<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia parenting advice for orang tua, bayi, wanita, ibu, dan pasangan muda &#187; Nasihat</title>
	<atom:link href="http://id.theasianparent.com/articles/category/nasihat-orang-tua-indonesia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://id.theasianparent.com</link>
	<description>The Online Home for Parents in Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Jul 2010 09:00:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Anak Saya Kegemukan?</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/anak-saya-kegemukan</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/anak-saya-kegemukan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 04:31:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Dana Elliott Srither</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/01_is_my_child_overweight_dr_dana_eliott_srither_022</guid>
		<description><![CDATA[Anda cemas dengan dengan berat badan Anak Anda? Anda ingin tahu apakah berat badannya masih dalam batas normal? Dr Dana akan menjawab seluruh pertanyaan Anda.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2" width="20%" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #ffffff;"><strong><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000;"><strong><span style="font-size: x-small;"><img src="http://theasianparent.com/upload_folder_news/folder_767/file_1_overweight child.jpg" alt="TheAsianParent: Helping Parents in Singapore, Malaysia, Indonesia and Hong Kong" hspace="5" vspace="0" width="120" align="left" title="Anak Saya Kegemukan? " /></span></strong></span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>. Hi, anak perempuanku berusia 3 tahun. Belakangan ini saya agak cemas dengan berat badannya. Bisakah saya tahu apakah berat badannya memang masih dalam batas yang bisa diterima. Tingginya sekitar 99 cm dan beratnya 17 kg.<br />
</strong></p>
<p><strong> Jawaban </strong></p>
<p><span id="result_box"><span style="background-color: #ffffff;" title="Your child's weight for her height based on the World Health Organisation (WHO) Child Growth Standards is at the 91st percentile for her age, assuming that she is exactly 3 years old." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Berat badan anak Anda untuknya tinggi berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Pertumbuhan Anak Standar adalah di 91% , dengan asumsi bahwa usianya adalah tepat 3 tahun.</span></span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Her BMI measurement is 17.3 kg/m2, which when based on the WHO Child Growth Standards, is at the 89th percentile." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Pengukuran BMI nya adalah 17,3 kg/m2,  ketika didasarkan pada Standat Pertumbuhan Anak WHO , adalah di 89%.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Overweight is defined as a BMI of above 85th percentile but below 95th percentile, and obesity is defined as a BMI of above 95th percentile or 30 kg/m2." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Kegemukan didefinisikan sebagai BMI di atas 85% tapi di bawah 95%, dan obesitas didefinisikan sebagai BMI di atas 95% atau 30 kg/m2. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Severe obesity is considered as a subset of obese patients and is defined as a BMI at above 99th percentile, consistent with established guidelines." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"> Obesitas yang parah dianggap sebagai bagian dari pasien obesitas dan didefinisikan sebagai BMI di atas persentil 99, konsisten dengan pedoman mapan.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="So yes, your child is overweight." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Jadi ya, anak Anda kelebihan berat badan. </span><span title="But do not despair." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Tapi jangan putus asa. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="There is still time to teach your child, and your family, on what steps can be taken to combat this problem from progressing to the obesity range." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Masih ada waktu untuk mengajar anak Anda, dan keluarga Anda, pada apa yang dapat diambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini dari maju ke kisaran obesitas.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="In the near future, the main factors that will contribute to her weight issues will be mainly her diet and lifestyle." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dalam waktu dekat, faktor utama yang akan memberikan kontribusi untuk masalah berat badannya akan terutama pola makan dan gaya hidup. </span><span title="Her diet is heavily influenced by the rest of the family's eating habits as well as the types of food that is introduced in her school environment." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dietnya sangat dipengaruhi oleh anggota keluarga kebiasaan makan serta jenis makanan yang diperkenalkan di lingkungan sekolah. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="If she has a mainly sedentary lifestyle, it tends to be because of the rest of her family adopting that same lifestyle." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Jika dia memiliki gaya hidup terutama, hal itu cenderung karena seluruh keluarganya mengadopsi gaya hidup yang sama.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="This is worsen by the plentiful electronic game consoles like the Xbox, Playstations and Nintendos, that fixate the child to the spot, mesmerizing them to the lights and sounds on the screen." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Hal ini diperburuk oleh banyak konsol permainan elektronik seperti Xbox, Playstations dan Nintendos,yang membuat anak terpaku di tempat, karena  lampu dan suara pada layar. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="There are activities in her childcare environment that actually helps to motivate her to be physically active." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Ada kegiatan dalam lingkungan perawatan anak yang benar-benar membantu untuk memotivasi dirinya untuk menjadi aktif secara fisik. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="So try to bring the physical activities back into your home." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Jadi cobalah untuk membawa kegiatan fisik kembali ke rumah Anda.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="The family's eating habits, if they are not preparing home-cooked food most the time, is heavily influenced by the bombardment of food advertisements on screen, in the press and even online." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Kebiasaan makan, keluarga yang  tidak menyiapkan makanan yang dimasak di rumah-sebagian besar waktu,  maka akan sangat dipengaruhi oleh bombardir iklan makanan di layar, di media massa dan bahkan secara online.</span></p>
<p><span title="The impact of television advertisements on children's eating behaviour and health is very real." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dampak iklan televisi pada perilaku anak-anak makan dan kesehatan sangat nyata. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="In a study titled “Effect of television advertisements for foods on food consumption in children” in the April 2004 edition of the journal Appetite, researchers examined lean, over weight and obese children's ability to recognise eight food and eight non-food related adverts in a" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dalam sebuah penelitian berjudul &#8220;Efek dari iklan televisi untuk makanan pada konsumsi pangan pada anak-anak&#8221; dalam edisi di bulan April 2004 jurnal Appetite, para peneliti mengkaji  anak-anak yang ramping, kelebihan berat badan dan obesitas untuk mengenali delapan delapan makanan dan non-makanan iklan terkait dalam desain pengukuran berulang. </span><span title="repeated measures design." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"> </span><span title="Their consumption of sweet and savoury, high and low fat snack foods were measured after both sessions." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Konsumsi mereka manis dan lezat, tinggi dan rendah lemak makanan ringan diukur setelah kedua sesi tersebut. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Whilst there was no significant difference in the number of non-food adverts recognised between the lean and obese children, the obese children did recognise significantly more of the food adverts." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Sementara tidak ada perbedaan yang signifikan dalam jumlah iklan non-pangan diakui antara ramping dan anak-anak penderita obesitas, anak-anak penderita obesitas tidak mengakui secara signifikan lebih dari iklan makanan. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="The ability to recognise the food adverts significantly correlated with the amount of food eaten after exposure to them." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Kemampuan untuk mengenali iklan makanan secara signifikan berkorelasi dengan jumlah makanan yang dimakan setelah paparan kepada mereka. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="The overall snack food intake of the obese and overweight children was significantly higher than the lean children in the control (non-food advert) condition." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Keseluruhan asupan makanan ringan dari obesitas dan kelebihan berat badan anak secara signifikan lebih tinggi daripada anak-anak kurus di kontrol (non-makanan iklan) kondisi. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="The consumption of all the food offered increased post food advert with the exception of the low-fat savoury snack." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Konsumsi semua makanan yang ditawarkan meningkat posting iklan makanan dengan pengecualian yang rendah lemak kudapan sedap.</span></p>
