<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia parenting advice for orang tua, bayi, wanita, ibu, dan pasangan muda &#187; Baru lahir</title>
	<atom:link href="http://id.theasianparent.com/articles/category/baru-lahir-indonesia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://id.theasianparent.com</link>
	<description>The Online Home for Parents in Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Jul 2010 09:00:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bagaimana Cara Bayi Anda untuk berhenti memakai Popok</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/bagaimana-cara-bayi-anda-untuk-berhenti-memakai-popok</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/bagaimana-cara-bayi-anda-untuk-berhenti-memakai-popok#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 09:22:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faridah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak yang baru belajar berjalan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesengsaraan proses bertindak sebagai orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Popok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=6834</guid>
		<description><![CDATA[diapers

Popok sekali buang adalah bagian integral dalam kehidupan bayi, dan karena itulah dewasa ini hampir semua orangtua menggunakannya. Penggunaannya pada tahap-tahap awal memang sangat memudahkan, tetapi popok sekali buang telah terbukti dapat menjadi sebuah ‘kutukan’ bagi orang tua lantaran pada akhirnya anak-anak menjadi sulit untuk dilepaskan dari kebiasaan mengenakan popok.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6833" title="diapers" src="http://sg.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/10/diapers-150x150.jpg" alt="diapers 150x150 Bagaimana Cara Bayi Anda untuk berhenti memakai Popok" width="150" height="150" /></p>
<p>Popok sekali buang adalah bagian integral dalam kehidupan bayi, dan karena itulah dewasa ini hampir semua orangtua menggunakannya. Penggunaannya pada tahap-tahap awal memang sangat memudahkan, tetapi popok sekali buang telah terbukti dapat menjadi sebuah ‘kutukan’ bagi orang tua lantaran pada akhirnya anak-anak menjadi sulit untuk dilepaskan dari kebiasaan mengenakan popok.</p>
<p>Sebagai ibu dari anak berusia 3 tahun, saya sangat bersimpati kepada semua ibu-ibu di Singapura yang berjuang keras untuk gerakan bebas-popok-sekali-pakai. Saya harus mengatakan kepada Anda bahwa ini adalah tugas yang sangat sulit, walaupun tidak mustahil dan memerlukan banyak kesabaran serta waktu.</p>
<p>Pertanyaan pertama yang kebanyakan ibu atau orangtua pertanyakan adalah, “Kapankah waktu yang tepat bagi balita untuk berhenti menggunakan popok sekali pakai?” Saya yakin, sama seperti saya, Anda juga pasti sudah bertanya ke mana-mana dan mendapatkan jawaban yang membingungkan. Sementara sebagian orang berpendapat sangatlah penting untuk memulai sejak dini, katakanlah saat bayi sudah bisa duduk, atau bahkan sebelum itu, yang tergantung pada lingkungan tempat bayi itu tumbuh, yang lain berpendapat hal ini tak boleh dilaukan sampai bay mengerti dan siap untuk menghadapi perubahan ini.</p>
<p>Bila Anda bertanya pada kami, maka saya akan setuju dengan kelompok yang kedua, karena itu Anda tidak perlu kerepotan bergulat melatih anak Anda menggunakan toilet. Sangatlah penting bagi seorang anak untuk merasa siap menghadapi masa transisi ini. Seperti anak-anak di seluruh dunia, anak-anak balita di Singapura juga sangat rentan untuk memandang semua hal sebagai pergulatan kekuasaan, dan bila Anda memaksakan melakukan sesuatu yang mereka tidak suka, maka mereka akan bertindak seperti seorang pemberontak cilik. Kata kuncinya adalah bukan membuat masalah yang pada akhirnya akan menyulitkan Anda sendiri, sehingga Anda harus menghadapi masalah yang lebih besar.</p>
