<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia parenting advice for orang tua, bayi, wanita, ibu, dan pasangan muda &#187; Kesehatan dan Keselamatan</title>
	<atom:link href="http://id.theasianparent.com/articles/category/baru-lahir-indonesia/kesehatan-dan-keselamatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://id.theasianparent.com</link>
	<description>The Online Home for Parents in Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Jul 2010 09:00:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Jangan Sepelekan Alergi pada Anak</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/jangan-sepelekan-alergi-pada-anak</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/jangan-sepelekan-alergi-pada-anak#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 09:20:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak yang baru belajar berjalan]]></category>
		<category><![CDATA[Anak yang lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan dan Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[alergi]]></category>
		<category><![CDATA[alergi pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[allergy march]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=7644</guid>
		<description><![CDATA[Alergi pada anak harus diwaspadai dan ditangani dengan benar agar tidak mengganggu tumbuh kembang anak. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/10/sneezing-child-150x150.jpg" alt="sneezing child" title="sneezing child" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-6618" /></p>
<p>Anak Anda sering mengalami alergi berupa ruam merah pada kulit atau bengkak-bengkak setelah mengonsumsi makanan tertentu? Jangan diabaikan lho. Menurut sebuah artikel yang dimuat di Kompas pada 12 Mei 2009,<br />
angka kejadian alergi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini. Kondisi ini terjadi karena zat yang terkandung dalam makanan atau minuman makin beragam. Masih ditambah lagi meningkatnya polusi seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat yang makin modern.</p>
<p>Demikian disampaikan Ketua Divisi Alergi-Imunologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo dr Dr Zakiudin Munasir SpA (K), dalam seminar bertema &#8220;Apakah Alergi Diturunkan Secara Genetik&#8221;, Selasa (12/5), di Hotel Gran Melia, Jakarta.</p>
<p>Alergi merupakan reaksi kekebalan tubuh yang menyimpang atau berubah dari normal yang dapat menimbulkan gejala yang merugikan tubuh, mulai dari gangguan pernapasan, kulit, hingga mata. Alergi pada anak jangan dianggap enteng karena dapat berisiko terhadap tumbuh kembang anak, bahkan bisa berlanjut hingga beranjak dewasa bila tidak ditangani dengan baik. Demikian ia mengatakan.</p>
<p>Dalam artikel ini juga dijelaskan bahwa seseorang dapat menderita alergi bila salah satu atau kedua orangtuanya memiliki riwayat alergi. Hal ini menunjukkan bahwa alergi bersifat genetik. Ada tiga tindakan pencegahan alergi, yaitu menghindari penyebab dan pencetus alergi, menjalani cara hidup baik dan sehat, dan memakai obat-obatan. Selain itu, ada beberapa cara tindakan pencegahan sejak dini terhadap anak yang lahir dari orangtua pengidap atopik atau alergi, bahkan dapat dimulai sejak anak berada dalam kandungan.</p>
<p>Alergi pada anak bisa dicegah sejak dini dengan memberi air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama 6 bulan atau lebih karena ASI mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan bayi, termasuk protein hypo allergenik, DHA dan probiotik, serta kolostrum yang dapat melindungi bayi dari alergi dan infeksi. Probiotik adalah bakteri hidup yang menguntungkan dan mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi, serta mengurangi risiko alergi. </p>
<p>Nah, bila anak-anak Anda ada yang mengalami alergi, ada baiknya Anda segera memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Atau Anda bisa mengklik http://www.theallergymarch.com/</p>
<p>artikel selengkapnya dapat Anda baca di: http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/05/12/16302881/mencegah.alergi.pada.anak..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/jangan-sepelekan-alergi-pada-anak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanda-tanda Kelainan Jantung Bawaan pada Bayi</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/tanda-tanda-kelainan-jantung-bawaan-pada-bayi</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/tanda-tanda-kelainan-jantung-bawaan-pada-bayi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 01:10:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan dan Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[jantung]]></category>
