang bahagia......but sure, di hati kecil Anda pasti akan ada penyesalan sumur hidup karena Anda sudah membunuh bayi Anda.
Cobalah berpikir jernih......bagaimana jika Anda yang menjadi bayi korban aborsi dengan alasan yang teramat egois seperti yang Anda utarakan???????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear u&#8230;.</p>
<p>Saya sedih sekali membaca cerita Anda. Saya adalah seorang ibu dari seorang putri kecil yang cantik. Dan saya amata sangat bersyukur dengan anugrah Allah ini. Ibu saya mempunyai 5 anak dengan berbagai macam keunikan dan kebandelan masing-masing, tapi ibu saya tidak pernah mengeluh dan tidak pernah menganggap kami MONSTER&#8230;seperti yang Anda sebut untuk lima buah hati Anda.<br />
Sebaiknya Anda saja yang steril, jangan menyalahkan suami Anda yang tidak mau di vasektomi. Kalau Anda memang ingin membatasi kehamilan kenapa bukan Anda yang berkorban??? Kenapa harus bayi tak berdosa Anda yang harus dikorbankan. Mungkin Anda bisa bilang bahwa sekarang Anda adalah sorang ibu dan istri yang bahagia&#8230;&#8230;but sure, di hati kecil Anda pasti akan ada penyesalan sumur hidup karena Anda sudah membunuh bayi Anda.<br />
Cobalah berpikir jernih&#8230;&#8230;bagaimana jika Anda yang menjadi bayi korban aborsi dengan alasan yang teramat egois seperti yang Anda utarakan???????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: molina rae</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/saya_membunuh_anak_saya/comment-page-2#comment-2208</link>
		<dc:creator>molina rae</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 06:08:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/saya_membunuh_anak_saya#comment-2208</guid>
		<description>untuk ibu agung..mempunyai anak adalah dambaan bagi semua ibu di dunia ini. tp dalam merawat dan membesarkan mereka tidaklah mudah. jgn menghakimi ibu yg mengaborsi tadi secara sepihak. kita semua sangat prihatin pd kasus aborsi tersebut tapi sudahkah kita mencari apa penyebab aborsi. si ibu td jelas sdh merasa kelelahan dan stres sedangkan sang suami sama sekali tdk peduli akan hal tersebut, bahkan masih ingin nambah anak. jd ada baiknya sebagai pasangan suami istri yg saling mencintai, memperhatikan pasangan masing2 dan saling membantu dalam segala hal..mungkin ibu agung sangat beruntung memiliki suami yg begitu perhatian, syukurilah hal tersebut dan doakan ibu2 di seluruh muka bumi ini yg kurang beruntung agar diberi kekuatan dan ketabahan melalui hidup yg berat dan penuh tantangan..saya turut berduka atas kehilangan yg ibu rasakan..terimakasih..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untuk ibu agung..mempunyai anak adalah dambaan bagi semua ibu di dunia ini. tp dalam merawat dan membesarkan mereka tidaklah mudah. jgn menghakimi ibu yg mengaborsi tadi secara sepihak. kita semua sangat prihatin pd kasus aborsi tersebut tapi sudahkah kita mencari apa penyebab aborsi. si ibu td jelas sdh merasa kelelahan dan stres sedangkan sang suami sama sekali tdk peduli akan hal tersebut, bahkan masih ingin nambah anak. jd ada baiknya sebagai pasangan suami istri yg saling mencintai, memperhatikan pasangan masing2 dan saling membantu dalam segala hal..mungkin ibu agung sangat beruntung memiliki suami yg begitu perhatian, syukurilah hal tersebut dan doakan ibu2 di seluruh muka bumi ini yg kurang beruntung agar diberi kekuatan dan ketabahan melalui hidup yg berat dan penuh tantangan..saya turut berduka atas kehilangan yg ibu rasakan..terimakasih..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: joe</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/saya_membunuh_anak_saya/comment-page-2#comment-2206</link>
		<dc:creator>joe</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 03:36:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/saya_membunuh_anak_saya#comment-2206</guid>
		<description>Dari pengalaman org2 yg pernah melakukan hal seperti mbak, mrk dihantui seumur hidup dan pada saat diujung umur, itulah saat2 yg paling ... (maaf tdk tega menyebutnya). Dan kebetulan saya diberi kesempatan menyaksikan kehidupan mrk hingga meninggal. Mbak bukan org pertama dan (mungkin) juga bukan terakhir. Perbanyaklah mendekatkan diri pada Tuhan, semoga Tuhan dapat memaafkan apa yg Mbak lakukan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dari pengalaman org2 yg pernah melakukan hal seperti mbak, mrk dihantui seumur hidup dan pada saat diujung umur, itulah saat2 yg paling &#8230; (maaf tdk tega menyebutnya). Dan kebetulan saya diberi kesempatan menyaksikan kehidupan mrk hingga meninggal. Mbak bukan org pertama dan (mungkin) juga bukan terakhir. Perbanyaklah mendekatkan diri pada Tuhan, semoga Tuhan dapat memaafkan apa yg Mbak lakukan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: torasham</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/saya_membunuh_anak_saya/comment-page-2#comment-2203</link>
		<dc:creator>torasham</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 04:45:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/saya_membunuh_anak_saya#comment-2203</guid>
		<description>Sepertinya ada salah persepsi dalam diri bu Martha..
