<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia parenting advice for orang tua, bayi, wanita, ibu, dan pasangan muda &#187; Umum</title>
	<atom:link href="http://id.theasianparent.com/articles/category/keluarga-indonesia/umum-keluarga-indonesia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://id.theasianparent.com</link>
	<description>The Online Home for Parents in Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Jul 2010 09:00:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Rasa Bersalah Orangtua yang Bekerja</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/rasa-bersalah-orangtua-yang-bekerja</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/rasa-bersalah-orangtua-yang-bekerja#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 03:29:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ron Afable</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/working_parents_guilt</guid>
		<description><![CDATA[Dengan lebih banyak perempuan yang menemukan cara untuk mencapai posisi kekuasaan tinggi, semakini terbebani dengan perseteruan antara pekerjaan vs rasa bersalah pada anak. TheAsianparent melihat masalah baru ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2" width="20%" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #ffffff;"><strong><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000;"><strong><span style="font-size: x-small;"><img src="http://theasianparent.com/upload_folder_news/folder_537/file_1_working guilt.jpg" alt="TheAsianParent: Helping Parents in Singapore, Malaysia, Indonesia and Hong Kong" hspace="5" width="120" align="left" title="Rasa Bersalah Orangtua yang Bekerja" /></span></strong></span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div class="s5"><img src="http://theasianparent.com/images/space.gif" alt="space Rasa Bersalah Orangtua yang Bekerja" width="10" height="10" title="Rasa Bersalah Orangtua yang Bekerja" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000; font-size: xx-small;"><strong>Karier atau Mengasuh Anak</strong></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Ketidak mampuan dalam memberi perhatian kepada anak karena bekerja, mengakibatkan banyak orangtua digerogoti dengan perasaan bersalah. Bahkan mereka yang bekerja dari rumah pun dapat mudah terganggu oleh rasa bersalah seperti itu.</p>
<p>Banyak di antara kita yang &#8220;terbebani&#8221; dengan rasa bersalah ini, hanya mencoba untuk mengabaikannya sebisa mungkin. Tapi berita yang mengejutkan: dengan cara seperti ini maka kita sedang sangat tidak adil kepada diri kita sendiri. Hidup dengan rasa bersalah adalah seperti mengemudikan mobil dengan rem tangan di atasnya. Perasaan negatif ini akan selalu menguras energi Anda,  selalu bisa membuat Anda merasa sengsara. Singkirkan beban tambahan ini dengan memecahkan masalahnya sekali untuk selamanya.</p>
<p>Saya selalu menangani problema dengan kembali ke akar permasalahan sehingga kita bisa mengatasinya secara objektif, dan untuk menghadapinya secara objektif berarti mengubah sudut pandang kita tentang problem itu.</p>
<p>Mari kita awali dengan latar belakang yang mendasarinya:</p>
<p><strong>Dua dari perseteruan rasa bersalah pada anak/ bekerja yang umum:</strong></p>
<p>1.  Pendapatan Keluarga Ganda</p>
<p>Selama 20 tahun terakhir, tempat kerja yang semula didominasi pria secara signifikan telah berevolusi  menjadi tempat bagi perempuan, bahkan sampai tingkat anak tangga yang tertinggi sekalipun. Gagasan tradisional bahwa perempuan terikat pada ikatan perkawinan dan hanya bisa tinggal di rumah setelah lulus kuliah sekarang sudah menjadi hal di masa lalu.</p>
<p>Tidak masalah jika salah satu orangtua bekerja di rumah &#8211; dia masih harus menjauhkan diri dari anak saat sedangbekerja (jika tidak, ia tak bisa berbuat apa-apa!)</p>
<p>Pekerjaan <em>vs</em> rasa bersalah pada anak terutama jelas terlihat pada masa pertama anak usia 3 sampai 4 tahun. Ini adalah masa-masa pembentukan anak-anak kita dan wajar saja jika Anda berharap untuk dapat menghabiskan setiap menit waktu bersama mereka.</p>
<p>2. Orangtua Tunggal</p>
