Cegukan Pada Bayi Berbahayakah?

Bayi Anda sering cegukan? Jangan cemas! Menurut sebuah artikel yang dibuat di tabloid Nakita, cegukan bukanlah kondisi yang harus dicemaskan. Seperti tertulis berikut ini:
*Sering Cegukan
Gangguan yang satu ini juga kerap bikin cemas para ibu. Padahal, “Cegukan pada bayi bukan merupakan tanda penyakit tertentu,” ujar Dr. Najib Advani, Sp.A, MMed. Paed. dari Bagian Kesehatan Anak FKUI RSUPN Cipto Mangunkusumo. Lain halnya dengan cegukan pada orang tua, bisa merupakan suatu gejala penyakit.
Cegukan pada bayi, terang Najib, terjadi karena ada kontraksi pada sekat rongga badan yang memisahkan rongga dada dan rongga perut (diafragma). Namun, apa penyebab munculnya kontraksi tersebut, hingga kini belum diketahui jelas.
Umumnya cegukan akan hilang sendiri dan tak berbahaya. Bayi cukup diberikan minum air hangat. Untuk bayi yang agak besar, berikan gula pasir tanpa dicairkan sebanyak satu sendok teh. Bila si bayi masih tetap cegukan, anjur Najib, bawalah ke dokter. Sebab, “Cegukan yang lama dapat mengganggu bayi. Misalnya, ia jadi rewel sampai tak mau makan. Kalau sudah nggak mau makan, tentunya si bayi bisa sakit.” Nanti dokter akan memberikan obat untuk mengurangi kontraksi pada sekat rongga badan sehingga cegukannya berhenti.
Oh ya, Anda juga bisa membaca sejumlah gangguan kecil yang biasa dialami bayi, di tautan berikut:
http://www.tabloid-nakita.com/artikel.php3?edisi=01030&rubrik=bayi






(+3 rating, 1 votes 444)








Facebook
Twitter