Anak adalah kekayaan yg terharga. Saya pribadi juga kurang setuju akan vasektomi tsb, karena biar bagaimanapun mencegah kehamilan = mencegah anugrah dari Tuhan.

Saya punya 5 anak yg jg jaraknya dekat, tetapi saya percaya bahwa ALLAH memberikan kita hidup yg cukup. Maksud saya, kalo anak kita cuman seorang, maka ALLAH pasti memberi kita rezeki untuk 3 orang demikian seterusnya. Ini anggapan pribadi saya. Mohon untuk diketahui, saya adalah pegawai administrasi rendahan...tapi sejauh ini baik2 saja dalam masalah ekonomi, karena saya percaya akan rahmat ALLAH.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sepertinya ada salah persepsi dalam diri bu Martha..<br />
Anak adalah kekayaan yg terharga. Saya pribadi juga kurang setuju akan vasektomi tsb, karena biar bagaimanapun mencegah kehamilan = mencegah anugrah dari Tuhan.</p>
<p>Saya punya 5 anak yg jg jaraknya dekat, tetapi saya percaya bahwa ALLAH memberikan kita hidup yg cukup. Maksud saya, kalo anak kita cuman seorang, maka ALLAH pasti memberi kita rezeki untuk 3 orang demikian seterusnya. Ini anggapan pribadi saya. Mohon untuk diketahui, saya adalah pegawai administrasi rendahan&#8230;tapi sejauh ini baik2 saja dalam masalah ekonomi, karena saya percaya akan rahmat ALLAH.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dhanny</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/saya_membunuh_anak_saya/comment-page-2#comment-2201</link>
		<dc:creator>dhanny</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 06:19:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/saya_membunuh_anak_saya#comment-2201</guid>
		<description>Menurut saya,suami anda sama bermasalahnya. Apa hubungannya anak dengan angka enam keberuntungan itu? Jika memang penganut katolik taat,mengapa percaya tahyul? Apakah dalam ajaran katolik diajarkan untyuk melakukan segala hal sesuai dengan &quot;angka keberuntunhan&quot;? Tidak heran si istri jd stres dan tega aborsi. Coba dilihat sehari2,bgaimana kontribusi sang ayah dalam membesarkan kelima anak yg lain.apa dia ikut bangun saat anaknya rewel di malam hari? Apa dia ikut menemani saat sang istri ysng sdh lelah mengurus empat nyawa kecil terpaksa terjaga jam 3 pg demi mnyusui anak yang kelima? Apakah sang suami pernah menanyakan si istri mengenai apa yang membuat istri bahagia? It took two for tango.rumah tangga tak bs dijalankan sndirian.jngan krena istri yg hamil dan melahirkan lalu dianggap perawatan dan pengasuhan anak adalah tanggung jawab ibu seorang.si ibu sampe aborsi juga ada tanggung jawab suami.memang,anak adlah anugerah dan jika tuhan sudah mengatakan &quot;jadilah&quot;,sebesar apaun usaha menolak tk. Mngkin berhasil.saran saya,ajak suami bicara mengenai kondisi anda.jika iya benar penganut katolik yabg baik,yg percaya bahwa istri ada untuk disayang dan dilindungi bukan untuk dijadikan pemuas nafsu dan ambisi serta obsesi sperti obsesi pd angka enam td,ia akan mengerti.andalah iobu,yang paling mengerti.tuhan membuat proses kehamilan dan kelahiran tidak mudah tentu ada sebabnya. Ia memberi dan mengambil kembali tentu ada pula sebabnya.yakinlah itu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya,suami anda sama bermasalahnya. Apa hubungannya anak dengan angka enam keberuntungan itu? Jika memang penganut katolik taat,mengapa percaya tahyul? Apakah dalam ajaran katolik diajarkan untyuk melakukan segala hal sesuai dengan &#8220;angka keberuntunhan&#8221;? Tidak heran si istri jd stres dan tega aborsi. Coba dilihat sehari2,bgaimana kontribusi sang ayah dalam membesarkan kelima anak yg lain.apa dia ikut bangun saat anaknya rewel di malam hari? Apa dia ikut menemani saat sang istri ysng sdh lelah mengurus empat nyawa kecil terpaksa terjaga jam 3 pg demi mnyusui anak yang kelima? Apakah sang suami pernah menanyakan si istri mengenai apa yang membuat istri bahagia? It took two for tango.rumah tangga tak bs dijalankan sndirian.jngan krena istri yg hamil dan melahirkan lalu dianggap perawatan dan pengasuhan anak adalah tanggung jawab ibu seorang.si ibu sampe aborsi juga ada tanggung jawab suami.memang,anak adlah anugerah dan jika tuhan sudah mengatakan &#8220;jadilah&#8221;,sebesar apaun usaha