<p>Mungkin sulit bagi pria untuk mengakui hal ini, tetapi orangtua tunggal wanita lebih rentan terhadap &#8220;rasa bersalah orangtua bekerja&#8221; dibandingkan dengan seorang laki-laki. Bagi kebanyakan kaum pria, kita dapat dengan mudah menitipkan anak pada orangtua kita atau mertua sehingga kita dapat berfokus pada karier kita. Kita lebih suka anak kita terjamin secara finansial daripada menghabiskan waktu berjam-jam bersamanya, namun membiarkan dirinya dalam keadaan kekurangan.</p>
<p><strong>Alasan paling umum dari terus bekerja meskipun rasa bersalah:</strong></p>
<p>1. Keuangan</p>
<p>Tagihan harus dibayar. Pendidikan anak-anak yang tidak murah, dan ketika mereka masuk perguruan tinggi, maka semakin merogoh kantong kita. Orang tua tunggal tidak punya pilihan lain selain pergi keluar dan bekerja. Pendapatan keluarga ganda pun  melakukannya untuk memenuhi kebutuhan. Itu fakta kehidupan.</p>
<p>2. Terjebak dengan tanggung jawab</p>
<p>Orangtua tunggal tidak punya pilihan lain.  Dia terjebak dengan tanggung jawab pergi bekerja untuk memastikan ada makanan di meja. Bagi keluarga berpenghasilan ganda, Bisa jadi ayah memiliki bisnis yang sangat menguntungkan atau suatu pekerjaan dengan penghasilan tinggi yang sangat memuaskan untuk keluarga; dan sang istri mewarisi bisnis keluarga yang tidak dapat dimiliki oleh orang lain.</p>
<p>3. Gaya Hidup yang dipilih</p>
<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2" width="20%" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #ffffff;"><strong><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000;"><strong><span style="font-size: x-small;"><img src="http://theasianparent.com/upload_folder_news/folder_537/file_2_wg.jpg" alt="TheAsianParent: Helping Parents in Singapore, Malaysia, Indonesia and Hong Kong" hspace="5" width="120" align="left" title="Rasa Bersalah Orangtua yang Bekerja" /></span></strong></span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div class="s5"><img src="http://theasianparent.com/images/space.gif" alt="space Rasa Bersalah Orangtua yang Bekerja" width="10" height="10" title="Rasa Bersalah Orangtua yang Bekerja" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000; font-size: xx-small;"><strong> </strong></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Cathy teman saya adalah seorang akuntan dengan MNC. Dia bekerja dengan mengendarai truk pick-up keluaran baru yang akan membuat para pria tergiur. Dia bisa membeli mobil, tapi dia suka ukuran dan kekuatan dari truk dengan 230 tenaga kuda, 4.7 liter, V-8 mesin. Plus, dia juga mampu membelinya. &#8220;Ini (gaya hidup bekerja) adalah hal yang terbiasa bagi saya. Saya telah bekerja sepanjang hidup saya dan, kecuali untuk cuti pendek setelah melahirkan bayi saya, saya tidak bisa membayangkan diri saya tinggal di rumah. &#8221;</p>
<p>Ketika ditanya tentang hubungannya dengan bayinya, dia mengakui bahwa dia berharap dirinya dapat menghabiskan lebih banyak waktu bersama sang bayi, tetapi dia menambahkan, &#8220;Jika aku akan memaksa diri untuk menjadi ibu sepenuh waktu, saya kira saya akan menjadi gila!&#8221;</p>
<p>Rasa bersalah orangtua bekerja  mungkin timbul dari salah satu alasan, atau kombinasi atau ketiganya,dari alasan yang dinyatakan di atas. Tapi apa yang dimaksud rasa bersalah?</p>
<p>Rasa bersalah adalah apa yang Anda rasakan jika Anda berpikir (terlepas dari validitas pikiran Anda) bahwa Anda telah melakukan sesuatu yang salah. Bersalah adalah perasaan subjektif. Umumnya, rasa bersalah adalah perasaan jengkel jika kita merasa kita terpaksa mengurangi suatu standar tertentu &#8211; pertanyaannya  adalah: Standar siapakah itu?</p>
<p>Apakah Anda dipengaruhi oleh ibu mertua Anda yang memandang dengan tidak setuju sambil menggelengkan kepala? Apakah tetangga Anda yang berkata, &#8220;Bagaimana Anda mampu meninggalkan anak Anda ke pengasuh sepanjang hari&#8221;?</p>
<p>Mari kita kembali ke tiga alasan mengapa orang tua mesti bekerja seperti dikutip di atas. Anda dapat melihat dengan jelas  bahwa ketiga  alasan tersebut sah (bahkan alasan teman saya Cathy) bahwa tak  seorangpun perlu merasa bersalah. Jangan terpengaruh oleh apa yang dikatakan maupun dipikirkan orang lain  &#8211; sebab perlu kau ketahui, jauh di dalam, mereka iri akan karir Anda yang sukses.</p>