<p><span title="These data demonstrate obese children's heightened alertness to food related cues." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Data ini menunjukkan anak-anak obesitas meningkat kewaspadaan isyarat terkait makanan. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Moreover, exposure to such cues induce increased food intake in all children." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Selain itu, paparan isyarat-isyarat seperti mendorong peningkatan asupan makanan pada semua anak. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Exposure to food adverts promotes consumption." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Paparan mempromosikan iklan makanan konsumsi.</span></p>
<p><strong><span title="Answered by:" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dijawab oleh:</span></strong></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Dr Dana Elliott Srither MBBS (Singapore), Grad Dip Family Medicine, is a certified Family Physician who believes in the principles of &quot;Get Well&quot; and &quot;Stay Well&quot;." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dr Dana Elliott Srither MBBS (Singapura), </span>Grad Dip Family Medicine, dokter Keluarga Bersertifikat yang percaya pada prinsip <a href="http://www.mydoctor4.me/">&#8220;Get Well&#8221; and </a><a href="http://www.myhealth4.me/"> &#8220;Stay Well&#8221;.</a></p>
<p><span title="Got a burning question?" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"> </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Drop an email to doctor@theasianparent.com and we'll get a Doctor from Singapore to reply back within a week." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"><br />
</span></p>
<p><a href="http://www.myhealth4.me/"><strong>Punya pertanyaan seru? Kirimkan email ke doctor@theasianparent.com dan kami akan meminta dokter dari Singapura untuk menjawab dalam tempo seminggu. </strong></a></p>
<p><!-- AddThis Button BEGIN --><a href="http://www.myhealth4.me/"></a></p>
<p><script type="text/javascript">// <![CDATA[
  addthis_pub  = 'roshni';
// ]]&gt;</script></p>
<p><a onclick="return addthis_sendto()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onmouseout="addthis_close()" href="http://www.addthis.com/bookmark.php"><img src="http://s9.addthis.com/button1-share.gif" border="0" alt="button1 share Anak Saya Kegemukan? " width="125" height="16" title="Anak Saya Kegemukan? " /></a><script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script></p>
<p><!-- AddThis Button END --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/anak-saya-kegemukan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghisap Jari</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/menghisap-jar</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/menghisap-jar#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 03:30:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Dana Elliott Srither</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/thumb_sucking_by_dr_dana_elliott_srither</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anak Anda suka menghisap jari? Dr. Dana Elliot Srither mungkin punya jawaban untuk menghentikan hal itu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2" width="20%" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #ffffff;"><strong><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000;"><strong><span style="font-size: x-small;"><img src="http://theasianparent.com/upload_folder_news/folder_673/file_1_geotrac060400050.jpg" alt="Kid sucking thumb" hspace="5" vspace="0" width="120" align="left" title="Menghisap Jari" /></span></strong></span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div class="s5"><img src="http://theasianparent.com/images/space.gif" alt="space Menghisap Jari" width="10" height="10" title="Menghisap Jari" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000; font-size: xx-small;"><strong>Thumb sucking can be stopped. </strong></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> Apakah menghisap jari bisa mengakibatkan masalah orthodontik di kemudian hari? Pertanyaan dijawab oleh  Dr Dana Elliott Srither. </strong></p>
<p><span id="result_box"><span style="background-color: #ffffff;" title="Infants and toddlers start sucking their fingers and thumbs as a means to explore the environment around them." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Bayi dan balita mulai mengisap jari-jari dan ibu jari mereka sebagai alat untuk mengeksplorasi lingkungan di sekitar mereka. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="It is an essential step in their development." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Ini merupakan langkah penting dalam perkembangan mereka.</span></span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="However, a handful of young children continue to suck their thumbs past the age of five or six." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Namun, beberapa anak muda terus mengisap ibu jari mereka melewati usia lima atau enam. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="These children need to be identified and treated before their thumb sucking leads to severe malocclusions (misalignment of teeth)." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anak-anak ini perlu diidentifikasi dan diobati sebelum mereka mengisap ibu jari mengarah ke parah malocclusions (misalignment gigi).</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Most experts agree that a thumb sucker younger than five shouldn't be pressured to stop." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Kebanyakan ahli setuju bahwa pengisap jempol yang berusia lebih muda dari lima tahun tidak boleh dipaksa untuk berhenti. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Most children will give up the habit on their own before they enter kindergarten." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Sebagian besar anak-anak akan menghentikan kebiasaan mereka sendiri sebelum mereka masuk TK.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="In fact, more than three-quarters of infants suck their thumbs or fingers through the first year of life." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Bahkan, lebih dari tiga-perempat bayi mengisap jempol atau jari mereka melalui tahun pertama kehidupan. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="A child usually turns to the thumb when bored, tired, or upset." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Seorang anak biasanya berubah menjadi penghisap ibu jari ketika bosan, lelah, atau marah. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="It is not uncommon to see a thumb sucker simultaneously engage in other behaviors, such as twirling a strand of hair, holding onto an ear, or rubbing a 'blankie'." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Hal ini tidak jarang melihat ibu jari secara bersamaan pengisap melakukan perilaku lain, seperti memutar-mutar sehelai rambut, memegang telinga, atau menggosok sebuah &#8216;Selimut&#8217;.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Chronic thumb sucking can cause large open bites and posterior cross bites (the constriction of the upper back teeth)." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Mengisap jempol kronis dapat menyebabkan gigitan terbuka besar dan gigitan silang posterior (penyempitan dari atas gigi belakang). </span><span style="background-color: #ffffff;" title="The effect of thumb-sucking depends on the child's age, the duration, consistency and force of the act." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Efek mengisap ibu jari tergantung pada usia anak, durasi, konsistensi dan kekuatan dari tindakan. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="If identified before the maxilla (upper arch) is completely formed, usually around age eight to nine, many of the occlusal problems due to thumb sucking can self-correct." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Apabila dikenali sebelum rahang atas (atas lengkungan) sudah benar-benar terbentuk, biasanya sekitar usia delapan sampai sembilan, banyak masalah karena occlusal mengisap ibu jari dapat mengoreksi diri. </span><span title="If, however, the habit is ignored or allowed to continue, then the dental malocclusion caused by thumb-sucking could require complex orthodontic treatment in the future." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Namun, jika kebiasaan ini diabaikan atau dibiarkan berlanjut, maka malocclusion gigi yang disebabkan oleh mengisap ibu jari bisa memerlukan perawatan Orthodontic kompleks di masa mendatang.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Breaking a habit is a much easier feat when the child is a willing participant." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Melanggar sebuah kebiasaan adalah hal yang jauh lebih mudah ketika anak bersedia berpartisipasi. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Many parents have success with a simple behavioral approach that engages the child in the process." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Banyak orang tua telah sukses dengan pendekatan perilaku sederhana yang melibatkan anak dalam proses.</span></p>
<p><span title="Here's how it works:" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Berikut adalah cara kerjanya:</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="First, do not mention about the thumb sucking for one month." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Pertama, tidak menyebutkan tentang mengisap ibu jari selama satu bulan. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="If finger-sucking is part of a power struggle, not mentioning it may help extinguish the behavior." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Jika jari-mengisap merupakan bagian dari perebutan kekuasaan, tidak menyebutkan hal itu mungkin membantu memadamkan perilaku. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Next, buy a poster board and stickers to make a &quot;progress chart&quot;." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Berikutnya, membeli papan poster dan stiker untuk membuat &#8220;kemajuan bagan&#8221;. </span><span title="Offer a prize at the end of each week for no sucking -- and a larger reward at the end of the month." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Menawarkan hadiah pada akhir setiap minggu untuk tidak mengisap &#8211; dan hadiah yang lebih besar pada akhir bulan. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Make sure that your child has an active role in the plan; for example, decide together how many slip-ups he's allowed each week and have him choose the stickers and place them on the chart." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Pastikan bahwa anak Anda memiliki peran aktif dalam rencana misalnya, memutuskan bersama-sama berapa banyak slip-up dia diperbolehkan setiap minggu dan minta dia memilih stiker dan menempatkannya pada tabel.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="It may also be helpful to place a bitter-tasting liquid on the nail (not directly on the finger), especially at night, as a reminder not to suck." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Mungkin juga akan membantu untuk menempatkan cairan rasa pahit pada paku (tidak langsung pada jari), terutama pada malam hari, sebagai pengingat untuk tidak mengisap. </span><span title="Products for this purpose are sold over the counter, but home remedies can be just as effective." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Produk untuk tujuan ini dijual bebas (OTC) , tetapi pengobatan rumah bisa sama efektif. </span><span title="Perfume is a good source." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Parfum adalah sumber yang bagus. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Each night for two weeks, get the child to choose a bottle of perfume from your collection." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Setiap malam selama dua minggu, mendapatkan anak untuk memilih botol parfum dari koleksi Anda. </span><span title="Place a dab at the tip of his finger." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Oleskan secuil di ujung jari. </span><span title="They may find the taste disgusting." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Mereka mungkin menemukan rasa menjijikkan. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Mittens, gloves, or a finger-splint may also be worn at night." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Sarung tangan juga dapat dipakai di malam hari. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="It may take six weeks or more to successfully break the habit." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Mungkin akan memerluka  enam minggu atau lebih untuk berhasil menghentikan kebiasaan.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="While your child is trying to change his or her behavior, it's essential to give lots of praise and support: an extra cuddle, a special outing, playing a new game together." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Saat anak anda sedang mencoba untuk mengubah tingkah lakunya, sangatlah penting untuk memberikan banyak pujian dan dukungan: ekstra berpelukan, jalan-jalan khusus, bermain permainan baru bersama-sama.Waspadalah terhadap </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Be aware of situations that might promote thumb sucking, like TV or riding in the car." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">situasi yang mungkin mempromosikan mengisap jempol, seperti TV atau mengendarai mobil.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="If this program doesn't work, don't despair." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Jika program ini tidak berhasil, jangan putus asa. </span><span title="Breaking a longstanding habit is difficult and some children may need additional help." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Melanggar kebiasaan yang berlangsung lama sulit dan beberapa anak mungkin perlu bantuan tambahan. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Talk to your child's dentist, who may recommend oral appliances that go by names like &quot;palatal bar&quot; and &quot;crib&quot; and come in either fixed or removable versions." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Bicaralah dengan dokter gigi anak Anda, yang dapat merekomendasikan lisan peralatan yang pergi dengan nama-nama seperti &#8220;palatal bar&#8221; dan &#8220;buaian&#8221; dan datang baik tetap atau dilepas versi.</span></p>
<p><span title="Answered by:" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"><strong>Dijawab oleh:<br />
</strong><br />
</span><span style="background-color: #ffffff;" title="Dr Dana Elliott Srither MBBS (S'pore), Grad Dip Family Medicine, is a certified Family Physician who believes in the principles of &quot;Get Well&quot; and &quot;Stay Well&quot;." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dr Dana Elliott Srither MBBS (S&#8217;pore), Grad Dip Family Medicine, adalah Dokter Keluarga bersertifikat yang percaya pada prinsip-prinsip</span><a href="http://www.mydoctor4.me/"> &#8220;Get Well&#8221; and </a><a href="http://www.myhealth4.me/"> &#8220;Stay Well&#8221;.</a><br />
<span id="result_box"><span style="background-color: #ffffff;" title="Dr Dana Elliott Srither MBBS (S'pore), Grad Dip Family Medicine, is a certified Family Physician who believes in the principles of &quot;Get Well&quot; and &quot;Stay Well&quot;." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"> </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Drop an email to doctor@theasianparent.com and we'll get a Doctor reply back within a week." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"><br />
</span></span></p>
<p><a href="http://www.myhealth4.me/"><strong>Punya pertanyaan seru? Kirimkan email ke doctor@theasianparent.com dan kami akan meminta dokter menjawab dalam tempo seminggu</strong></a></p>
<p><!-- AddThis Button BEGIN --></p>
<p><script type="text/javascript">// <![CDATA[
 addthis_pub  = 'roshni';
