<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia parenting advice for orang tua, bayi, wanita, ibu, dan pasangan muda &#187; Anak Istimewa</title>
	<atom:link href="http://id.theasianparent.com/articles/category/keperluan-khusus-indonesia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://id.theasianparent.com</link>
	<description>The Online Home for Parents in Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Jul 2010 09:00:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Teknologi Terbaru Mendeteksi Dini Autisma</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/teknologi-terbaru-mendeteksi-dini-autisma</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/teknologi-terbaru-mendeteksi-dini-autisma#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 07:37:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Istimewa]]></category>
		<category><![CDATA[Autis]]></category>
		<category><![CDATA[anak dengan sindroma autisma]]></category>
		<category><![CDATA[autisma]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi terkini mendeteksi autisma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=7602</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa teknologi terbaru untuk mendeteksi autisma secara dini. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/11/1185102_happy1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-7603" title="1185102_happy" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/11/1185102_happy1-150x150.jpg" alt="1185102 happy1 150x150 Teknologi Terbaru Mendeteksi Dini Autisma " width="150" height="150" /></a>Teknologi Terbaru Untuk Mendeteksi Dini Autisma?</p>
<p>Mengikuti jejak  pendahulunya Hans Asperger dan Leo Kanner yang mempelopori penelitian mengenai autisma, banyak ilmuwan di dunia terus menerus mencoba menguak misteri tentang sindroma yang disandang oleh sekitar 35 juta orang di seluruh dunia ini.</p>
<p>Di Amerika misalnya sejak tahun 1997 terdapat program penelitian Autism Genetic Research Exchange yang mengumpulkan data genetik terbesar diAmerika untuk mempelajari autisme. Para ilmuwan di sini menurut penasehat sains utamanya Dr. Dan Geschwind kini telah dapat mengetahui gen-gen mana saja yang mengakibatkan autisme. “Sejauh ini tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi anak-anak yang memiliki risiko autisme. Jika risiko itu diketahui sejak dini, maka penanganannya juga bisa dilakukan sedini mungkin sehingga hasilnya akan lebih maksimal, kata Geschwind  yang juga profesor psikiatri, neurologi dan genetika manusia di David Geffen School of Medicine.</p>
<p>Penelitian lain yang dilakukan oleh Mel Rutherford, seorang profesor psikologi dari Faculty of Science, McMaster University. Rutherford juga tak kalah menarik. Seperti diberitakan oleh Science Daily,  Rutherford menggunakan Eye Tracker Technology yang dapat mengukur arah gerakan mata bayi saat menatap ke wajah, mata dan bola yang memantul di layar komputer. “Dengan teknologi ini sekarang kita dapat mendeteksi gejala-gejala autisma dengan mengukur gerakan arah mata pada bayi berusia 9-12 bulan,” kata Rutherford dalam Annual International Meeting for Autism Research di London.</p>
<p>Penelitian lain dilakukan oleh Profesor Florence Levy dari UNSW, School of Psychiatry. Dalam  riset yang dimuat dalam Journal od Psychiatry di Australia dan New Zealand,  Levy mengatakan autisma dapat dideteksi lebih dini dengan memadukan teori psikologis dan biologis mengenai autisma.  Penelitian terhadap otak dinilainya dapat memberikan penjelasan yang dapat membantu teori psikologis seperti Theory of  Mind dalam mempelajari autisma. Perpaduan ini dapat membuat para dokter dan psikiater mampu medeteksi kondisi-kondisi autisma, seperti Aspergers Disorder pada tahap yang terdini.  “Proses penanganan yang terbaik, sesuai kondisi anak dapat lebih cepat dilakukan. Orangtua yang cemas dengan kondisi anaknya juga bisa cepat mendapatkan penjelasan yang terperinci.”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/teknologi-terbaru-mendeteksi-dini-autisma/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terapi Pendamping untuk anak-anak dengan sindroma Autisma</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/terapi-pendamping-untuk-anak-anak-dengan-sindroma-autisma</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/terapi-pendamping-untuk-anak-anak-dengan-sindroma-autisma#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 09:30:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Istimewa]]></category>