<p>Hanya jangan lupa untuk menyeimbangkan karir Anda dengan waktu Anda untuk bayi Anda (dan saya tidak bermaksud agar mengatur waktu yang sama untuk pekerjaan dan anak Anda). Anda mungkin tidak bersama anak Anda sebagian besar dari waktunya sehari-hari namun Anda bisa memberikan waktu yang berkualitas saat Anda pulang ke rumah. Anda dapat menjadwalkan hari dalam seminggu (dan maksudku tidak selalu harus setiap minggu) yang semata-mata hanya Anda curahkan untuk  menjalin ikatan dengan bayi Anda.</p>
<p>Para orangtua tersayang, hal ini adalah tentang keseimbangan dan perspektif yang tepat. Anda harus berpikir keras tentang alternatif untuk tidak pergi bekerja. Tapi kemudian, Anda akan dihadapkan dengan serangkaian masalah lain yang pasti selalu berhubungan dengan kondisi finansial. Atau jika Anda seperti teman saya Cathy, Anda akan tidak bahagia dan sengsara bila terjebak di dalam rumah: ini pun dapat mempengaruhi hubungan Anda dengan anak Anda.</p>
<p>Tidak ada yang sempurna, hidup ini adalah tentang membuat pilihan sepanjang jalan. Selama Anda tidak lupa prioritas Anda, Anda berada pada jalur yang benar. Hitunglah berkat-berkat dan nikmati pasang-surut pola pengasuhan yang modern.</p>
<p>Silahkan <em>bookmark</em> artikel ini dengan media sosial, suara Anda iperhatikan dan dihargai:</p>
<p><script type="text/javascript">// <![CDATA[
function fbs_click() {u=location.href;t=document.title;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u=' encodeURIComponent(u) '&#038;t=' encodeURIComponent(t),'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}
// ]]&gt;</script><br />
<!--  html .fb_share_link { padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?0:26981) no-repeat top left; } --></p>
<p><a class="fb_share_link" onclick="return fbs_click()" href="http://www.facebook.com/share.php?u=&lt;url&gt;" target="_blank">Share on Facebook</a></p>
<p><!-- AddThis Button BEGIN --></p>
<p><script type="text/javascript">// <![CDATA[
addthis_pub  = 'roshni';
// ]]&gt;</script></p>
<p><a onclick="return addthis_sendto()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onmouseout="addthis_close()" href="http://www.addthis.com/bookmark.php"><img src="http://s9.addthis.com/button1-share.gif" border="0" alt="button1 share Rasa Bersalah Orangtua yang Bekerja" width="125" height="16" title="Rasa Bersalah Orangtua yang Bekerja" /></a><script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script></p>
<p><!-- AddThis Button END --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/rasa-bersalah-orangtua-yang-bekerja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makan Bersama Sebagai Satu Keluarga</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/eating_together_as_a_family</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/eating_together_as_a_family#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 06:39:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ron Afable</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/eating_together_as_a_family</guid>
		<description><![CDATA[Kapankah Anda dan seluruh keluarga makan bersama di satu meja?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/12/1184292_cooking_up_a_storm_11.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-7816" title="1184292_cooking_up_a_storm_1" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/12/1184292_cooking_up_a_storm_11-150x150.jpg" alt="1184292 cooking up a storm 11 150x150 Makan Bersama Sebagai Satu Keluarga" width="150" height="150" /></a>Gambar rutinitas pagi sehari-hari dari keluarga yang biasa: Anda memiliki anak-anak berkelahi satu sama lain di kamar mandi, ibu menyiapkan sarapan sambil berteriak pada anak-anak untuk &#8220;buru-buru, atau yang lain,&#8221; adik panik kusut menutupi seragam, dan bayi memberinya berbagi ke hiruk-pikuk dengan membenturkan mangkuk sereal di kursi tinggi. Untuk mencoba membantu, Dad terburu-buru untuk menghibur bayi &#8211; itu akan menjadi hari lain di kantor dengan menceritakan kisah-noda kuning telur di kemejanya. Kemudian satu demi satu, anggota keluarga mengambil piring atau mangkuk mereka makan. &#8220;Makan bersama-sama,&#8221; dalam pengertian ini, adalah seperti makan sendirian di tengah keramaian.</p>