<p>Kebanyakan anak-anak akan memperihatkan indikasi sudah siap dengan mengekspresikannya baik secara verbal atau non verbal dan sangatlah penting untuk memahami tanda-tanda seperti itu dan melakukan respon yang sesuai. Sangatlah penting bagi Anda untuk membuat bayi Anda mengerti kebutuhan menggunakan toilet untuk urusan membuang kotoran dari tubuh mereka, dan cobalah membuatnya terdengar seperti sesuatu yang dilakukan oleh seseorang yang sudah besar. <em>Hal ini bisa membantu Anda dalam banyak kesempatan tetapi satu peringatan yang harus diperhatikan adalah jangan terlalu sering melakukannya. </em>Saya mengatakan ini berdasarkan pengalaman pribadi, karena saya menggunakan kalimat ini kepada putri saya yang setelah bersedia menggunakan toilet selama beberapa hari agar terlihat keren, kemudian kembali mengenakan popok sekali pakainya karena dia tidak mau beranjak dewasa. Hal ini akan mengarahkan kita kepada persyaratan kedua yang sangat penting bila Anda sedang mencoba melatih anak-anak Anda untuk tidak menggunakan popok sekali pakai lagi.</p>
<p>Semua orangtua di Singapura mestinya memahami bahwa hal ini memerlukan waktu, plus berbagai kemunduran yang sering membuat Anda jadi frustrasi. Kebanyakan orangtua mengeluh anak mereka yang telah lepas dari popok sekali pakai selam abeberapa minggu akhirnya kembali mengunakannya, sehingga mereka merasa putus asa. Poin yang pertama adalah jangan pernah merasa frustrasi tetapi teruslah mencoba melatih anak Anda.</p>
<p>Yang kedua tanyakan pada diri Anda sendiri dan jawablah dengan jujur mengapa terjadi kemunduran seperti ini. Seringkali jawabannya karena di rumah ada popok sekali pakai. Banyak orangtua merasa tetap perlu memiliki beberapa popok sekali pakai di rumah untuk mengatasi hari-hari di mana anak mengalami kemunduran, padahal mungkin iinlah akar yang menyebabkan anak Anda kembali terikat dengan popok sekali pakainya.</p>
<p>Saya tahu memang sulit, tetapi cara terbaik untuk menghentikan anak mengenakan popok sekali pakai adalah dengan membuang semua popok sekali pakai di rumah dan buatlah rumah Anda bebas dari popok seklai pakai. Mungkin akan terjadi ‘kecelakaan’ dalam beberapa hari, yang akan menambah beban pekerjaan Anda. Tetapi dalam jangka panjang, anak Anda akan belajar untuk tidak menggunakan popok. Selalu ingat bahwa penting sekali bagi Anda untuk tidak membuat anka kebingungan. Mengenakan popok sekali pakai di malam hari atau pada saat pergi ke luar akan membuatnya menjadi bingung.</p>
<p>Terakhir, jangan pernah memakai celana latih (training pants) untuk melatih anak karena ini juga akan membingungkan mereka dan tidak akan membuat mereka berhenti menggunakan popok sekali pakai. Pispot  yang layak dan terbuat dengan baik atau latihan memakai toilet plus banyak pujian dan dorongan adalah satu-satunya cara untuk membuat anak berhenti memakai popok sekali pakai. Jadi…saya ucapkan semoga berhasil untuk seluruh orangtua, baik yang di Singapura, maupun di negara lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/bagaimana-cara-bayi-anda-untuk-berhenti-memakai-popok/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Anda Sering Terbentur? Waspadai Akibatnya!</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/anak-anda-sering-terbentur-waspadai-akibatnya</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/anak-anda-sering-terbentur-waspadai-akibatnya#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 07:49:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baru lahir]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[terbentur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=8105</guid>
		<description><![CDATA[Anak kebentur memang wajar, tetapi akibatnya bisa fatal. Pastikan Anda tahu apa risikonya. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6479" title="baby" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/09/iStock_000007661312XSmall-150x150.jpg" alt="baby" width="150" height="150" /></p>
