Membesarkan Anak-anak yang Baik Hati

singaporeans helping each other
menolong seorang teman
 

Anak-anak kita adalah refleksi diri kita. Atau begitulah kata orang. Jika kita percaya itu, maka menyiapkan contoh yang baik sangat penting. Di mana dan bagaimana anak-anak Anda menunjukkan bahwa belas kasihan dan kebaikan hati berlaku sepanjang masa?

Rumah yang Manis

Amal dimulai di rumah. Siapa pun yang mengatakan hal itu, pasti tahu apa yang ia bicarakan. Bagaimana anak-anak Anda bersikap baik kepada orang lain jika mereka melihat Anda berlaku kejam pada pembantu atau hewan peliharaan? Banyak rumah tangga begitu bangga atas otoritas yang mereka pegang terhadap seorang pelayan. Saya telah menyaksikan banyak pembantu yang dipermalikan di depan umum, tidak boleh makan bersama keluarga di meja makan, dll. Mengapa memukul si Junior ewaktu dia menggigit si pembantu bila Anda sendiri melakukan hal yang sama secara lisan?

Yakinlah bahwa di rumah Anda melakukan hal-hal yang mendasar. Biarkan pembantu Anda makan di saat Anda makan. Biarkan dia memiliki cukup istirahat. Jika Anda benar-benar tidak ingin dia makan di luar dengan Anda, biarkan dia berjalan-jalan sementara keluarga Anda makan. Anda tidak hanya memperlakukan pembantu anda lebih baik namun disini Anda juga mengajar si Junior pelajaran dalam mengasihi.

Ketuk Tularkan

Tidak pernah ada hal sedemikian apabila seorang anak dianggap masih terlalu muda untuk melakukan perbuatan baik. Jika anak Anda bisa berjalan, berbicara dan berpikir, sekaranglah waktu yang baik selamanya.
Jelaskan kepada anak Anda kebahagiaan yang dirasakan karena perbuatan yang baik dan sikap tidak mementingkan diri yang terungkap pada diri seseorang. Tetapkan tujuan bagi mereka. Mendorong mereka untuk melakukan satu perbuatan baik sehari. Bisa dari sesuatu yang sederhana seperti membelai anjing peliharaan keluarga atau berterima kasih kepada tukang pos saat memberikan surat-surat setiap hari. Yang terbaik, tentang melakukan perbuatan baik, adalah ukuran tidak penting.

Seraya anak-anak pindah ke kelompok bermain atau TK, ajarkanlah mereka tentang ‘membayarkan lebih dulu’. Ketika anak Anda melakukan sesuatu yang baik pada teman di kelas, katakan padanya untuk berbisik kepada temannya untuk membayarkan lebih dulu dan melakukan sesuatu yang baik bagi orang lain. Anda tidak hanya mengajarkan anak Anda untuk melakukan perbuatan baik, tetapi Anda mengajar dia untuk menjadi rendah hati juga!

Dunia Sekarang

Sekarang dunia sedang menghadapi krisis. Tidak, aku tidak mengacu pada krisis ekonomi yang meredakan semangat semua orang. Aku sedang berbicara tentang cara di mana hampir semua orang terjebak dengan kebahagiaan palsu yang disediakan oleh kenikmatan materi. Ketika kita berebut untuk membeli rumah yang ‘lebih besar’ atau mobil yang ‘lebih bagus’, pikirkan lebih dulu cermin apa yang diperlihatkan dari tindakan seperti itu pada anak Anda yang berusia 5 atau 6 tahun. Bahwa materialisme sama dengan kekuasaan?

Apa yang kurang dari dunia itu bukanlah mobil atau rumah ataupun uang tunai. Kekurangannya ada pada kasih sayang manusia. Seperti kita menjejalkan keripik kentang ke dalam mulut dan menonton, tanpa mengedipkan kelopak mata pada gambar-gambar televisi bagaimana anak-anak Ethiopia tergeletak di pinggir jalan dengan luka yang terbuka, berjalan melewati anak di India yang memelas dan mengemis untuk satu sen, menatap anak kucing yang ekornya berdarah, kita mentransfer kurangnya rasa empati dan dalam serta padatnya rasa masa bodoh dalam diri anak-anak kita.

Di penghujung hari, itu bukanlah seberapa banyak yang telah Anda miliki tapi seberapa banyak Anda telah membantu dan itu adalah sesuatu yang harus tertanam dalam setiap anak.

Setuju dengan penulis? Apakah orangtua egois menghasilkan anak-anak egois? Berbagi komentar di kotak di bawah ini.

Silahkan bookmark artikel ini dengan media sosial, suara Anda adalah diperhatikan dan dihargai:

Share on Facebook

button1 share Membesarkan Anak anak yang Baik Hati


Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

http://id.theasianparent.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/email_48.png http://id.theasianparent.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_48.png http://id.theasianparent.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_48.png http://id.theasianparent.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_48.png http://id.theasianparent.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_48.png http://id.theasianparent.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_48.png http://id.theasianparent.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/linkedin_48.png

You will like these as well

theAsianparent Conversations. Jump in!

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

Spam protection by WP Captcha-Free

    Arsip TheAsianParent

    Latest 20, 21-40, 41-60, 61-80, 81-100

    Populer Sekali Stories

    Latest 20, 21-40, 41-60, 61-80, 81-100

    Mengikuti theAsianparent.com

    • Starhub Security

    • SpongeBob at Sea

    • Nestle Menu Planner

    • Sponsor

    • Find us on Facebook