<p>Jika orangtua tidak dimasukkan dalam usaha sadar menemukan cara bagi keluarga untuk memiliki waktu bersama yang teratur, ada bahaya besar semua orang perlahan-lahan menjadi orang-orang asing yang tinggal di satu atap.</p>
<p>Bukan hal yang aneh untuk ibu dan ayah pulang terlambat karena lembur atau pertemuan di klub rotary, dll Anak-anak, di sisi lain, juga harus tinggal lebih lama di sekolah setelah kelas untuk latihan drama atau latihan band, atau kelompok sesi belajar. Sementara alasan ini tampaknya &#8220;dimaafkan&#8221; karena mereka tidak terjadi setiap hari (dan mereka datang dengan alasan yang sangat valid), mereka masih bisa berkontribusi pada keluarga menjadi, well &#8230; orang asing yang tinggal di satu atap.</p>
<p><strong>Mengapa hal ini terjadi?</strong></p>
<p>Ada banyak alasan mengapa ini bisa terjadi. Mungkin, hal-hal hanya begitu sibuk di sekolah atau bekerja bahwa setiap orang lupa bahwa rumah bukanlah sebuah sekolah asrama di mana Anda hanya pergi untuk beristirahat dan mempersiapkan untuk hari lain di luar.</p>
<p>Atau mungkin setiap orang hanya memiliki kehilangan jejak prioritas mereka. Sangat mudah untuk terjebak dalam perlombaan tikus dan Anda akan terkejut bangun suatu hari menyadari bahwa setiap orang terpisah. Dan kau bertanya pada diri sendiri, &#8220;Apa yang terjadi?&#8221; Anak-anak Nilai-nilai yang jatuh, mereka tertarik kepada teman-teman Anda tidak tahu (dan lebih parah lagi, mereka dapat berada di obat-obatan, seks pranikah, dan lain-lain) tanpa Anda menyadarinya.</p>
<p><strong>Pentingnya makan kali</strong></p>
<p>Salah satu cara untuk memastikan bahwa ada aliran konstan komunikasi antara semua anggota keluarga adalah makan bersama. Sayangnya, hal ini sangat penting aktivitas keluarga sering diabaikan dalam hari ini hari dan usia.</p>
<p>Kita tidak dapat mulai menjelaskan pentingnya waktu makan keluarga. National Center on Addiction dan Substance Abuse di Columbia University melaporkan bahwa remaja dari keluarga yang hampir tidak pernah makan malam bersama lebih rentan terhadap penggunaan obat-obatan terlarang, merokok dan minum.</p>
<p>Studi-studi lain menyebutkan anak-anak sehat, orang lain melaporkan bahwa anak-anak yang berbagi makan dengan orangtua memiliki lebih sedikit masalah perilaku-dalam kenyataannya, sebuah studi yang dilakukan oleh University of Michigan peneliti menunjukkan bahwa waktu makan keluarga dinilai lebih penting dalam pembangunan karakter dari waktu yang dihabiskan belajar atau di gereja. Makan bersama membawa kembali semua orang esensi sejati dari apa sebuah keluarga adalah: berbagi, berkomunikasi, menyenangkan, dan milik-setiap hari.</p>
<p><strong>Menjadikannya sebuah tradisi keluarga</strong></p>
<p>Sementara bisa sarapan &#8220;jam sibuk&#8221; dan makan siang bersama bisa menjadi tidak mungkin, waktu makan malam adalah waktu terbaik untuk semua anggota keluarga untuk mengejar satu sama lain setiap hari. Jika Anda tidak sudah teratur makan bersama mulai melakukannya sekali seminggu untuk sementara dan kemudian setiap hari, dan kemudian setiap hari. Jadilah fleksibel &#8211; beberapa hari ini mungkin tidak mungkin bagi setiap orang untuk berada di sana.</p>
<p>Juga memastikan bahwa TV dimatikan. Makan dan menonton TV pada saat yang sama membuat seluruh keluarga ini tradisi berlebihan.</p>
<p>Makan malam tidak harus gourmet, ia tidak harus menjadi hidangan istimewa. Menjadi kerja di rumah ayah, salah satu kesenangan terbesar saya adalah untuk dapat sesekali memasak untuk seluruh keluarga. Aku kadang-kadang merusak sebuah piring dan aku menjadi gagang lelucon yang membuat semua orang tertawa saat makan, dan sementara aku berusaha keras untuk berpura-pura tersinggung atau sakit hati, semua orang menggoda saya lebih.</p>