// ]]&gt;</script></p>
<p><a onclick="return addthis_sendto()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onmouseout="addthis_close()" href="http://www.addthis.com/bookmark.php"><img src="http://s9.addthis.com/button1-share.gif" border="0" alt="button1 share Menghisap Jari" width="125" height="16" title="Menghisap Jari" /></a><script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script></p>
<p><!-- AddThis Button END --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/menghisap-jar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sihir Penghargaan</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/sihir_enghargaan</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/sihir_enghargaan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 05:57:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faridah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Anak yang lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Kelakuan Anak Lebih Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Kesengsaraan proses bertindak sebagai orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Memperkaya]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat Dari Orang Tua Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Waktu Kwalitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=4742</guid>
		<description><![CDATA[Kadang-kadang anda bisa mendengar orang-tua berbicara, "Baik, mereka siapa?" Kami bekerja begitu keras untuk memberi makan mereka, rumah mereka, mereka sebaiknya berterima kasih kami!” hati-hati baik akrab kepada anda? Saya tidak mengenal anda, tetapi saya adalah salah satu yang perlu dididik untuk mencintai anak saya tanpa syarat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4741" title="appreciating" src="http://theasianparent.com/new/wp-content/uploads/2009/10/appreciating-150x150.jpg" alt="appreciating 150x150 Sihir Penghargaan" width="150" height="150" />Dua orang anak perempuan saya di dapur berjam-jam. Mereka berdua menolak untuk membiarkan saya maupun suami saya masuk sedangkan mereka sibuk di kerja. Kedengarannya seperti mereka sedang memasak angin topan! Akhirnya mereka menghasilkan nampan kue cangkir yang paling bagus yang pernah saya lihat. Coklat yang diatasi dengan surat hijau dan biru yang berwarna-warni diatur ke dalam dengan kalimat: &#8220;Ibu dan Ayah kami mencintai anda dari kami&#8221;.</p>
<p>Kami sangat bahagia dan sangat rayu. Kue sangat enak. Tanpa Keragu-raguan saya mengatakan, &#8220;saya begitu diberkati, terima kasih gadis untuk menaruh usaha banyak memasakan kue ini bagus dan enak, Aku Sayang Kamu juga!&#8221; Saya cukup yakin mereka merasa dihargai untuk usaha mereka kedua dihabiskan. Kue ialah bonus, nilai nyata terletak di cinta kami meraba.</p>
<p>Kegembiraan sebenarnya melihat mereka begitu dekat, menikmati, membicarakan dan bekerja sama di dapur. Saya percaya ini adalah orang-tua yang mana ingin untuk melihat dan pengalaman &#8212; pertalian tulus di antara keturunan mereka dan tentu saja ucapan tanpa batas cinta mereka mempunyai bagi kami.</p>
<p>Saya berterima kasih sehari-hari. Bagi kami untuk mempunyai hubungan penyayang ini seperti pengairan tanaman sehari-hari. Kami sudah belajar membuat hubungan dengan pelukan dan komunikasi positif. Saya melihat mereka melakukan sesuatu tepat dan saya cepat untuk memuji mereka. Dengan mengakui mereka kami mengeluarkan potensi kebaikan mereka dan menguatkan mereka. <em>Kami menunjukkan bahwa kami menghargai mereka tidak oleh prestasi akademis mereka tetapi hal kecil dilakukan mereka sehari-hari.</em><em> </em></p>
<p>Beberapa tahun lalu, saya dengan tak sadar waspada terhadap hal &#8217;salah&#8217; dan menumpukan di seperti itu kelakuan. Tidak ada pengakuan positif dan kekurangan pasti penghargaan atas bagian saya. Saya mesti menghadiri banyak seminar dan percakapan radio atas proses bertindak sebagai orang tua serta kursus perkembangan diri untuk mengerti pentingnya hal yang sangat sederhana suka mengatakan, &#8220;Aku Sayang Kamu&#8221;; &#8220;Terima Kasih, saya begitu diberkati.&#8221;</p>
<p>Kadang-kadang anda bisa mendengar orang-tua berbicara, &#8220;Baik, mereka siapa?&#8221; Kami bekerja begitu keras untuk memberi makan mereka, rumah mereka, mereka sebaiknya berterima kasih kami!” hati-hati baik akrab kepada anda? Saya tidak mengenal anda, tetapi saya adalah salah satu yang perlu dididik untuk mencintai anak saya tanpa syarat.</p>
<p>Bagaimana saya melakukannya? Saya belajar mencintai sendiri. Saya hilang &#8216;ketua-tuaan&#8217; saya dan melupakan pengkondisian tua.<br />
<em>Saya frustrasi dengan kehidupan saya karena saya mencoba begitu keras memperbaiki anak saya lebih baik daripada membereskan sendiri. </em>Saya memikirkan terlalu banyak mengenai mereka. Saya belajar tentang kebebasan anak. Saya tahu itu sulit, tetapi waktu anda dilepaskan, mereka mau datang ke anda. Kalau anda berpegang pada mereka mereka tidak bisa nafas dan merasa dilemaskan. Anda mungkin berpikir, &#8220;saya tidak ingin mereka salah&#8221;. Baik kebenaran ialah, kesalahan menolong kami belajar. Lebih baik daripada menyuruh mereka ke kursus, saya menghadiri di kursus dan berganti sendiri. Karena saya mencintai mereka, saya sudah belajar mempunyai jiwa dan itu mempunyai baru saja. Mereka diberi cukup bebas untuk membuat keputusan dan mempelajari ketrampilan kehidupan lain. Saya mencintai sendiri dan oleh karena itu saya mempunyai lebih banyak cinta untuk memberi mereka sejak saya dipenuhi. Pekerjaan saya akan menuntun mereka, dan cinta mereka tidak menguasai mereka tergantung ide bentuk saya.</p>
<p>Dolly Yeo adalah pelatih kepala dan pendiri Mindset Coaching yang berspesialisasi dalam hidup yang melatih. Dia adalah Results Certified Coach (Australia) dan seorang anggota Federasi Pelatih Internasional, Singapura. Dia adalah juga Active Parenting Certified Leader serta Certified Parent Facilitator for Parenting Workshops. Anda bisa mencari tentang  Dolly Yeo dan Mindset Coaching di http://www.mindset-coaching.com atau untuk berlangganan laporan berkala bebasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/sihir_enghargaan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengertian Kelakuan Anak-anak (Sebagian 3 Rentetan Pelatih- Orang-tua)</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/pengertian-kelakuan-anak-anak-sebagian-3-rentetan-pelatih-orang-tua</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/pengertian-kelakuan-anak-anak-sebagian-3-rentetan-pelatih-orang-tua#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 03:03:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kenny Toh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak yang lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan Anak Yang Lebih Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Anak lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=4762</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu tantangan untuk orang tua ada bagaimana memilihara kelakuan negatif anak-anak mereka. Apa yang cara untuk menghadapi kemarahan anak anda dalam lingkungan umum? Bagaimana cara berhenti saudara kandung tidak berkelahi bersama? ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4761" title="angry boy" src="http://theasianparent.com/new/wp-content/uploads/2009/10/angry-boy-150x150.jpg" alt="angry boy" width="150" height="150" />Salah satu tantangan untuk orang tua ada bagaimana memilihara kelakuan negatif anak-anak mereka. Apa yang cara untuk menghadapi kemarahan anak anda dalam lingkungan umum? Bagaimana cara berhenti saudara kandung tidak berkelahi bersama? Apa cara mencabut anak remaja dari komputer dan meluangkan waktu untuk pelajaran sekolah? Pelatihan memberikan alat-alat yang baru untuk pemeriksaan kelakuan anak-anak kita dan menemukan cara-cara yang baru untuk mengakibatkan perubahan yang positif. Begini, ada tiga pemandangan yang segar tentang kelakuan jika bisa berubah cara anda pengalaman anak anda.</p>
<p><strong>1. Wujud anak lebih luas dari pada hanya kelakuan Dia.</strong><br />
Kelakuan adalah perwujudan luar pikiran dan emosi. Selain kelakuan mereka, anak-anak mempunyai kepercayaan, nilai-nilai, aspirasi, keinginan, nafsu, minat, ketakutan dan lain lain. Mengenali bahwa wujud anak-anak kita lebih luas dari hanya kelakuan yang penting. Jika kita bisa menolak kelakuan negatif anak-anak kita, itu penting bahwa kita lanjut menerima anak-anak kita pikiran dan emosi mereka walaupun kita tidak setuju dengan mereka.</p>
<p><strong>2. Setiap Kelakuan Digerakkan Bermaksud Yang Positif.</strong><br />
