Alergi Susu Sapi

Singaporean child drinking milk
space Alergi Susu Sapi
All Milked Up

penulis Amerika Jason Thurber pernah bercanda, “Dulu aku bangun pukul 04:00 dan mulai bersin, kadang-kadang aku bersin selama lima jam aku mencoba. Aku mencoba mencari tahu alergi apa yang kualami tapi akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa aku alergi terhadap bangun tidur.”Ah seandainya saja kita bisa sekadar mentertawakan alergi yang kita alami!

Kebanyakan dari kita tahu betapa mengerikannya bila kita mengalami ruam hanya karena salah makan – kacang, teronga tau bahkan minuman beralkohol yang memang diharamkan Tuhan. Buah terlarang bisa membuat kita terkapar di rumah sakit hanya karena sedikit bersentuhan dengan lidah kita. namun demikian biasanya kita menahan diri, menahan penderitaan dan mengabaikannya.

If we adults are stubborn to our own allergies, what more children? Tell a child not to eat prawns for it will swell his eyes, and you can see him stealing away in a corner, nibbling on prawn crackers. It’s every parent’s worse fear to have a child with even a slight allergic reaction to anything. If so, then having an infant develop a milk allergy must be an absolute nightmare!

Bila kita para orang dewasa bersikap membangkan kepada  alergi kita sendiri, apalagi  anak-anak?

Alergi makanan telah menjadi masalah internasional, menyebar mulai dari AS hingga ke Eropa, Asia dan belahan dunia lainnya. Penyebab utamanya adalah susu sapi. Statistik memperlihatkan bahwa di AS saja, hingga 2.5% bayi mengalami alergi terhadap susu. Di sini, di negara kita sendiri alergi semacam itu juga sama lumrahnya seperti di Amerika Utara.

Kecenderungan mengalami alergi biasanya adalah seseorang mengalaminya karena faktor keturunan, dinilai dari perilaku kolektif orangtua, ini akan mengakibatkan perbedaan. Contohnya bila Anda alergi terhadap selai kacang tetapi pasangan Anda tidak, maka ada peluang, tentu saja, anak Anda mungkin mengalami alergi yang serupa atau tidak. Namun alergi terhadap produk susu mungkin saja berasal dari salah satu orangtua.

Jadi apa saja tanda-tanda alergi terhadap susu sapi? Anda harus mencoba mengamati balita Anda dan bisa melihat apakah dia memiliki gejala alergi terhadap susu.

Kulit:- bercak merah/eksim

Saluran Garstrointestinal  - Muntah, terkadang diare

Saluran pernapasan  - bersin-bersin, hidung meler

Bila bayi/balita Anda  mengalami alergi susu sami, tenang saja!  Seiring berjalannya waktu, kebanyakan bayi akan sembuh dari alergi susu ini. Banyak penelitian sebelumnya memperlihatkan bayi ini dapat bertoleransi terhadap susu setelah berusia 4 tahun. Namun demikian secara kontradiktif penelitian sekarang ini memperlihatkan mereka mungkin tetap dapat mengalami alergi hingga usia 10 tahun. Bila itu terjadi, ya…tidak ada alasan karena di pasaran sudah ada susu pengganti. Ini boleh dibilang adalah pengakuan global terhadap kondisi serupa ini, dan karena itu Anda dapat menemukan susu pengganti di mana pun di dunia.

Di bawah ini adalah susu pengganti yang telah dipilih The AsianParent untuk membantu Anda membuat pilihan yang aman bagi bayi dan balita Anda.

Abbot’s Isomil 2 Advance Follow-On

Formula yang ringan ini adalah susu formula dari kedelai pertama di Asia yang baik untuk pertumbuhan dan ramah terhadap bayi sensitif. Formula kedelai ini sangat cocok untuk anak-anak yang mengalami alergi laktosa atau menderita diare.

Friso 1 – Soy Milk Powder

Susu formula berbasis kedelai ini bebas laktosa dan susu. Dapat diberikan pada bayi sejak lahir.

Nursoy Powder Milk

Susu bubuk bayi dari protein kedelai ini juga cocok untuk bayi sejak lahir dan seterusnya. Sengaja dibuat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dan anak-anak yang alergi laktosa, susu sapi atau menderita karena akibatnya.

Anda mungkin bisa saja menggantinya dengan susu alami. Pilihan yang umum adalah susu kambing, domba atau tajin. Namun demikian penggantinya ini mengandung protein yang sama sehingga bayi Anda mungkin tetap akan alergi. Oleh karena itu penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum mengganti ke pilihan yang ‘natural’.


Share on Facebook

button1 share Alergi Susu Sapi


Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

http://id.theasianparent.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/email_48.png http://id.theasianparent.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_48.png http://id.theasianparent.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_48.png http://id.theasianparent.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_48.png http://id.theasianparent.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_48.png http://id.theasianparent.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_48.png http://id.theasianparent.com/wp-content/plugins/sociofluid/images/linkedin_48.png

You will like these as well

Conversations

3 Responses to “Alergi Susu Sapi”
  1. Ritesh says:

    Here is an interesting source of information that poses an issue about soy based products.

    http://www.naturallifemagazine.com/0502/soy.htm

    And there are more such scientific evidence that prove soy products hold a degree of danger which is not being revealed in mainstream info mediums.

  2. Caron says:

    I would like to comment that Soy based formulas and products produce estrogen in children and can contribute to health issues later in life such as fat storage and tendency to diabetes.

    This is not an alternative to milk.

  3. Imran says:

    My son (now 19 months old) was diagnosed with cow’s milk allergy and we switched to soy alternative but after reading more and more articles regarding the health issues with soy products I am worried.

theAsianparent Conversations. Jump in!

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

Spam protection by WP Captcha-Free

    Arsip TheAsianParent

    Latest 20, 21-40, 41-60, 61-80, 81-100

    Populer Sekali Stories

    Latest 20, 21-40, 41-60, 61-80, 81-100

    Mengikuti theAsianparent.com

    • Starhub Security

    • SpongeBob at Sea

    • Nestle Menu Planner

    • Sponsor

    • Find us on Facebook