<p>Anak Anda sering terbentur? Jangan dianggap sepele apalagi hanya diatasi dengan mengusap bagian yang terbentur dengan rambut seperti cara-cara lama dulu.  Waspadai akibatnya karena bisa memengaruhi masa depannya. Dalam sebuah artikel yang dimuat di tabloid Nakita, disebutkan berbagai risiko yang mungkin dialami oleh anak saat terbentur, seperti gegar otak atau retak dan patah tulang.</p>
<p>Selengkapnya bisa Anda baca di:</p>
<p>http://www.tabloid-nakita.com/artikel.php3?edisi=01030&amp;rubrik=sehat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/anak-anda-sering-terbentur-waspadai-akibatnya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Sepelekan Alergi pada Anak</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/jangan-sepelekan-alergi-pada-anak</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/jangan-sepelekan-alergi-pada-anak#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 09:20:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak yang baru belajar berjalan]]></category>
		<category><![CDATA[Anak yang lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan dan Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[alergi]]></category>
		<category><![CDATA[alergi pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[allergy march]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=7644</guid>
		<description><![CDATA[Alergi pada anak harus diwaspadai dan ditangani dengan benar agar tidak mengganggu tumbuh kembang anak. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/10/sneezing-child-150x150.jpg" alt="sneezing child" title="sneezing child" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-6618" /></p>
<p>Anak Anda sering mengalami alergi berupa ruam merah pada kulit atau bengkak-bengkak setelah mengonsumsi makanan tertentu? Jangan diabaikan lho. Menurut sebuah artikel yang dimuat di Kompas pada 12 Mei 2009,<br />
angka kejadian alergi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini. Kondisi ini terjadi karena zat yang terkandung dalam makanan atau minuman makin beragam. Masih ditambah lagi meningkatnya polusi seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat yang makin modern.</p>
<p>Demikian disampaikan Ketua Divisi Alergi-Imunologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo dr Dr Zakiudin Munasir SpA (K), dalam seminar bertema &#8220;Apakah Alergi Diturunkan Secara Genetik&#8221;, Selasa (12/5), di Hotel Gran Melia, Jakarta.</p>
<p>Alergi merupakan reaksi kekebalan tubuh yang menyimpang atau berubah dari normal yang dapat menimbulkan gejala yang merugikan tubuh, mulai dari gangguan pernapasan, kulit, hingga mata. Alergi pada anak jangan dianggap enteng karena dapat berisiko terhadap tumbuh kembang anak, bahkan bisa berlanjut hingga beranjak dewasa bila tidak ditangani dengan baik. Demikian ia mengatakan.</p>
<p>Dalam artikel ini juga dijelaskan bahwa seseorang dapat menderita alergi bila salah satu atau kedua orangtuanya memiliki riwayat alergi. Hal ini menunjukkan bahwa alergi bersifat genetik. Ada tiga tindakan pencegahan alergi, yaitu menghindari penyebab dan pencetus alergi, menjalani cara hidup baik dan sehat, dan memakai obat-obatan. Selain itu, ada beberapa cara tindakan pencegahan sejak dini terhadap anak yang lahir dari orangtua pengidap atopik atau alergi, bahkan dapat dimulai sejak anak berada dalam kandungan.</p>
<p>Alergi pada anak bisa dicegah sejak dini dengan memberi air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama 6 bulan atau lebih karena ASI mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan bayi, termasuk protein hypo allergenik, DHA dan probiotik, serta kolostrum yang dapat melindungi bayi dari alergi dan infeksi. Probiotik adalah bakteri hidup yang menguntungkan dan mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi, serta mengurangi risiko alergi. </p>
<p>Nah, bila anak-anak Anda ada yang mengalami alergi, ada baiknya Anda segera memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Atau Anda bisa mengklik http://www.theallergymarch.com/</p>