Setiap kelakuan menjadi alat untuk anak melaksanakan sesuatu, dengan sadar atau tanpa sadar. Kemarahan mungkin ada usaha oleh mereka untuk mendengar keinginan mereka atau apa mau mereka inginkan. Memukul saudara mereka mugkin menjadi alat untuk menegaskan batas pribadi mereka. Bercakap-cakap dengan teman-teman lewat komputer mungkin menjadi saluran untuk memuaskan kebutuhan sosial mereka yang paling penting untuk hampir semua remaja dari pada pelajaran mereka. Dari panduan anak, semua maksud ada &#8216;positif&#8217;. Tapi ada beberapa kelakuan dengan akibat yang negatif (Contoh, Tidak belajar di sekolah dan mengalami kegagalan di ujian sekolah).  Tantangan kita mencari pengertian tentang maksud yang lebih dalam  anak kita.</p>
<p><strong> 3. Kelakuan apapun yang tersedia menjadi pilihan terbaik untuk anak pada batas waktu.</strong><br />
Anak-Anak dan remaja melihat dunia lewat pandangan yang berbeda dari pada orang dewasa. Aksi mereka seringkali menjadi terbatas oleh karena itu, mereka merasa pilihan yang batas dalam pandangan dunia yang batas tergantung mereka. Oleh karena itu, mereka memilih pilihan baik berdasarkan kepercayaan bahwa pilihan ini dapat memuaskan, tidak apa apa jika pilihan ini ada pandir atau buruk.  Anak kecil yang baru belajar berjalan mungkin dikondisikan oleh perawat dia untuk kepercayaan bahwa kemarahan salah satu cara untuk memuaskan  kebutuhan dia. Ada alternatif, yaitu hidup dengan kekecewan dia. Tetapi, mungkin ada suatu anak menemukan bahwa menjadi lucu dan pantas cara lebih cocok untuk memuaskan kebutuhan dia.</p>
<p>Peran kita adalah membantu anak-anak kita memperluas pilihan mereka sehingga memperkaya dunia mereka dan memungkinkan mereka memeuaskan kebutuhan mereka dari kelakuan yang positif. Contoh, kami bisa bertanya anak kami dengan keinginantahu &#8220;Saya ingin tahu apa yang anda bisa selesaikan dengan tindakan ini?&#8221; Dalam proses ini, kami menimbulkan daya cipta dan kepanjangan akal daya mereka dalam menemukan cara yang baru untuk memusakan kebutuhan mereka tak gangguan.</p>
<p>Anak-anak, lebih mungkin adopsi kelakuan yang baru dilahirkan sendiri oleh mereka, dibanding kelakuan dituntut oleh kami. Kelakuan yang benar dan  senantiasa bisa keluar dari diri mereka. Sebagai pelatih, kunci untuk membantu anak-anak kami berubah kelakuan mereka yang positif perlu pengertian maksud didalam mereka dan memandu mereka untuk memeriksa pilihan yang baru tentang aksi untuk memuaskan kebutuhan mereka secara positif.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/pengertian-kelakuan-anak-anak-sebagian-3-rentetan-pelatih-orang-tua/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengorbanan Bukanlah Cinta!</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/pengorbanan-bukanlah-cinta</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/pengorbanan-bukanlah-cinta#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 06:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kenny Toh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kesengsaraan proses bertindak sebagai orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=4737</guid>
		<description><![CDATA[Garis batas antara cinta dan pengorbanan seringkali tidak jelas, namun perbedaan antara kedua hal ini sangat dapat memengaruhi pengalaman seseorang sebagai orangtua. Kita sering mendengar orangtua mengeluh: "Bagaimana mungkin kau melakukan ini kepadaku setelah semua pengorbanan yang kulakukan untukmu?"]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4736" title="sacrifices" src="http://theasianparent.com/new/wp-content/uploads/2009/10/sacrifices1-150x150.jpg" alt="sacrifices1 150x150 Pengorbanan Bukanlah Cinta!" width="150" height="150" /> Kebanyakan orangtua mendapatkan dorongan yang kuat dari keinginan mencintai. Banyak di antara mereka bersedia melakukan apa pun untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anak mereka. Kini semakin banyak kalangan profesional, baik pria maupun wanita, yang rela menukar karier mereka yang menjanjikan untuk menjadi pengasuh purna waktu bagi anak-anak mereka (istri saya adalah salah satunya). Jumlah ibu dan ayah yang tinggal di rumah selama purna waktu kini semakin meningkat tajam.</p>
<p>Beberapa orang menganggap hal ini sebagai pengorbanan, sementara orang lain menganggap tindakan itu sebagai perwujudan dari rasa cinta. Garis batas antara cinta dan pengorbanan seringkali tidak jelas, namun perbedaan antara kedua hal ini sangat dapat memengaruhi pengalaman seseorang sebagai orangtua. Kita sering mendengar orangtua mengeluh: &#8220;Bagaimana mungkin kau melakukan ini kepadaku setelah semua pengorbanan yang kulakukan untukmu?&#8221;</p>
<p>Lumrah saja bagi seorang anak untuk membalas ucapan itu dengan polis (dan akan terlihat sebagai sikap yang tidak tahu berterimakasih): &#8220;Memangnya kapan saya  meminta Anda berkorban untukku?&#8221;</p>
<p>Kata-kata anak seringkali mengandung kebenaran. Kebenaran biasanya menyakitkan.  Dan seringkali penyebab dari rasa sakit hati atau penderitaan kita itu bersumber pada konsepsi kita yang keliru tentang realita. Kabar baiknya adalah mengetahui kebenaran akan sangatlah melegakan. Hal itu dapat membukakan mata kita untuk melihat hal-hal dari perspektif baru  dan untuk melakukan tindakan baru untuk mewujudkan pengalaman yang kita inginkan.</p>
<p>Berkorban berarti meninggalkan atau merelakan sesuatu yang bernilai tinggi demi hal-hal lain yang seseorang anggap lebih berharga. <em>Orangtua seringkali salah memahami pengorbanan dengan cinta yang tanpa mementingkan diri sendiri (selfless love), padahal pada kenyataannya, pengorbanan adalah aksi untuk melayani diri sendiri (self -serving act) yang didorong oleh hasrat seseorang untuk mencapai sesuatu yang dia idealkan. </em>Pada saat kita mulai menghargai tindakan pengorbanan sebagai tindakan memilih untuk mendedikasikan waktu dan energi seseorang untuk melakukan sesuatu yang kita anggap lebih penting dari yang lain, maka terbukti sebuah pengorbanan tidaklah bersifat &#8216;tidak mementingkan diri sendiri&#8217; (selfless). Yang lebih sering terjadi adalah , pengorbanan adalah tindakan melayani diri sendiri (self-serving) yang membantu menghilangkan rasa bersalah karena tidak dapat memenuhi idealisme diri sendiri tentang apa yang dilakukan atau semestinya dilakukan  oleh orangtua yang &#8216;baik&#8217;.</p>
<p>Namun demikian, self-serving atau melayani diri sendiri tidak selalu berarti negatif. Sangatlah manusiawi untuk melakukan hal-hal sesuai hasrat untuk mencari kesenangan dan menghindari penderitaan. Mencintai anak sendiri adalah bentuk lain dari melayani diri sendiri yang dapat melahirkan rasa bahagia. Kita memiliki kemampuan untuk mencintai dan butuh dicintai. Menjadi orangtua mempresentasikan kita dengan sejumlah peluang untuk mewujudkan rasa mencintai, sedangkan pernikahan memenuhi kebutuhan untuk dicinta.</p>
<p>Rasa cinta orangtua pada anak seringkali disebut sebagai bentuk cinta yang paling &#8216;murni&#8217;. Untuk mencintai seorang anak sudah pasti berarti menerima mereka apa adanya. Dengan kata lain untuk menerima mereka apa adanya (dengan segala kekurangan), apa pun kondisinya. Namun demikian kita cenderung menyangkalkan anak kita di bagian-bagian yang juga kita sangkal dari diri sendiri, biasanya secara tidak sadar. Kelanjutannya adalah kemampuan menerima anak-anak kita sebagaimana apa adanya, biasanya mungkin terjadi apabila kita sendiri sudah menerima diri sendiri sebagaimana apa adanya.</p>
<p>Bukanlah rahasia untuk mengatakan bahwa mencintai anak-anak harus diawali dengan mencintai diri sendiri. Kebajikan ini telah dikenal orang sejak ribuan tahun lalu. Buddha pernah mengatakan &#8220;Kau, dirimu sendiri, seperti halnya mahluk lain di seluruh jagad raya, berhak untuk mendapatkan rasa cinta dan kasih sayang darimu sendiri.&#8221; Yesus juga mengajarkan kepada kita untuk &#8220;mencintai tetanggamu sebagaimana mencintai diri sendiri&#8221;. <em>Sebelum kita dapat mencintai dan menerima diri sendiri secara utuh, bagimana mungkin kita dapat mencintai anak-anak kita dengan sepenuh hati? </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/pengorbanan-bukanlah-cinta/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggeretakkan Gigi</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/grinding_teeth_answered_by_dr_betty_mok</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/grinding_teeth_answered_by_dr_betty_mok#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 02:26:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Betty Mok</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/grinding_teeth_answered_by_dr_betty_mok</guid>
		<description><![CDATA[Anakku yang hampir 3 tahun selalu menggeretakkan giginya saat dia tidur. Kebiasaan ini dimulai sejak dia berusia dua tahun. Dapatkah saya dijelaskan apa penyebabnya? Apakah membahayakan? 