menolak tk. Mngkin berhasil.saran saya,ajak suami bicara mengenai kondisi anda.jika iya benar penganut katolik yabg baik,yg percaya bahwa istri ada untuk disayang dan dilindungi bukan untuk dijadikan pemuas nafsu dan ambisi serta obsesi sperti obsesi pd angka enam td,ia akan mengerti.andalah iobu,yang paling mengerti.tuhan membuat proses kehamilan dan kelahiran tidak mudah tentu ada sebabnya. Ia memberi dan mengambil kembali tentu ada pula sebabnya.yakinlah itu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: marina</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/saya_membunuh_anak_saya/comment-page-2#comment-2200</link>
		<dc:creator>marina</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 16:12:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/saya_membunuh_anak_saya#comment-2200</guid>
		<description>saya sekarang sedang hamil muda anak ke 6. Berat... sekali. Karena setiap hamil muda saya selalu &#039;morning sick&#039;. Saya dan suami sebenarnya ingin tidak punya anak lagi. Tapi kami menerima takdir itu karena yakin bahwa dari setiap keikhlasan menerima takdir Tuhan, pasti balasannya manis. Saya tidak keberatan punya anak, karena bagi saya bayi itu lucu. Saya sayang mereka walau kadang mereka membuat saya kesal. Tapi saya bisa berbangga ketika mereka berprestasi. Kami bukanlah orang kaya, tapi dari tahun ke tahun rezeki kami bertambah. Sehingga standar hidup kami, sama saja dari dulu sampai sekarang. Jadi boleh dibilang kami &quot;kaya&quot; anak. Biarlah, yang pasti harapanku sebagai ibunya, saya ingin anak2 saya bisa tampil membangun dunia (setidaknya dunia mereka sendiri), dan mereka akan berkata:&quot;Ibukulah yang memulai segala sesuatunya...&quot;. Kalau pun tidak, Tuhan Maha Melihat apa yang saya lakukan, mudah2an menjadi bekal di alam sana.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sekarang sedang hamil muda anak ke 6. Berat&#8230; sekali. Karena setiap hamil muda saya selalu &#8216;morning sick&#8217;. Saya dan suami sebenarnya ingin tidak punya anak lagi. Tapi kami menerima takdir itu karena yakin bahwa dari setiap keikhlasan menerima takdir Tuhan, pasti balasannya manis. Saya tidak keberatan punya anak, karena bagi saya bayi itu lucu. Saya sayang mereka walau kadang mereka membuat saya kesal. Tapi saya bisa berbangga ketika mereka berprestasi. Kami bukanlah orang kaya, tapi dari tahun ke tahun rezeki kami bertambah. Sehingga standar hidup kami, sama saja dari dulu sampai sekarang. Jadi boleh dibilang kami &#8220;kaya&#8221; anak. Biarlah, yang pasti harapanku sebagai ibunya, saya ingin anak2 saya bisa tampil membangun dunia (setidaknya dunia mereka sendiri), dan mereka akan berkata:&#8221;Ibukulah yang memulai segala sesuatunya&#8230;&#8221;. Kalau pun tidak, Tuhan Maha Melihat apa yang saya lakukan, mudah2an menjadi bekal di alam sana.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dian</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/saya_membunuh_anak_saya/comment-page-2#comment-2199</link>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 14:58:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/saya_membunuh_anak_saya#comment-2199</guid>
		<description>Saya bersyukur,ibu saya tidak punya pemikiran seperti anda,klo pun ibu saya punya pemikiran seperti anda,saya tetap bersyukur ibu saya tidak pernah melakukan aborsi karena saya adalah anaknya yang ke delapan dari sembilan bersaudara....dan saya pun telah menjadi seorang ibu...Semoga Allah mengampuni dosa2 anda......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bersyukur,ibu saya tidak punya pemikiran seperti anda,klo pun ibu saya punya pemikiran seperti anda,saya tetap bersyukur ibu saya tidak pernah melakukan aborsi karena saya adalah anaknya yang ke delapan dari sembilan bersaudara&#8230;.dan saya pun telah menjadi seorang ibu&#8230;Semoga Allah mengampuni dosa2 anda&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: novi</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/saya_membunuh_anak_saya/comment-page-2#comment-2198</link>
		<dc:creator>novi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 10:49:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/saya_membunuh_anak_saya#comment-2198</guid>