		<category><![CDATA[Autis]]></category>
		<category><![CDATA[anak dengan autisma]]></category>
		<category><![CDATA[autisma]]></category>
		<category><![CDATA[terapi pendamping]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=7596</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa terapi ini dapat membantu Anda merawat dan mendidik anak dengan sindroma autisma.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-7597" title="1174822_boy" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/11/1174822_boy-150x150.jpg" alt="1174822 boy 150x150 Terapi Pendamping untuk anak anak dengan sindroma Autisma" width="150" height="150" />Sama seperti yang yang dilakukan aktris Hollywood  Jenny McCarthy dalam mencari penyembuhan untuk putranya Evan, banyak orangtua kerap mencari terapi-terapi pendamping yang bisa membantu. Anda mungkin sudah pernah dengan dengan terapi-terapi seperti Terapi Balur untuk mendetoksifikasi tubuh dari logam, Terapi musik, bahkan Terapi Lumba-lumba. Sejauh mana efektivitasnya, memang masih perlu dibuktikan oleh ilmu pengetahuan. Namun, beberapa terapi di bawah ini dapat setidaknya membantu meringankan kondisi dan memaksimalkan potensi buah hati Anda.</p>
<p>1.	Terapi dengan Naturopati:  Penanganan autisme dengan pendekatan Naturopati belakangan ini mulai popular dilakukan. Dalam seminar “Naturophatic Approach to Autism Management”, nutrisionist G. Sarravanan ND, CH, CHT, D.Nutr, D.MLD, AdHRM mengatakan ada beberapa bahan makanan alami yang dapat digunakan sebagai phytotherapi (terapi dengan tumbuhan) seperti Bawang Putih, Kunyit dan Elderberry.  Makanan yang dikonsumsi pun harus diatur. Misalnya harus menghindari makanan yang diawetkan dan atau mengandung gluten (tepung-tepungan) dan Kasein. Agar sistem kekebalan tubuhnya lebih kuat, anak-anak dengan autisma dapat dibantu dengan mengasup Vitamin C dan bioflavonoids, seperti dari buah elderberry. Dengan bantuan naturopatis, tubuh anak-anak dengan autisma dapat didetoksifikasi dari zat-zat metal seperti barium, cadmium, dan cobalt dengan menggunakan sejenis tanaman rumput laut. Untuk menguatkan kemampuan memori otak Sarravanan menganjurkan untuk mengonsumsi Ginko Bilba, Golden Root dan Biji Anggur.<br />
Informasi lebih lanjut:<br />
Center of Integrated Medicine: 400 Orchard Road, #17-06, Orchard Towers,  Singapore. Telp. +6596759420</p>
<p>2.	Tetha Healing: Terapi ini kini sudah bisa dilakukan di Indonesia. Menurut Al Falaq Arsendatama, MIT dari Anahata Wellness Center,  Tetha Healing dapat membantu orangtua untuk memahami pikiran anak penyandang autis  yang umumnya ‘berkelana’ ke mana-mana. Saat diterapi praktisi Tetha Healing akan mencoba ‘membaca’ pikiran si anak, dan kemudian membantu ‘menerjemahkannya’ ke dalam bahasa yang umum. “Ketika melakukan reading, gelombang otak praktisi berada pada posisi tetha, sedangkan anak yang diterapi berada dalam posisi beta. Dengan begitu, kita akan tahu jalan pikiran anak, apa yang dinginkannya sehingga bisa dimaksimalkan potensinya,” kata Al lebih lanjut. Selain anak, Al mengajurkan orangtua juga melakukan terapi Tetha Healing ini agar jalur komunikasi dengan anak bisa lebih lancar lagi. “Terapi orangtua juga penting untuk mengubah pemahaman dan pengertian yang tepat mengenai autisma.<br />
Informasi lebih lanjut:<br />
Anahata Wellness Centre: fX Lifestyle X’nter f5, Jl. Jendral Sudirman, Jakarta 10270. Telp. (021) 25554055<br />
3.	Hair Mineral Analysis: Analisa kadar mineral dalam rambut ini bisa membantu melacak apakah autisma yang disandang oleh seorang anak diakibatkan oleh pencemaran logam berat.  Untuk melakukan tes ini, rambut anak harus dipanjangkan hingga 10 cm. Selama itu anak harus keramas dengan sampo bayi. Pada saat dipotong, orangtua harus mengenakan sarung tangan. Rambut dipotong sekitar 8 cm atau 2 cm dari akar rambut. Potongan rambut dimasukkan ke dalam plastik yang sudah disediakan. Sampel rambut ini nantinya akan dikirim ke AS untuk diteliti.<br />