<p>artikel selengkapnya dapat Anda baca di: http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/05/12/16302881/mencegah.alergi.pada.anak..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/jangan-sepelekan-alergi-pada-anak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanda-tanda Kelainan Jantung Bawaan pada Bayi</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/tanda-tanda-kelainan-jantung-bawaan-pada-bayi</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/tanda-tanda-kelainan-jantung-bawaan-pada-bayi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 01:10:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan dan Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[jantung]]></category>
		<category><![CDATA[jantung bawaan pada bayi]]></category>
		<category><![CDATA[kelainan jantung congenital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=7606</guid>
		<description><![CDATA[Tanda-tanda seperti ujung jari membiru perlu diwaspadai sebagai kelainan jantung bawaan/congenital]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/11/affirmative.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-7612" title="cute baby" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/11/affirmative.jpg" alt="cute baby" width="146" height="159" /></a>Kemarin saat makan siang bersama teman, kami mendengar kabar sedih. Keponakan teman yang masih bayi, didiagnosa menderita kelainan jantung congenital sehingga harus dioperasi.</p>
<p>Rasa sedih langsung menyergap. Sang teman spontan membujuk sepupunya untuk bersikap tabah. Ia lalu bilang sejak awal sudah curiga melihat keponakannya itu ujung-ujung jarinya tampak membiru, bibirnya juga begitu. Artikel yang dimuat di harian Waspada Medan ini mungkin dapat membantu memberikan informasi apabila Anda menemukan tanda-tanda seperti jari membiru, bibir membiru atau tanda lain yang umumnya ditemukan pada bayi dengan kelainan jantung bawaan.</p>
<p>Wednesday, 29 July 2009 19:13<br />
Waspadai kelainan penyakit jantung pada anak<br />
Warta &#8211; Medan<br />
PRAWIRA SETIABUDI<br />
WASPADA ONLINE</p>
<p>MEDAN &#8211; SMF kardiologi/instalasi kardiovaskuler RSUP H Adam Malik Medan, Abdullah Afif Siregar, menghimbau, masyarakat diminta untuk selalu mewaspadai penyakit kelainan jantung pada anak.</p>
<p>Apabila anak terdapat gejala seperti sesak nafas, kulit membiru (sianosis) pada bibir dan jari, kaki, perut dan bengkak, pingsan langsung diperiksakan ke dokter, karena diduga mengidap kelainan jantung.</p>
<p>“Penyakit kelainan jantung pada bayi, dan anak dapat berupa penyakit jantung bawaan ataupun penyakit jantung yang didapat,” katanya kepada Waspada Online, malam ini.</p>
<p>Penyakit jantung bawaan, kata Afif, adalah kelainan jantung yang terjadi, atau terdapat sejak janin di dalam kandungan, dan kelainan ini berlanjut setelah janin dilahirkan.</p>
<p>Sedangkan penyakit jantung, didapat setelah terjadi anak lahir, sedangkan didalam kandungan jantungnya baik dan tidak bermasalah.</p>
<p>Penyakit jantung bawaan terdapat pada 8-10 anak diantara 1000 bayi yang dilahirkan, atau sekitar 0,8 % dari bayi yang dilahirkan.</p>
<p>“Faktor kelaianan jantung, disebabkan antara lain faktor keturunan atau genetik dari salah satu atau kedua orang bayi, faktor penyakit yang diderita ibu saat mengandung seperti diabetes mellitus,” tandasnya.</p>
<p>Untuk itu, Afif, menyarankan, apabila terdapat tanda-tanda seperti sesak nafas, bibir dan jari bengkak pada bayi atau anak, segera melakukan pemeriksaan ke dokter ahli jantung, agar mendapatkan perawatan.<br />
(dat04/wol-mdn)</p>
<p>http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=41151:waspadai-kelainan-penyakit-jantung-pada-anak&amp;catid=14:medan&amp;Itemid=27</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/tanda-tanda-kelainan-jantung-bawaan-pada-bayi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bangganya Jadi Ibu yang Menyusui dengan ASI</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/bangganya-jadi-ibu-yang-menyusui-dengan-asi</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/bangganya-jadi-ibu-yang-menyusui-dengan-asi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 06:16:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baru lahir]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi Bulan Sempurna]]></category>