		<category><![CDATA[jantung bawaan pada bayi]]></category>
		<category><![CDATA[kelainan jantung congenital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=7606</guid>
		<description><![CDATA[Tanda-tanda seperti ujung jari membiru perlu diwaspadai sebagai kelainan jantung bawaan/congenital]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/11/affirmative.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-7612" title="cute baby" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/11/affirmative.jpg" alt="cute baby" width="146" height="159" /></a>Kemarin saat makan siang bersama teman, kami mendengar kabar sedih. Keponakan teman yang masih bayi, didiagnosa menderita kelainan jantung congenital sehingga harus dioperasi.</p>
<p>Rasa sedih langsung menyergap. Sang teman spontan membujuk sepupunya untuk bersikap tabah. Ia lalu bilang sejak awal sudah curiga melihat keponakannya itu ujung-ujung jarinya tampak membiru, bibirnya juga begitu. Artikel yang dimuat di harian Waspada Medan ini mungkin dapat membantu memberikan informasi apabila Anda menemukan tanda-tanda seperti jari membiru, bibir membiru atau tanda lain yang umumnya ditemukan pada bayi dengan kelainan jantung bawaan.</p>
<p>Wednesday, 29 July 2009 19:13<br />
Waspadai kelainan penyakit jantung pada anak<br />
Warta &#8211; Medan<br />
PRAWIRA SETIABUDI<br />
WASPADA ONLINE</p>
<p>MEDAN &#8211; SMF kardiologi/instalasi kardiovaskuler RSUP H Adam Malik Medan, Abdullah Afif Siregar, menghimbau, masyarakat diminta untuk selalu mewaspadai penyakit kelainan jantung pada anak.</p>
<p>Apabila anak terdapat gejala seperti sesak nafas, kulit membiru (sianosis) pada bibir dan jari, kaki, perut dan bengkak, pingsan langsung diperiksakan ke dokter, karena diduga mengidap kelainan jantung.</p>
<p>“Penyakit kelainan jantung pada bayi, dan anak dapat berupa penyakit jantung bawaan ataupun penyakit jantung yang didapat,” katanya kepada Waspada Online, malam ini.</p>
<p>Penyakit jantung bawaan, kata Afif, adalah kelainan jantung yang terjadi, atau terdapat sejak janin di dalam kandungan, dan kelainan ini berlanjut setelah janin dilahirkan.</p>
<p>Sedangkan penyakit jantung, didapat setelah terjadi anak lahir, sedangkan didalam kandungan jantungnya baik dan tidak bermasalah.</p>
<p>Penyakit jantung bawaan terdapat pada 8-10 anak diantara 1000 bayi yang dilahirkan, atau sekitar 0,8 % dari bayi yang dilahirkan.</p>
<p>“Faktor kelaianan jantung, disebabkan antara lain faktor keturunan atau genetik dari salah satu atau kedua orang bayi, faktor penyakit yang diderita ibu saat mengandung seperti diabetes mellitus,” tandasnya.</p>
<p>Untuk itu, Afif, menyarankan, apabila terdapat tanda-tanda seperti sesak nafas, bibir dan jari bengkak pada bayi atau anak, segera melakukan pemeriksaan ke dokter ahli jantung, agar mendapatkan perawatan.<br />
(dat04/wol-mdn)</p>
<p>http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=41151:waspadai-kelainan-penyakit-jantung-pada-anak&amp;catid=14:medan&amp;Itemid=27</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/tanda-tanda-kelainan-jantung-bawaan-pada-bayi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Dot Bayi sungguh baik untuk Bayi anda?</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/apakah-dot-bayi-sungguh-baik-untuk-bayi-anda</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/apakah-dot-bayi-sungguh-baik-untuk-bayi-anda#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 05:30:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faridah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan dan Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjauan Produk Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Baby Product Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=6546</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda salah satu orang tua mau kesenangan untuk bayi anda dan berpikir tentang memberikan dot bayi, ada beberapa fakta anda harus tahu sehingga anda bisa membantu beli dot bayi itu]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6545" title="baby pacifiers" src="http://sg.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/10/baby-pacifiers-150x150.jpg" alt="baby pacifiers" width="150" height="150" /></p>