Dr. Betty Mok from NUH replies. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Anakku yang hampir 3 tahun selalu menggeretakkan giginya saat dia tidur. Kebiasaan ini dimulai sejak dia berusia dua tahun. Dapatkah saya dijelaskan apa penyebabnya? Apakah membahayakan? Apakah ada obatnya? </strong></p>
<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2" width="20%" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #ffffff;"><strong><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000;"><strong><span style="font-size: x-small;"><img src="http://theasianparent.com/upload_folder_news/folder_253/file_1_2127697_blog.jpg" alt="theAsianparent Image" hspace="5" vspace="0" width="200" align="left" title="Menggeretakkan Gigi" /></span></strong></span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div class="s5"><img src="http://theasianparent.com/images/space.gif" alt="space Menggeretakkan Gigi" width="10" height="10" title="Menggeretakkan Gigi" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000; font-size: xx-small;"><strong>Beauty is power; a smile is its sword &#8211; Charles Reade</strong></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Menggeretakkan gigi selagi tidur, lazim terjadi pada anak-anak. Penyebabnya tidak jelas, tetapi mestinya multifaktor. Biasanya berkaitan dengan berbagai faktor lain seperti stres emosi atau fisik, posisi tidur, bentuk gigi yang tak beraturan atau keselarasannya dan bahkan alergi.</p>
<p>Kebanyakan anak tidak lagi melakukan kebiasaan ini setelah berusia 9-13 tahun tanpa perawatan khusus. Karena itu masalah seperti ini biasanya ditangani secara konservatis saja melalui upaya untuk meyakinkan anak dan observasi reguler.</p>
<p>Dalam banyak kasus, tindakan sederhana seperti mengurangi stres anak, terutama sebelum waktu tidur, dapat membantu. Misalnya lakukan sesuatu yang agak menenangkan dibandingkan menstimulasi anak sebelum tidur, dan hindari memberikan berbagai aktivitas saat anak akan tidur. Jangan bangunkan anak kapan pun Anda mendengar dia menggeretakkan giginya karena itu justru membuatnya stres. Pindahkan saja posisinya sedikit karena biasanya dapat membuatnya berhenti menggeretakkan gigi. Untuk anak Anda yang berusia 3 tahun, langkah ini sudah cukup.</p>
<p>Namun demikian apagila kebiasaan menggeretakkan gigi itu sangat parah dan terjadi terus menerus, maka bisa mengakibatkan masalah seperti aus-nya gigi, coptonya penambal gigi, rasa nyeri di sendi rahang, sakit kepala, atau nyeri pada otot wajah di pagi hari. Gigi mungkin menjadi sensitif dan goyang. Bila anak menderita simptom ini, dokter akan memeriksa dan menyelaraskan kelainan oklusi yang dapat mengakibatkan kebiasaan itu. Dokter dapat membuatkanplat gigit yang dapat dipakai anak saat tidur untuk mencegah penggunaan gigi berlebihan dan menghilangkan kekauan pada sendi dan otot rahang.</p>
<p>Namun demikian plat seperti itu harus disesuaikan dan diganti secara reguler bila dipakai oleh anak untuk mengakomodasi pertumbuhan rahang dan perkembangan pertumbuhan tubuh. Dalam kasus yang serius, harus dilakukan langkah untuk mengatasi masalah psikologis yang belum diketahui penyebabnya yang mungkin menggelisahkan anak dan cobalah juga untuk menghilangkan kemunginan penyebab lain seperti alergi.</p>
<p><strong>Dijawab oleh :</strong></p>
<p>Dr Betty Mok</p>
<p>Konsultan Senior</p>
<p>Department of Preventive Dentistry</p>
<p>National University Hospital, Singapore</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/grinding_teeth_answered_by_dr_betty_mok/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gigi Geripis dan Gigi Geripis Karena Botol Susu</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/gigi-geripis-dan-gigi-geripis-karena-botol-susu</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/gigi-geripis-dan-gigi-geripis-karena-botol-susu#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 09:24:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Chong Ker Shin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/tooth_decay_milk_bottle_decay_dr_chong_ker_shin</guid>
		<description><![CDATA[Apa bedanya gigi geripis dengan gigi geripis karena minum dari botol susu? Konsultan dokter gigi, Dr Chong Ker Shin menjawabnya]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apa bedanya antara gigi geripis dengan gigi geripis karena kebiasaan minum dengan botol susu?<br />
</strong></p>
<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2" width="20%" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #ffffff;"><strong><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000;"><strong><span style="font-size: x-small;"><img src="http://theasianparent.com/upload_folder_news/folder_26/file_1_731904_high.jpg" alt="Tooth Decay" hspace="5" vspace="0" width="200" align="left" title="Gigi Geripis dan Gigi Geripis Karena Botol Susu" /></span></strong></span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div class="s5"><img src="http://theasianparent.com/images/space.gif" alt="space Gigi Geripis dan Gigi Geripis Karena Botol Susu" width="10" height="10" title="Gigi Geripis dan Gigi Geripis Karena Botol Susu" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000; font-size: xx-small;"><strong>Gigi Geripis<br />
</strong></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Gigi geripis (terjadinya pengeroposan/cavities gigi) adalah penyakit gigi utama yang terjadi karena terlalu banyak mengonsumsi makanan manis atau yang mengandung gula. Terlalu banyak minum minuman bersoda, squash dan jus juga dapat mengakibatkan erosi gigi karena minuman ini banyak mengandung asam sitrus.</p>
<p>Gigi geripis karena botol susu mengacu pada pengertian gigi geripis yang meluas karena Anda membiarkan akan menghisap puting atau sebotol susu atau minuman manis selama jangka waktu lama. Sisa kandungan susu/gula yang tertinggal di mulut untuk jangka waktu lama akan dengan cepat mengakibatkan gigi geripis.</p>
<p>Sebaiknya jangan membiarkan bayi minum jus dan biarkan anak-anak minum jus hanya saat makan. Cobalah untuk menyapih bayi dari ASI atau botol susu ketika dia sudah berusia 1 tahun. Perlahan gantilah susu atau minuman bergula bila bayi perlu minum dari botol sebelum tidur.</p>
<p><strong>Dijawab Oleh </strong></p>
<p>Dr Chong Ker Shin,</p>
<p>Konsultan Dokter Gigi ,</p>
<p>Atria-Pan Dental Group.</p>
<p><strong>Punya pertanyaan seru? Kirim email ke doctor@theasianparent.com dan kami akan meminta dokter menjawab surat Anda dalam tempo seminggu.</strong></p>
<p><!-- AddThis Button BEGIN --></p>
<p><script type="text/javascript">// <![CDATA[
addthis_pub  = 'roshni';
// ]]&gt;</script></p>
<p><a onclick="return addthis_sendto()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onmouseout="addthis_close()" href="http://www.addthis.com/bookmark.php"><img src="http://s9.addthis.com/button1-share.gif" border="0" alt="button1 share Gigi Geripis dan Gigi Geripis Karena Botol Susu" width="125" height="16" title="Gigi Geripis dan Gigi Geripis Karena Botol Susu" /></a><script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script></p>
<p><!-- AddThis Button END --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/gigi-geripis-dan-gigi-geripis-karena-botol-susu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makanan Sehat Untuk Mencegah Hipertensi</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/makanan-sehat-untuk-mencegah-hipertensi</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/makanan-sehat-untuk-mencegah-hipertensi#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 03:29:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu-ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[anti darah tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[makanan sehat]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=7731</guid>
		<description><![CDATA[Konsumsi makanan-makanan sehat yang dapat menghindari diri dari Hipertensi yang juga dapat memicu penyakit jantung. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-7735" title="Onions" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/11/Onions-150x150.jpg" alt="Onions 150x150 Makanan Sehat Untuk Mencegah Hipertensi" width="150" height="150" /><br />
Sebagai ibu, Anda tentu tahu betapa pentingnya peran kita dalam mengurus keluarga. Ibu adalah tiang keluarga, sehingga sangatlah penting untuk memerhatikan kesehatannya. Salah satu gangguan kesehatan yang kerap mendera ibu adalah hipertensi.  Ini tak boleh dipandang enteng karena tekanan darah tinggi atau hipertensi yang melebihi 140/90 adalah salah satu faktor risiko pemicu penyakit jantung. Tekanan darah yang tinggi akan menghambat aliran darah, sehingga jantung terpaksa harus bekerja keras. Dalam proses inilah, otot jantung akan mengalami penebalan. Jika dibiarkan, otot jantung makin melar dan akhirnya mati. Perubahan di pembuluh jantung seperti ini akan membuat pembuluh jantung mudah mengalami penyempitan dan penumpukan plak. Untuk menghindarinya, konsumsi saja beberapa makanan di bawah ini.</p>
<p>Seledri<br />
Seledri sudah lama digunakan pakar pengobatan oriental sebagai anti-hipertensi. Setiap hari Anda sedikitnya harus makan 4 pucuk seledri untuk menjaga tekanan darah. Boleh juga dibuat jus agar mudah diminum.</p>