		<category><![CDATA[Disusui]]></category>
		<category><![CDATA[Hal-hal yang perlu]]></category>
		<category><![CDATA[Air Susu Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[menyusui bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=7224</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah Closing Party fashion week yang berlangsung di Jakarta, seorang teman yang baru saja melahirkan sempat membuat kami semua tertawa, saat bercerita tentang pengalamannya menyusui dengan ASI. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/11/1166486_27809579.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-7541" title="1166486_27809579" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/11/1166486_27809579-150x150.jpg" alt="1166486 27809579 150x150 Bangganya Jadi Ibu yang Menyusui dengan ASI" width="150" height="150" /></a>Dalam sebuah Closing Party fashion week yang berlangsung di Jakarta, seorang teman yang baru saja melahirkan sempat membuat kami semua tertawa. &#8220;Tahu nggak, tadi gue &#8216;rame&#8217; sama mertua&#8230;habis&#8230;air asi gue yang cuman sedikit masak dicampur sama air, takut nggak cucunya nggak kenyang&#8230;&#8221; katanya sambil tertawa geli.</p>
<p>Pembicaraan semacam ini kini sudah menjadi obrolan casual di antara para ibu muda. Saya yang terakhir melahirkan 6 tahun lalu juga sering ikutan nimbrung. Maklum buat saya, menyusui bayi adalah pengalaman terindah&#8230;dan ternikmat yang pernah dialami seumur hidup.</p>
<p>Masih ingat rasanya bagaimana senangnya melihat si bayi menyedot dengan lahap, sambil tangannya menggenggam jari saya. Sumpah kalau disuruh mengulang lagi, rasanya saya mau. Sayangnya usia sudah kepala 4, dan dokter bilang tak boleh melahirkan lagi (itu juga karena saya sebenarnya sudah punya 4 anak hehehe)</p>
<p>Saya juga ikut senang waktu keponakan yang baru lahir, langsung menyusu dan kompak mengikuti IMD (Iniasi Menyusui Dini). Istilah ini baru saya tahu ketika menengok teman yang baru melahirkan. Jaman saya menyusui dulu belum ada istilah ini, tapi sekarang saya jadi ikut-ikutan bangga kalau bisa bertanya&#8230;&#8221;gimana IMD-nya? Sukses nggak?&#8221;, kepada teman atau saudara yang baru melahirkan.</p>
<p>Di kantor acara antar mengantar ASI yang baru diperah untuk disimpan di kulkas dapur uji sering jadi momen istimewa buat saya. Senang dan bangga rasanya melihat para ibu sekarang sibuk memerah susu, menyimpannya dalam botol susu, bahkan ke mana-mana membawa cooler mini seperti mau piknik saja.</p>
<p>Mungkin karena itu, artikel meningkatkan kualitas ASI yang ditulis di www.perempuan.com lumayan menginspirasi. Berikut artikelnya:</p>
<p>Ibu sebaiknya tidak mengabaikan atau mengurangi waktu makan, yaitu 3 kali dalam sehari, karena hal ini sangat penting untuk mempertahankan daya tahan tubuh. Lebih baik Ibu mengkonsumsi buah atau roti dibandingkan tidak mengkonsumsi makanan sama sekali. Selain itu, Ibu juga sebaiknya mengkonsumsi selingan yang kaya gizi, seperti gado-gado, asinan buah, sayur, jus buah, bubur kacang hijau, dan lain sebagainya.</p>
<p>Untuk menjaga produksi ASI, Ibu yang menyusui membutuhkan zat gizi yang kaya dan seimbang, makanan yang bervariasi, konsumsi air yang cukup (2 liter setiap hari), dan juga zat gizi esensial (protein, vitamin A, vitamin C, kalsium). Selain itu, kebutuhan akan zat besi dan vitamin lainnya meningkat.</p>
<p>apa saja makanan yang harus dikonsumsi dan dihindari, coba buka saja artikel selengkapnya di sini:</p>