<p>Jika anda salah satu orang tua mau kesenangan untuk bayi anda dan berpikir tentang memberikan dot bayi, ada beberapa fakta anda harus tahu sehingga anda bisa membantu beli dot bayi itu:</p>
<p>Produk ini memproduksi banyak bentuk dan ukuran. Di Indonesia, produk itu diproduksi berdasarkan standar konsumen dan undang-undang produksi dot bayi sehingga dot bayi harus diproduksi dari bahan yang tak racun untuk keselamatan bayi.</p>
<p><strong>Beberapa kegunaan dot bayi adalah:</strong></p>
<p><strong>1) Itu memuaskan keperluan bayi untuk isap: </strong>Mengisap tanpa gizi adalah refleks bayi yang biasa, karena bayi perlu mengisap setelah dilahirkan, dan proses mengisap itu berubah-ubah tergantung bayi ke bayi. Bayi cenderung waktu mereka bosan, lelah atau perlu kesenangan. Mungkin, dot bayi boleh memuaskan keinginan isap oleh bayi.<br />
<strong>2) Membantu bayi mulai tidur: </strong>Bayi<strong> </strong>suka<strong> </strong>mengisap waktu mereka mulai tidur. Kesenangan dari isap membantu bayi menanggulangi lebih baik dengan gangguan dari dunia yang besar dan bingung.<br />
<strong>3)	Mengurangi risiko dalam memberi makan terlalu banyak untuk bayi disusui oleh botol bayi susu: </strong>Keinginan isap oleh bayi seringkali salah mengerti sebagai tanda kelaparan. Mungkin anda memberi makan terlalu banyak ke Bayi anda sudah penuh. Sehingga, coba memberi dot bayi jika bayi masih mau mengisap setelah makan yang cukup.<br />
<strong>4)	Menggunakan dot bayi sangat mudah dari pada isap ibu jari:</strong> Anda bisa berhenti bayi anda menggunakan dot bayi oleh melemparkan dota bayi itu sewaktu-waktu. Tapi, isap ibu jari oleh bayi anda mungkin menjadi kebiasaan yang sulit melemparkan karena ibu jari  yang ada setiap kali mereka!</p>
<p><strong>Permasalahan Hubungan dengan Dot Bayi:</strong></p>
<p><strong>1)	Mereka mungkin menghalangi pertumbuhan bayi: </strong>aktivitas isap perlu tenaga, penggunaan<strong> </strong>itu terlalu banyak mengakibatkan tambahan berat oleh bayi lebih kurang dan proses makan oleh bayi juga kurang terutama dalam bayi-bayi yang lemah.<br />
<strong>2)	Risiko yang lebih besar infeksi telinga:</strong>Dot bayi ada sumber infeksi telinga tengah. Mengisap yang panjang mungkin mengganti tekanan di bilik telinga tengah.<br />
<strong>3)	Penggunaan yang terlalu banyak mungkin mengakibatkan kemampuan berbicara terlambat: </strong>Itu sulit untuk bayi berbicara dengan dot bayi di mulut bayi. Kecanduan dot bayi mungkin oleh mereka dan penggunaan dot bayi yang lama bisa hambat kemampuan berbicara biasa mereka.<br />
<strong>4)	Penggunaan yang tidak tepat dan lama mungkin akibat permasalahan gigi: </strong>Penggunaan dot bayi mungkin mengakibatkan banyak permasalahan gigi seperti gigi menonjol keluar, bentuk gigi tidak lurus dan bisa berubah bentuk mulut. Dot bayi dicelupkan dalam sirop jagung, madu, atau glukosa bisa akibat kebusukan gigi di bayi-bayi.</p>
<p><strong>Begini titip-titip lakukan atau tidak lakukan penggunaan dot bayi</strong><strong>:</strong></p>
<p>1)	anda harus mensterilkan dot bayi di air mendidih untuk 5 menit.<br />
2) Itu gagasan yang bagus mempunyai banyak dot bayi sebagai cadagan jika satu menjadi hilang.<br />
3)	Mengambil banyak cadangan dot bayi membolehkan waktu untuk mencuci dot bayi lain dengan air hambat bersabun.<br />
4)	Itu gagasan yang bagus berhenti menggunakan dot bayi waktu anak berusia lima tahun.<br />
5)	Jangan mencoba memaksa bayi digunakan dot bayi. Jika bayi tidak mau dot bayi, ada cara lain untuk menenangkan bayi anda.<br />
6)	Memilih dot bayi tergantung usia bayi. Model satu potong dengan nipel halus sangat cocok dari pada dota bayi lain.<br />
7)	Jangan mengikat dot bayi dengan pita atau tali lebih panjang dari 6 inci karena itu menjadi risiko penciutan.</p>