<p>Bawang Putih dan Bawang Bombai.<br />
Bawang putih kerap dijuluki &#8216;obat ajaib&#8217; untuk jantung, karena bermanfaat bagi seluruh sistem kardiovaskular. Hasil studi menunjukkan pasien hipertensi yang diberi sesiung bawang putih setiap hari selama 12 minggu dapat menurunkan tekanan diastolik dan kolesterol. Kurang suka dengan aroma bawang putih? Campurkan sana irisan bawang bombai ke dalam masakan.</p>
<p>Tomat<br />
Tomat mengandung GABA (gamma-amino butyric acid), yang dapat menurunkan tekanan darah. Coba pula mengonsumsi brokoli yang bermanfaat serupa.</p>
<p>Rempah Segar<br />
Tukar garam dengan cincangan rempah segar seperti oregano, jintan, lada hitam, thyme, dan daun salam. Masakan Anda pun tak akan terasa &#8216;anyep&#8217; di lidah tetapi tetap sehat. Bila memungkinkan gunakan rempah yang segar.  Rempah-rempah ini juga mengandung banyak antioksidan yang dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan.</p>
<p>Yogurt<br />
Ganti menu sarapan atau camilan Anda dengan yogurt. Dibandingkan susu rendah lemak, yogurt mengandung 50% lebih banyak kalsium dan potasium yang dapat menurunkan tekanan darah. Mereka yang mengonsumsi kedua mineral ini dan menjaga asupan garam, terbukti berhasil menurunkan tekanan darah sistolik dan diastoliknya. Anda yang bertekanan darah normal pun dapat memanfaatkannya, karena semakin mendekati angka tekanan darah yang sehat (120/80), jantung akan semakin sehat. Jika tak suka yogurt, cobalah mencampurkannya ke dalam makanan kesukaan Anda. Semisal bubur havermut, sup atau minuman cokelat panas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/makanan-sehat-untuk-mencegah-hipertensi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perawatan Ibu setelah Kelahiran Bayi Untuk Mata Kaki dan Kaki Bengkak</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/perawtan-ibu-setelah-kelahiran-bayi-untuk-mata-kaki-dan-kaki-bengkak</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/perawtan-ibu-setelah-kelahiran-bayi-untuk-mata-kaki-dan-kaki-bengkak#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 08:58:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Dana Eliott</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemeliharan Postpartum]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu-ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=4695</guid>
		<description><![CDATA[If you are suffering from swollen ankles and feet, there is little you can do except wait for the swelling to decrease. However here are some simple remedies you can try to alleviate some of the discomfort.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4694" title="swollen feet" src="http://theasianparent.com/new/wp-content/uploads/2009/10/swollen-feet-150x150.jpg" alt="swollen feet" width="150" height="150" />Pertambahan aneh cairan dalam mata kaki atau kaki dinamakan sebagai <em>peripheral edema</em> yang biasa di ibu melahirkan bayi. Jika anda penyakit  mata kaki dan kaki bengkak, tidak ada cara banyak untuk mengurangi kondisi itu kecauli menunggu untuk bengkak diturun. Tapi, ada cara yang mudah, anda bisa mencari mengurangi ketidaksenangan.</p>
<p><strong>Mengangkat Kaki Anda </strong>-  Beristirahat kaki anda atas ganjal, kotak atau tumpukan buku waktu anda duduk. Cara ini akan keluarkan cairan dari mata kaki dan kaki anda.</p>
<p><strong>Jangan Bersilang Kaki Anda </strong> &#8211; Duduk dengan silang kaki bisa menyebabkan kumpulkan cairan dalam kaki anda. Ingat duduk dengan kaki anda datar atas lantai.</p>
<p><strong>Jangan Makan Makanan Asin</strong> &#8211; Makanan Asin menyebab anda menyimpan air dalam badan anda, cari diturunkan makan makanan asin sedapat mungkin. Itu termasuk makanan siap, juga makanan asin seperti kacang asin dan biskit tipis asin.</p>
<p><strong>Berjalan-jalan </strong> &#8211; Jika anda duduk di meja anda setiap kali sehari, memastikan kesempatan berjalan-jalan sewaktu isitrahat sehingga peredaran anda mengambil dorongan. Pada waktu tertentu, melentur jari kaki anda dan berputar mata kaki anda sehingga darah dan cairan anda gerak di badan anda.</p>
<p><strong>Memakai Celana Ketat</strong> &#8211; Walaupun kaos ketat bisa dipotong kaki bengkak anda, Celana ketat akan sungguh-sungguh membantu turunkan kaki bengkak. Jika anda penyakit Kaki bengkak, mencari cara ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/perawtan-ibu-setelah-kelahiran-bayi-untuk-mata-kaki-dan-kaki-bengkak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Putraku Mengalami Sembelit</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/my_son_has_constipation</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/my_son_has_constipation#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 07:23:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Dana Elliott Srither</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/my_son_has_constipation</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anak Anda mengalami konstipasi yang berat? Anda sedang mencari solusinya?  Dr Dana Eliott Srither menjawab semua pertanyaan Anda. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #ffffff;"><strong><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000;"><strong><span style="font-size: x-small;"><img src="http://theasianparent.com/upload_folder_news/folder_725/file_1_constipation.jpg" alt="TheAsianParent: Helping Parents in Singapore, Malaysia, Indonesia and Hong Kong" hspace="5" vspace="0" width="120" align="left" title="Putraku Mengalami Sembelit" /></span></strong></span></strong></span><strong>Putraku yang berusia 2 tahun mengalami masalah konstipasi/sembelit yang sangat parah. Dia tidak bisa buang air secara normal tanpa diberi 10 ml laksatif setiap malam. Apakah dokter bisa menganjurkan pengobatan tertentu? Mohon bantuannya.</strong><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #ffffff;"><strong><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000;"><strong><span style="font-size: x-small;"> </span></strong></span></strong></span></p>
<p>Seorang anak mengalami konstipasi atau tidak, bukanlah dilihat dari seberapa sering ia buang air atau seberapa susah ia berusaha, melainkan konsistensi dari tinjanya. Seorang anak mengalami konstipasi bila dia mengeluarkan tinja yang keras dan kering seperti kelereng. Namun bila tinjanya secara konsisten dikeluarkan dalam bentuk cairan, lembek atau pasta maka dia tidak mengalami konstipasi. Menangis saat mengejan, perdarahan dari anus, rasa sakit perut dan nafsu makan yang berkurang merupakan tanda-tanda anak mengalami konstipasi.</p>
<p>Berbagai alasan konstipasi:</p>
<p><strong> Kurang Cairan<br />
</strong></p>
<p><span id="result_box"><span style="background-color: #ffffff;" title="Is your child gaining appropriate amounts of weight for his age? Is he passing lots of urine?" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Apakah anak Anda memperoleh jumlah berat badan yang sesuai untuk usianya? Apakah dia melewati banyak urin?</span></span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="If the answer is no, he may not be getting enough fluid in the form of food or formula and this can lead to constipation." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Jika jawabannya tidak, dia mungkin tidak akan mendapatkan cukup cairan dalam bentuk makanan atau susu formula dan ini dapat menyebabkan sembelit.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Depending on the climate, a formula fed child may not need extra fluids until he commences solids. However, if you live in a warmer climate, offering water (in addition to formula) is often recommended at an earlier age." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Tergantung pada iklim, seorang anak susu formula mungkin tidak membutuhkan cairan tambahan makanan padat hingga ia dimulai. Namun, jika Anda tinggal di iklim yang lebih hangat, menawarkan air (selain susu formula) sering dianjurkan pada usia dini.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Check how you are preparing his formula. Make sure you are adding the correct number of scoops of formula powder to water, as recommended by the manufacturer. Take care not to overfill or tightly pack the formula powder in the scoop. This can lead to a" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Periksa bagaimana Anda menyiapkan susu formula. Pastikan Anda menambahkan jumlah yang benar sendok bubuk susu formula air, seperti yang direkomendasikan oleh produsen. Berhati-hatilah untuk tidak memenuhi sendok atau memadatkan takarannya melebihi yang dianjurkan. Hal ini dapat mengakibatkan </span><span title="more concentrated formula resulting in constipation." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">lebih terkonsentrasi formula mengakibatkan sembelit.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="The type of milk formula" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"><strong>Jenis susu formula</strong><br />