<p>http://www.perempuan.com/new/index.php?aid=22753&amp;cid=6&amp;11%2F22%2F09%2C07%3A11%3A52</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/bangganya-jadi-ibu-yang-menyusui-dengan-asi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Dot Bayi sungguh baik untuk Bayi anda?</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/apakah-dot-bayi-sungguh-baik-untuk-bayi-anda</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/apakah-dot-bayi-sungguh-baik-untuk-bayi-anda#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 05:30:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faridah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan dan Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjauan Produk Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Baby Product Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=6546</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda salah satu orang tua mau kesenangan untuk bayi anda dan berpikir tentang memberikan dot bayi, ada beberapa fakta anda harus tahu sehingga anda bisa membantu beli dot bayi itu]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6545" title="baby pacifiers" src="http://sg.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/10/baby-pacifiers-150x150.jpg" alt="baby pacifiers" width="150" height="150" /></p>
<p>Jika anda salah satu orang tua mau kesenangan untuk bayi anda dan berpikir tentang memberikan dot bayi, ada beberapa fakta anda harus tahu sehingga anda bisa membantu beli dot bayi itu:</p>
<p>Produk ini memproduksi banyak bentuk dan ukuran. Di Indonesia, produk itu diproduksi berdasarkan standar konsumen dan undang-undang produksi dot bayi sehingga dot bayi harus diproduksi dari bahan yang tak racun untuk keselamatan bayi.</p>
<p><strong>Beberapa kegunaan dot bayi adalah:</strong></p>
<p><strong>1) Itu memuaskan keperluan bayi untuk isap: </strong>Mengisap tanpa gizi adalah refleks bayi yang biasa, karena bayi perlu mengisap setelah dilahirkan, dan proses mengisap itu berubah-ubah tergantung bayi ke bayi. Bayi cenderung waktu mereka bosan, lelah atau perlu kesenangan. Mungkin, dot bayi boleh memuaskan keinginan isap oleh bayi.<br />
<strong>2) Membantu bayi mulai tidur: </strong>Bayi<strong> </strong>suka<strong> </strong>mengisap waktu mereka mulai tidur. Kesenangan dari isap membantu bayi menanggulangi lebih baik dengan gangguan dari dunia yang besar dan bingung.<br />
<strong>3)	Mengurangi risiko dalam memberi makan terlalu banyak untuk bayi disusui oleh botol bayi susu: </strong>Keinginan isap oleh bayi seringkali salah mengerti sebagai tanda kelaparan. Mungkin anda memberi makan terlalu banyak ke Bayi anda sudah penuh. Sehingga, coba memberi dot bayi jika bayi masih mau mengisap setelah makan yang cukup.<br />
<strong>4)	Menggunakan dot bayi sangat mudah dari pada isap ibu jari:</strong> Anda bisa berhenti bayi anda menggunakan dot bayi oleh melemparkan dota bayi itu sewaktu-waktu. Tapi, isap ibu jari oleh bayi anda mungkin menjadi kebiasaan yang sulit melemparkan karena ibu jari  yang ada setiap kali mereka!</p>
<p><strong>Permasalahan Hubungan dengan Dot Bayi:</strong></p>
<p><strong>1)	Mereka mungkin menghalangi pertumbuhan bayi: </strong>aktivitas isap perlu tenaga, penggunaan<strong> </strong>itu terlalu banyak mengakibatkan tambahan berat oleh bayi lebih kurang dan proses makan oleh bayi juga kurang terutama dalam bayi-bayi yang lemah.<br />
<strong>2)	Risiko yang lebih besar infeksi telinga:</strong>Dot bayi ada sumber infeksi telinga tengah. Mengisap yang panjang mungkin mengganti tekanan di bilik telinga tengah.<br />
<strong>3)	Penggunaan yang terlalu banyak mungkin mengakibatkan kemampuan berbicara terlambat: </strong>Itu sulit untuk bayi berbicara dengan dot bayi di mulut bayi. Kecanduan dot bayi mungkin oleh mereka dan penggunaan dot bayi yang lama bisa hambat kemampuan berbicara biasa mereka.<br />