		<description>salam mbak,
saya tidak mau menyalahkan keputusan yang mbak ambil tetapi sangat sungguh disayangkan mbak melakukan aborsi. walaupun mungkin itu membuat mbak bahagia tetapi kenapa tidak mengendalikan kelahiran anak2 sebelumnya.Buat planning mau berapa punya anak? selain jeni2 kb yang disebutkan oleh mbak apakah pernah memakai spiral atau bila suami tidak mau divasektomi, apa mbak pernah konsul dengan dokter kandungan sebelumnya bagaimana mencegah kehamilan? karena saya punya teman, dia tidak boleh melahirkan lagi (setalah punya anak 3) dikarenakan ada darah tinggi. dokter menyarankan dia untuk disteril dan skrg dia sudah disteril dan teman saya adalah seorang Katolik yang taat. Sebelum melakukan hal tsb dia terlebih dahulu konsul dengan romo dan diperbolehkan. semoga apa yang sy share dapat menjadi masukan buat mbak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam mbak,<br />
saya tidak mau menyalahkan keputusan yang mbak ambil tetapi sangat sungguh disayangkan mbak melakukan aborsi. walaupun mungkin itu membuat mbak bahagia tetapi kenapa tidak mengendalikan kelahiran anak2 sebelumnya.Buat planning mau berapa punya anak? selain jeni2 kb yang disebutkan oleh mbak apakah pernah memakai spiral atau bila suami tidak mau divasektomi, apa mbak pernah konsul dengan dokter kandungan sebelumnya bagaimana mencegah kehamilan? karena saya punya teman, dia tidak boleh melahirkan lagi (setalah punya anak 3) dikarenakan ada darah tinggi. dokter menyarankan dia untuk disteril dan skrg dia sudah disteril dan teman saya adalah seorang Katolik yang taat. Sebelum melakukan hal tsb dia terlebih dahulu konsul dengan romo dan diperbolehkan. semoga apa yang sy share dapat menjadi masukan buat mbak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agung</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/saya_membunuh_anak_saya/comment-page-2#comment-1457</link>
		<dc:creator>agung</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 14:47:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/saya_membunuh_anak_saya#comment-1457</guid>
		<description>aduh.. rasanya miris sekali membaca tulisan mbak. ngeri membayangkan kalimat yang mbak keluarkan untuk menyebut ke 5 buah hati anda. perasaan saya meyakini anda tidak punya rasa kasih sedikitpun kepada mereka ,dengan menyebut mereka MONSTER. 6 tahun yang lalu saya melahirkan anak pertama saya, dalam 9 hari saya sudah kehilangan  dia.  walaupun hari ini saya sudah dikaruniai 2 orang putri yang sehat2 dan cantik tapi rasa sedih saya akan kehilangan anak saya yang pertama masih saya rasakan sampai saat ini. mbak syukurilah apa yang Tuhan telah berikan kepadamu, bukankah dalam kristus kita selalu diajarkan untuk saling mengasihi. kasihilah buah hatimu seperti kamu menyayangi dirimu sendiri. saya kelak mereka akan memberikan kebahagiaan yang berlimpah untuk dalam hidup anda. jangan sebut mereka monster, bagaimanapun mereka tumbuh dan berkembang itu semua bermula dari  bagaimana  cara anda merawat dan bagaimana anda mendidik mereka. mereka akan jadi jahat kalau anda mengajari mereka yang jahat dan mereka akan menjadi baik kalau anda mengajari mereka yang baik. ingatlah anak2 adalah jendela hati orang tuanya.biar kesalahan pertama tidak terulang kembali, seperti yang lain jua menyarankan lebih baik anda saja yang disteril. semoga anda barsedia menerima saran kami semua.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aduh.. rasanya miris sekali membaca tulisan mbak. ngeri membayangkan kalimat yang mbak keluarkan untuk menyebut ke 5 buah hati anda. perasaan saya meyakini anda tidak punya rasa kasih sedikitpun kepada mereka ,dengan menyebut mereka MONSTER. 