<p>Makan-waktu harus selalu diperlakukan seperti reuni, istirahat dari dunia luar, saat memperkuat hubungan, dan pengalaman yang menyenangkan yang harus selalu dihargai oleh anak-anak kita lama setelah mereka memiliki keluarga dan anak-anak mereka sendiri. Hal ini juga mengikuti bahwa harus ada tidak ketat khotbah, memarahi atau bertempur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/eating_together_as_a_family/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Saya Bisa Menambah Hitungan Sperma Saya?</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/bagaimana-saya-bisa-menambah-hitungan-sperma-saya</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/bagaimana-saya-bisa-menambah-hitungan-sperma-saya#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 01:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Dana Eliott</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayah]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Hitungan Sperma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=6929</guid>
		<description><![CDATA[Saya sudah menikah tiga tahun yang lalu tapi istri saya belum  hamil. Oleh karena itu, Saya pergi ke doktor untuk pemeriksaan medis. Dia menyatakan bahwa sperma saya lebih kurang, hanya 30 % sperma sebagai aktif. Bagaimana saya Bisa menambah Hitungan Sperma Saya?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6928" title="runner" src="http://sg.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/10/runner-150x150.jpg" alt="runner 150x150 Bagaimana Saya Bisa Menambah Hitungan Sperma Saya?" width="150" height="150" /><strong>Pertanyaan: </strong>Saya perlu bantuan. Saya sudah menikah tiga tahun yang lalu tapi istri saya belum hamil. Oleh karena itu, Saya pergi ke doktor untuk pemeriksaan medis. Dia menyatakan bahwa sperma saya lebih kurang, hanya 30 % sperma sebagai aktif. Saya berlari 5 kilometer hampir setiap hari dan bermain olahraga. Saya juga ikut dalam kompetisi lari panjang atau  Maraton di Malaysia, Singapura dan Thailand.  Bagaimana saya Bisa menambah Hitungan Sperma Saya?Minta membantu saya.</p>
<p><strong>Jawaban oleh Dr Dana: </strong>Saya  menyerahkan studi dijuduli   &#8220;Gonadal Hormones And Semen Quality In Male Runners. A Volume Threshold Effect Of Endurance Training&#8221; atau &#8220;Qualitas Sperma dan Hormon &#8216;Gonadal&#8217; di Pelari Pria. Efektivitas Volume Permulaan di Pelatihan Daya Tahan&#8221; ditulis dalam majalah <strong>The</strong> <strong>International Journal of Sports Medicine </strong>tahun 1994. Dalam buku ini, Contoh yang mewakili berjumlah 11 pelari yang berlari panjang (kiranya 108 kilometer per minggu); berjumlah 9 pelari yang berlari sedang (kiranya 54.2 kilometer per minggu) dan berjumlah 10 orang berusia sama jarang berlari(28.3 kilometer per tahun) sudah belajar untuk menilai efektivitas Volume Permulaan di Pelatihan Daya Tahan pada fungsi reproduksi pelari pria. Penelitian penemuan bahwa jumlah sperma semesta dan kepadatan sperma akan kurang di kelompok pelari yang berlari panjang daripada kelopmok pelari jarang berlari.<em> </em></p>
<p>Reduksi sperma aktif dan peningkatan populasi sperma belum dewasa telah dilihatkan di kelompok pelari yang berlari panjang daripada kelompok pelari yang sedang berlari dan kelopmok pelari jarang berlari.</p>
<p>Dalam pelejaran yang lain dijuduli  “Prospective Study Of Hormonal And Semen Profiles In Marathon Runners” atau &#8220;Pelajaran Calon Tentang Profil Mani dan Hormon Dalam Pelari Maraton&#8221; tahun 1995, berjumlah 24 pelari maraton pria yang sehat berusia 25 ke 54 sudah dipelajari. Analisa mani ini, termasuk evaluasi hitungan, aktivitas, morfologi, dan volume sperma. Profil ini telah berhubungan dengan pelatihan intensitas. Pelatihan intensitas telah meningkatkan cukup selama 5 bulan yang pertama waktu pelajaran ini.   Hasil laporan menyetakan bahwa volume mani, akvtias sperma dan morfologi menjadi rendah waktu pelatihan tapi , tidak ada perubahan dalam hitungan sperma.</p>
<p><em>Demikian, rekomendasi saya adalah memilih bermain olah raga yang tidak terlalu daya tahan jika anda mau mencari kesempatan untuk menjadi bapak.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/bagaimana-saya-bisa-menambah-hitungan-sperma-saya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