Mengganti ASI dengan Susu Formula</span><span style="background-color: #ffffff;" title="Switching formula (or switching to cows milk) can lead to a change in stool consistency, resulting in either constipation or loose runny poop. Most often this change is only temporary, until your child's tummy gets used to the new formula." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"> (atau beralih ke susu sapi) dapat mengakibatkan perubahan konsistensi tinja, menyebabkan sembelit atau longgar baik meler kotoran. Paling sering perubahan ini hanya bersifat sementara, sampai perut anak Anda terbiasa dengan formula baru.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Some types and brands of formula are more constipating than others. If constipation continues to be a problem for your little one, it may be necessary to change formula." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Beberapa jenis dan merek susu formula lebih sembelit daripada yang lain. Jika sembelit terus menjadi masalah bagi si kecil Anda, Anda mungkin perlu untuk mengubah formula.<strong> </strong></span></p>
<p><strong> </strong> <span style="background-color: #ffffff;" title="New foods" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"><strong>Makanan baru </strong></span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Some foods are more constipating than others. If your child passes a firm, dry, pebbly poop, think back to what he's eaten in the previous 24 hours. Did you offer him a new food? If there's something you can identify, wait until his" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Beberapa makanan yang lebih sembelit daripada yang lain. Jika anak Anda lewat sebuah perusahaan, kering, berkerikil kotoran, pikirkan kembali apa yang dia makan dalam 24 jam. Apakah Anda menawarkan makanan baru? Jika ada sesuatu yang Anda dapat mengidentifikasi, tunggu hingga </span><span style="background-color: #ffffff;" title="constipation has cleared, then try offering it in smaller amounts next time." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">sembelit telah dibersihkan, lalu mencoba menawarkan dalam jumlah yang lebih kecil waktu berikutnya.<strong><br />
</strong> </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Low Fibre" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"><strong>Kurang Serat</strong></span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Fibre is only found in plant foods such as cereals, fruits and vegetables. It's not the milk itself that cause this, it's simply that the child fills up on milk which means he will have no appetite for other foods which provide fibre." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Serat ini hanya ditemukan di pabrik makanan seperti sereal, buah-buahan dan sayuran. Ini bukan susu itu sendiri yang menyebabkan ini, ini hanyalah bahwa anak mengisi susu yang berarti ia tidak akan memiliki nafsu makan untuk makanan lain yang menyediakan serat<strong>.</strong></span></p>
<p><strong> </strong> <span style="background-color: #ffffff;" title="Food intolerance" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"><strong>Alergi Makanan </strong></span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Persistent constipation can be a sign of milk or food intolerance" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Sembelit terus-menerus dapat menjadi tanda intoleransi susu atau makanan</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="You can undertake simple steps to reverse the constipation episodes :" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anda dapat melakukan langkah-langkah sederhana untuk membalikkan sembelit episode:</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Increasing the amount of water offered." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Meningkatkan jumlah air yang ditawarkan.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Add some form of sugar to a child's diet. The sugar works by drawing additional fluid into child's bowel to soften the stools. Sugar can come from fruit, in the form of fructose or sorbitol or sucrose from sugar cane." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Tambahkan beberapa bentuk gula ke makanan anak. Gula bekerja dengan tambahan menarik cairan ke usus anak untuk melunakkan tinja. Gula dapat berasal dari buah, dalam bentuk fruktosa atau sorbitol atau sukrosa dari tebu.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="You can take other steps to minimize the occurrence of constipation problems:" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anda dapat mengambil langkah-langkah lain untuk meminimalkan terjadinya masalah sembelit:<br />
<strong><br />
</strong></span><span style="background-color: #ffffff;" title="Tummy massage" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"><strong>Pijat perut </strong></span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="A child's large bowel sits in his abdomen in one large loop. Poop travels around his large bowel in a clockwise direction. To assist him to expel gas that can occur with constipation, it's best to follow the natural path of his large bowel." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Seorang anak usus besar duduk di perutnya dalam satu lingkaran besar. Poop bergerak di sekitar usus besar searah jarum jam. Untuk membantu dia untuk mengusir gas yang dapat terjadi dengan sembelit, sebaiknya mengikuti jalur alami dari usus besar.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Put some oil on your hands and gently massage his abdomen (the area under his ribs) in a clockwise direction using long stroking actions. Alternate this with lifting his knees and the 'bicycle' motion." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Menaruh minyak di tangan Anda dan dengan lembut memijat perut (daerah di bawah tulang rusuk) searah jarum jam menggunakan tindakan membelai panjang. Alternatif ini dengan mengangkat lutut dan &#8217;sepeda&#8217; gerak.<br />
</span><span style="background-color: #ffffff;" title="Proper toilet training" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"><strong>Latihan buang air besar yang benar</strong></span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Children who are toilet trained should get in the habit of sitting on the toilet for five to ten minutes after breakfast and again after supper. Many families have very busy schedules and their children are not in the habit of &quot;making time&quot; to pass bowel movements" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anak-anak yang dilatih toilet harus membiasakan duduk di toilet selama lima sampai sepuluh menit setelah sarapan dan sekali lagi setelah makan malam. Banyak keluarga memiliki jadwal yang sangat sibuk dan anak-anak mereka tidak terbiasa &#8220;membuat waktu&#8221; lewat buang air besar </span><span title="." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="By establishing regular &quot;bathroom times&quot; after meals, we take advantage of intestinal contractions that occur after we eat. These contractions are often called the &quot;gastro-colic reflex&quot; and they explain why some people pass bowel movements every morning after breakfast or every evening" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dengan mendirikan biasa &#8220;kamar mandi kali&#8221; setelah makan, kita mengambil keuntungan dari kontraksi usus yang terjadi setelah kita makan. Kontraksi ini sering disebut &#8220;kolik refleks gastro-&#8221; dan mereka menjelaskan mengapa beberapa orang lewat buang air besar setiap pagi setelah sarapan atau setiap malam </span><span style="background-color: #ffffff;" title="after supper. It is also useful to establish regular bathroom times after breakfast and after supper because many children are completely unwilling to pass bowel movements at school (just as many adults are unwilling to go to pass bowel movements at work)." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">setelah makan malam. Hal ini juga berguna untuk mendirikan kamar mandi kali setelah sarapan dan setelah makan malam, karena banyak anak yang sama sekali tidak bersedia lewat buang air besar di sekolah (seperti banyak orang dewasa tidak mau pergi ke lewat buang air besar di tempat kerja).</span></p>
<p><span title="Answered by:" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"><strong>Dijawab oleh: </strong></span></p>
<p><span title="Dr Dana Elliott Srither MBBS (Singapore), Grad Dip Family Medicine, is a certified Family Physician who believes in the principles of &quot;Get Well&quot; and &quot;Stay Well&quot;." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dr Dana Elliott Srither MBBS (Singapura), Grad Dip Kedokteran Keluarga, adalah Dokter Keluarga bersertifikat yang percaya pada prinsip-prinsip &#8220;Get Well&#8221; dan &#8220;Stay Well&#8221;.<br />
<strong><br />
</strong></span><strong><span style="background-color: #ffffff;" title="Got a burning question? Drop an email to doctor@theasianparent.com and we'll get a Doctor from Singapore to reply back within a week." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Punya pertanyaan seru? Kirim email ke doctor@theasianparent.com email ke dan kami akan meminta meminta  Dokter dari Singapura untuk membalas kembali dalam waktu seminggu. </span></strong></p>
<p><script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script></p>
<p><!-- AddThis Button END --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/my_son_has_constipation/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