6 tahun yang lalu saya melahirkan anak pertama saya, dalam 9 hari saya sudah kehilangan  dia.  walaupun hari ini saya sudah dikaruniai 2 orang putri yang sehat2 dan cantik tapi rasa sedih saya akan kehilangan anak saya yang pertama masih saya rasakan sampai saat ini. mbak syukurilah apa yang Tuhan telah berikan kepadamu, bukankah dalam kristus kita selalu diajarkan untuk saling mengasihi. kasihilah buah hatimu seperti kamu menyayangi dirimu sendiri. saya kelak mereka akan memberikan kebahagiaan yang berlimpah untuk dalam hidup anda. jangan sebut mereka monster, bagaimanapun mereka tumbuh dan berkembang itu semua bermula dari  bagaimana  cara anda merawat dan bagaimana anda mendidik mereka. mereka akan jadi jahat kalau anda mengajari mereka yang jahat dan mereka akan menjadi baik kalau anda mengajari mereka yang baik. ingatlah anak2 adalah jendela hati orang tuanya.biar kesalahan pertama tidak terulang kembali, seperti yang lain jua menyarankan lebih baik anda saja yang disteril. semoga anda barsedia menerima saran kami semua.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anonymous</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/saya_membunuh_anak_saya/comment-page-2#comment-1456</link>
		<dc:creator>anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 19:59:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/saya_membunuh_anak_saya#comment-1456</guid>
		<description>just to inform  u

abortion is &quot;a back up for contraception&quot; and thats the main idea for it

most country can accept abortion  before 12 weeks or 3 months. so there is no baby bone like in the sinetron or something like baby teeth can be found. if there was found some thing like that or it perform in older gestational age it calls fetocyde (fetal killing) not abortion or safe abortion

90% couples or women under going abortion is not an unmaried couples, prostitute, or cheating couples but married couples with the same problem as the lady we are talking about and sometimes due to madical problems.

the risk of pregnancy it self is more than twice abortion risk of mortality. still, pregnancy is a work of art that some of the problems is not 100% clearly understand worldwide. speak of the mortality rate of eclampsia (intoxication due to pregnancy), post partum haemorhage, infection, ect. and statistically, prengnancy is even more deadly than aircrash accident.   

there&#039;s no any fertility control method or contracepton that can reasure you for 100% guarantee for no pregnancy.

and do you know? IUD? do you think its not abortion? some of its type, is not preventing the conseption. its only prevent the implantation so the human zygote cannot stay in the womb and then die due to cannot perform implantation to the endometrium. so.... its your choice 

its not like the human thats want to play as god, but its the women it self has the right to choose about their life... please appreciate that</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>just to inform  u</p>
<p>abortion is &#8220;a back up for contraception&#8221; and thats the main idea for it</p>
<p>most country can accept abortion  before 12 weeks or 3 months. so there is no baby bone like in the sinetron or something like baby teeth can be found. if there was found some thing like that or it perform in older gestational age it calls fetocyde (fetal killing) not abortion or safe abortion</p>
<p>90% couples or women under going abortion is not an unmaried couples, prostitute, or cheating couples but married couples with the same problem as the lady we are talking about and sometimes due to madical problems.</p>
<p>the risk of pregnancy it self is more than twice abortion risk of mortality. still, pregnancy is a work of art that some of the problems is not 100% clearly understand worldwide. speak of the mortality rate of eclampsia (intoxication due to pregnancy), post partum haemorhage, infection, ect. and statistically, prengnancy is even more deadly than aircrash accident.   </p>
<p>there&#8217;s no any fertility control method or contracepton that can reasure you for 100% guarantee for no pregnancy.</p>
<p>and do you know? IUD? do you think its not abortion? some of its type, is not preventing the conseption. its only prevent the implantation so the human zygote cannot stay in the womb and then die due to cannot perform implantation to the endometrium. so&#8230;. its your choice </p>
<p>its not like the human thats want to play as god, but its the women it self has the right to choose about their life&#8230; please appreciate that</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