<p>Orang tua tidak sependapat tentang penggunaan dot bayi. Jika beberapa tidak suka menggunakan dot bayi, ada beberapa yang suka. Yang mana pihak anda didukung?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/apakah-dot-bayi-sungguh-baik-untuk-bayi-anda/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadi Menggunakan Mesin Fotocopy Berbahaya untuk Wanita Hamil?</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/jadi-menggunakan-mesin-fotocopy-berbahaya-untuk-wanita-hamil</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/jadi-menggunakan-mesin-fotocopy-berbahaya-untuk-wanita-hamil#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 08:39:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Dana Eliott</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan dan Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu-ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=6938</guid>
		<description><![CDATA[jadi berdiri depan  mesin fotocopy dan menggunakan mesin itu berbahaya untuk wanita hamil dan bayinya?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6937" title="photo copier" src="http://sg.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/10/photo-copier-150x150.jpg" alt="photo copier" width="150" height="150" /><strong>Pertanyaan:</strong> jadi berdiri di depan mesin fotocopy dan menggunakan mesin itu berbahaya untuk wanita hamil dan bayinya?</p>
<p><strong>Dr Dana:</strong> Banyak wanita hamil khawatir tentang penggunaan lama komputer atau mesin fotocopy waktu kerja; tapi, mesin-mesin itu tidak membuat pengaruh yang berbahaya pada wanita hamil. Jika anda mau berhati-hati waspada, itu terbaik bahwa istri anda tidak ganti <em>toner cartridge</em> mesin fotocopy ketika jika percaya cartridge itu menjadi kotor. Selain ganti <em>toner cartridge</em> mesin fotocopy, tidak ada pelajaran penelitian bahwa mesin fotocopy  menjadi alasan  keguguran dan kelahiran bayi tidak normal. Tapi, ada satu alat kantor harus berhati waktu digunakan, adalah pencetak Laser. Pencetak Laser mengeluarkan debu di udara.Oleh karena itu, harus digunakan kamar banyak udara masuk  jika menggunakan pencetak Laser.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/jadi-menggunakan-mesin-fotocopy-berbahaya-untuk-wanita-hamil/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mengetahui Bayi Berisiko Alergi</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/cara-mengetahui-bayi-berisiko-alergi</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/cara-mengetahui-bayi-berisiko-alergi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 06:52:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baru lahir]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan dan Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[alergi]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=8213</guid>
		<description><![CDATA[Anda mengidap alergi dan ingin tahu apakah bayi yang Anda lahirkan juga mengalami risiko serupa? Baca artikel ini. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="Div3"><!-- END OF TAG FOR SLOT --></div>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-8214" title="bib1" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/12/bib1-150x150.jpg" alt="bib1 150x150 Cara Mengetahui Bayi Berisiko Alergi" width="150" height="150" /></p>
<p>Anda ingin tahu apakah bayi Anda juga memiliki risiko alergi atau tidak? Mungkin karena Anda atau pasangan Anda juga mengalami alergi? Untuk   <span>mengetahui</span> bayi yang beresiko alergi atau tidak, sebenarnya tidak terlalu sulit, yakni dengan melakukan penelurusan riwayat alergi pada keluarganya. Yang paling memengaruhi tentu saja adalah orang tua serta saudara kandung.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-8215" title="bib2" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/12/bib2-150x150.jpg" alt="bib2 150x150 Cara Mengetahui Bayi Berisiko Alergi" width="150" height="150" /></p>
<p>Untuk   melakukan penelusuran riwayat ini, Anda dapat membuat  allergy trace card (kartu penelusuran riwayat alergi) yang dapat diisi dengan mudah oleh petugas kesehatan pada saat hamil maupun segera sesudah lahir. Dengan mengisi kartu penelusuran riwayat alergi ini maka dokter dapat membantu Anda menentukan risiko alergi pada bayi. Dengan sendirinya Anda lebih mudah mengambil langkah-langkah antisipasi.</p>
<p>Informasi lebih lanjut dapat Anda peroleh di www.allergymarch.com</p>
<p>Oh ya, Anda bisa mendownload bukunya secara gratis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/cara-mengetahui-bayi-berisiko-alergi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