Informasi lebih lanjut:<br />
Dr. Melly CH. Budiman, DSPA, Yayasan Autisma Indonesia: Jl. Cipinang Kebembem I No. 6 RT014/124 Jakarta 13230, tlp. (021) 4751086.</p>
<p>4.	ZAC Browser :  Ini adalah browser pertama yang khusus dikembangkan untuk anak-anak penyandang autisma. Desainnya memungkinkan anak-anak langsung berinteraksi dengan permainan dan aktivitas yang telah disesuaikan untuk anak-anak yang memiliki karakter Autism Spectrum Disorder. ZAC yang merupakan kependekan dari Zone for Autistic Children efektif digunakan untuk anak-anak dengan kondisi mulai dari low, medium hingga high fuctioning autism (Asperger).<br />
Informasi lebih lanjut: www.zacbrowser.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/terapi-pendamping-untuk-anak-anak-dengan-sindroma-autisma/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ke mana Mencari Informasi tentang Autisma?</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/ke-mana-mencari-informasi-tentang-autisma</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/ke-mana-mencari-informasi-tentang-autisma#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 06:26:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Istimewa]]></category>
		<category><![CDATA[Autis]]></category>
		<category><![CDATA[autisma]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua anak dengan autisma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=7591</guid>
		<description><![CDATA[Ingin mencari lebih banyak informasi tentang autisma? Atau ingin belajar kepada ahlinya untuk menjadi orangtua, guru atau pendamping anak autisma, bacalah artikel ini untuk mendapatkan informasinya. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-7633" title="1209384_chalk" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/11/1209384_chalk-150x150.jpg" alt="1209384 chalk 150x150 Ke mana Mencari Informasi tentang Autisma?" width="150" height="150" /><br />
Sama seperti negara-negara lain, Indonesia kini juga telah memiliki cukup banyak lembaga pendidikan, klinik, dan yayasan yang dapat membantu Anda melatih diri menjadi orangtua spesial bagi anak spesial Anda.<br />
Di Language Council misalnya, orangtua bisa mengikuti 3 modul pelajaran mengenai bagaimana cara menjadi orangtua spesial untuk anak spesial. Ketiga modul yakni Special Management, Child Psychology dan Counseling ini dapat diselesaikan dalam tempo 9-10 bulan. “Orangtua juga bisa memilih apakah akan mengikuti satu program atau seluruh program,” kata Danny Tania, Programme Manager Linguistic Council.<br />
Kebanyakan tempat-tempatnya memang masih terkonsentrasi di kota-kota besar. Namun Anda tak perlu kuatir karena sekarang juga sudah terdapat website, acara televisi dan talkshow di RRI yang memberikan informasi lengkap mengenai autisma.<br />
Berikut beberapa tempat dan website yang dapat dijadikan sumber untuk mempelajari  tentang autisma.<br />
1.	Rehabilitasi Medis FKUI, tlp. (021) 3928222<br />
2.	Yayasan Autisma Indonesia: Jl. Cipinang Kebembem I No. 6 RT014/124 Jakarta 13230, tlp. (021) 4751086.<br />
3.	Yamet: Jl. H. Ismail No. 15 B, Kompleks Taman Cilandak Jakarta Selatan, tlp. (021) 7659839,  www.friendster.com/klinikyamet atau facebook klinik yamet.<br />
4.	Linguistic Council Indonesia: Menara Kuningan Unit F2, HR. Rasuna Said, Blok X-7, Kav. V, Jakarta. Tlp. (021) 30015796, 33006177<br />
5.	London School of Public Relations, The Centre for Autism Awarness: Sudirman Park, Jl. KH. Mas Mansyur, Kav. 35, Jakarta Pusat 10220, tlp. (021) 57943751., www.lspr.edu/csr/autismawareness<br />
6.	Saint Clare-school for Special Needs Children: www.saintclare.com.sg.<br />
7.	Shining Stars Center, Jakarta: www.shiningstars.co.id<br />
8.	Rumah Autis: Jl. Al-Husna No. 39 A-B Jatikramat, www.rumahautis.blogspot.com, telp. (021) 70982239</p>
<p>Buku dan DVD Pilihan Tentang Autisma<br />
Jumlah buku-buku tentang autisma memang masih terbatas di Indonesia. Namun, lewat toko buku on-line Anda bisa mendapatkan berbagai buku yang topiknya sesuai dengan kebutuhan Anda. Di antaranya:<br />
1.	Ten Things Every Child with Autism Wishes You Knew, Ellen Notbhom (2005)<br />
2.	1001 Great Ideas for Teaching and Raising Children with Autism Spectrum Disorders, Veronica Zysk dan Ellen Notbohm (2004)<br />
3.	Since We’re Friends: An Autism Picture Book, Celeste Shally dan David Harrington (2007)<br />
4.	Ten Things Your Student with Autism Wishes You Knew, Ellen Notbohm dan Veronica Zysk (2006)<br />
5.	Autism’s False Prophets: Bad Science, Risky Medicine and The Search for the Cure, Dr. Paul A. Pffit, MD (2008)<br />
6.	Louder than Words: A Mother’s Journey in Healing Autism, Jenny McCarthy (2008)<br />
7.	Changing the Course of Autism, A Scientific Approach for Parents and Psysicians, Bryan Jepson, Katie Wright, dan Jane Johnson (2007)<br />
8.	The Autism Acceptance Book: Being a Friend to Someone with Autism , Ellen Sabin (2006)<br />
9.	Thinking in Pictures, Expanded Edition: My Life with Autism, Temple Grandin (2006)<br />
10.	Through the Eyes of Autism (DVD) Alison Preston, Mike Russinik, Jacob Huot, Pres Kraft (2008)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/ke-mana-mencari-informasi-tentang-autisma/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Latihan Tidur untuk Anak Khusus</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/latihan-tidur-untuk-anak-khusus</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/latihan-tidur-untuk-anak-khusus#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 01:33:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Asian Parent</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Istimewa]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Keperluan Khusus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/sleep_training_special_children</guid>
		<description><![CDATA[Ada disini titik-titik bisa membantu anda berlatih anak khusus tidur secara biasa

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2" width="20%" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; color: #ffffff;"><strong><span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; color: #000000;"><strong><span style="font-size: x-small;"><img src="http://theasianparent.com/upload_folder_news/folder_999/file_1_sleep.jpg" alt="Sleep Singapore" hspace="5" vspace="0" width="120" align="left" title="Latihan Tidur untuk Anak Khusus" /></span></strong></span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div class="s5"><img src="http://theasianparent.com/images/space.gif" alt="space Latihan Tidur untuk Anak Khusus" width="10" height="10" title="Latihan Tidur untuk Anak Khusus" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; color: #000000; font-size: xx-small;"><strong>Sleep Glorious Sleep</strong></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Meskipun hampir semua anak yang khusus bisa tidur biasa, tapi itu mungkin tidak mudah untuk semua anak khusus dari pada anak yang normal.</p>
<p>Ada disini titik-titik bisa membantu anda berlatih anak khusus tidur secara biasa:</p>
<p>1) Disiapkan: Mengerti bahwa itu mungkin perlukan waktu sedikit lama menidurkan anak khusus ke tempat tidur dari pada anak biasa lain.</p>
<p>2) Dapat Bantuan: Tidak menjadi malu minta bantuan oleh anggota keluarga anda dan teman-teman anda. Anda akan perlu banyak kerja bagi anda dan pasti akan kesulitan di jalan ini.  Anda perlu isitrahat untuk diri sekali-kali.</p>
<p>3) Melihat keperluan Dia: Meskipun, hampir semua latihan tidur keterlibatan teknik kognitif dan perilaku,  anak penyakit <em>down syndrome </em>contohnya mungkin sakit dengan masalah pernapasan. Untuk banyak  anak penyakit  <em>down syndrome</em>, operasi amandel membantu masalah pernapasan.</p>
<p>4) Menetapkan rutin terstruktur: Menetapkan rutin terstruktur akan membantu anak anda mengerti bahwa ada waktu tetap untuk kerja biasa sehari dan tidur juga satu kegiatan dalam kegiatan-kegiatan biasa sehari-hari.</p>
<p>5) Ketepatan Waktu: Memastikan bahwa waktu tidur hampir sama setiap malam.</p>
<p>6) Merasa Terikat Dengan: Latihan tidur untuk anak khusus perlu kesungguhan. Jika anda menyerahkan setelah beberapa hari, anak anda akan mempunyai ketetapan hati tidak mau tidur waktu tepat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/latihan-tidur-untuk-anak-khusus/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekolah Inklusi Mana yang Menerima Anak Dengan Sindrom Autisma?</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/sekolah-mana-yang-menerima-anak-autis</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/sekolah-mana-yang-menerima-anak-autis#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 03:10:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Istimewa]]></category>
		<category><![CDATA[Autis]]></category>
		<category><![CDATA[anak dengan sindroma autisma]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=7579</guid>
		<description><![CDATA[Di Indonesia orangtua yang memiliki anak dengan sindroma autisma seringkali sulit menemukan sekolah inklusi (sekolah umum) yang mau menerima murid dengan sindroma autisma. Berikut daftarnya. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pertama kali berkenalan dengan &#8220;Autisma&#8221; ketika menjadi guru di sebuah sekolah internasional. Entah mengapa sejak saat itu, banyak hal &#8216;mengarahkan&#8217; saya kepada anak-anak dengan sindroma autisma atau para orangtua yang memiliki anak dengan sindroma austisma.</p>
<p>Saat diminta menulis sebuah artikel untuk memperingati Hari Autisma, keterlibatan saya menjadi makin dalam. Bahkan sempat ikut menghadiri berbagai seminar yang diadakan London School of Public Relations. Dari banyak pertemuan dengan orangtua saya sering mendengarkan keluhan sulitnya mencari sekolah inklusi atau sekolah biasa yang mau menerima anak-anak dengan sindroma autisma untuk bersekolah bersama anak-anak lain.</p>
<p>Saya jadi ingat betapa susah payahnya mantan ajudan ayah saya ketika cucunya didiagnosa sebagai anak autis. Sedih, bingung bercampur menjadi satu. Karena keterbatasan biaya, akhirnya anak itu disekolahkan di sekolah yang biasa-biasa saja, tanpa bisa mendapatkan arahan yang tepat untuk anak-anak dengan sindroma autisma.</p>
<p>Seorang teman yang tinggal di timur tengah juga mengalami kendala yang sama. Hingga kini ia belum bisa mendapatkan sekolah yang pas, sehingga sedang berencana untuk pindah ke Negeri Paman Sam.</p>
<p>Syukurlah, dari seorang terapis, saya mendapatkan beberapa nama dan alamat sejumlah sekolah inklusi di Jakarta yang mungkin dapat membantu Anda, para orangtua yang memiliki anak dengan sindroma autisma untuk memilihkan sekolah yang cocok.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-7580" title="1204234_20502875" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/11/1204234_20502875-150x150.jpg" alt="1204234 20502875 150x150 Sekolah Inklusi Mana yang Menerima Anak Dengan Sindrom Autisma? " width="150" height="150" /></p>
<p>Sama seperti anak-anak  lain pada umumnya, anak-anak penyandang autis sangat memerlukan pendidikan. Memang tentunya harus disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan anak.  Kebanyakan memang memerlukan layanan pendidikan khusus yakni Layanan Pendidikan awal yang terdiri dari Program terapi Intervensi Dini dan Program Terapi Penunjang.  Anak-anak penyandang autisma yang sudah diterapi secara terpadu dan terstruktur, kemudian dapat mengikuti Kelas Transisi. Dalam kelas transisi inilah nantinya kemampuan, potensi dan minat anak akan digali dan dikembangkan. Kelas transisi ini dapat pula menjadi kelas persiapan untuk mengikuti pendidikan di SD reguler.</p>
<p>Tentu saja ada persyaratannya antara lain anak autistik sudah pernah menjalani terapi intervensi dini, berusia 4-8 tahun dan mampu berkomunikasi secara verbal. Anak juga harus dapat menerima sudah ada kontak mata. Di sekolah anak memerlukan guru SD umum terlatih dan terapis sebagai pendamping.  Kelas juga harus  berada dalam satu lingkungan sekolah reguler untuk memudahkan proses transisi.</p>
<p>Berikut beberapa alamat sekolah inklusi di Jakarta:</p>
<p>1.	SDN Bendungan Hilir Pagi, telp: (021) 5720347<br />
2.	SDN Johar Baru 29 Pagi, telp: (021) 4286189<br />
3.	SDN Cempaka Putih Barat 16 Pagi, telp: (021) 428457<br />
4.	SDN Pluit 06 Petang, telp: (021) 661855<br />
5.	SD Madania Parung Bogor.<br />
6.	Sekolah Global Jaya, Bintaro.<br />
7.	Sekolah Al Fath, Jakarta Timur<br />
8.	Sekolah Cikal, Jakarta Selatan.<br />
9.	High Scope, Jakarta Selatan.<br />
10.	Sekolah Mutiara Indonesia, Jakarta Selatan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/sekolah-mana-yang-menerima-anak-autis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