<strong>4)	Penggunaan yang tidak tepat dan lama mungkin akibat permasalahan gigi: </strong>Penggunaan dot bayi mungkin mengakibatkan banyak permasalahan gigi seperti gigi menonjol keluar, bentuk gigi tidak lurus dan bisa berubah bentuk mulut. Dot bayi dicelupkan dalam sirop jagung, madu, atau glukosa bisa akibat kebusukan gigi di bayi-bayi.</p>
<p><strong>Begini titip-titip lakukan atau tidak lakukan penggunaan dot bayi</strong><strong>:</strong></p>
<p>1)	anda harus mensterilkan dot bayi di air mendidih untuk 5 menit.<br />
2) Itu gagasan yang bagus mempunyai banyak dot bayi sebagai cadagan jika satu menjadi hilang.<br />
3)	Mengambil banyak cadangan dot bayi membolehkan waktu untuk mencuci dot bayi lain dengan air hambat bersabun.<br />
4)	Itu gagasan yang bagus berhenti menggunakan dot bayi waktu anak berusia lima tahun.<br />
5)	Jangan mencoba memaksa bayi digunakan dot bayi. Jika bayi tidak mau dot bayi, ada cara lain untuk menenangkan bayi anda.<br />
6)	Memilih dot bayi tergantung usia bayi. Model satu potong dengan nipel halus sangat cocok dari pada dota bayi lain.<br />
7)	Jangan mengikat dot bayi dengan pita atau tali lebih panjang dari 6 inci karena itu menjadi risiko penciutan.</p>
<p>Orang tua tidak sependapat tentang penggunaan dot bayi. Jika beberapa tidak suka menggunakan dot bayi, ada beberapa yang suka. Yang mana pihak anda didukung?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/apakah-dot-bayi-sungguh-baik-untuk-bayi-anda/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cegukan Pada Bayi Berbahayakah?</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/cegukan-pada-bayi-berbahayakah</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/cegukan-pada-bayi-berbahayakah#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 May 2010 05:14:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baru lahir]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[cegukan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=8100</guid>
		<description><![CDATA[Cegukan pada bayi tidaklah membahayakan. Berikut penjelasannya. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-7019" title="72057" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/11/72057.jpg" alt="72057 Cegukan Pada Bayi Berbahayakah?" width="80" height="100" /></p>
<p>Bayi Anda sering cegukan? Jangan cemas! Menurut sebuah artikel yang dibuat di tabloid Nakita, cegukan bukanlah kondisi yang harus dicemaskan. Seperti tertulis berikut ini:</p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"><strong>*Sering Cegukan </strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;"> </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Gangguan yang satu ini juga kerap bikin cemas para ibu. Padahal, &#8220;Cegukan pada bayi bukan merupakan tanda penyakit tertentu,&#8221; ujar <strong>Dr. Najib Advani, Sp.A, MMed. Paed.</strong> dari Bagian Kesehatan Anak FKUI RSUPN Cipto Mangunkusumo. Lain halnya dengan cegukan pada orang tua, bisa merupakan suatu gejala penyakit. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Cegukan pada bayi, terang Najib, terjadi karena ada kontraksi pada sekat rongga badan yang memisahkan rongga dada dan rongga perut (diafragma). Namun, apa penyebab munculnya kontraksi tersebut, hingga kini belum diketahui jelas. </span></span></p>
<p><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: small;"><span style="font-family: Verdana; color: #000000; font-size: x-small;">Umumnya cegukan akan hilang sendiri dan tak berbahaya. Bayi cukup diberikan minum air hangat. Untuk bayi yang agak besar, berikan gula pasir tanpa dicairkan sebanyak satu sendok teh. Bila si bayi masih tetap cegukan, anjur Najib, bawalah ke dokter. Sebab, &#8220;Cegukan yang lama dapat mengganggu bayi. Misalnya, ia jadi rewel sampai tak mau makan. Kalau sudah nggak mau makan, tentunya si bayi bisa sakit.&#8221; Nanti dokter akan memberikan obat untuk mengurangi kontraksi pada sekat rongga badan sehingga cegukannya berhenti. </span></span><br />
<span style="color: #000000;"><span style="font-size: x-small;"><span style="font-family: Verdana;">Oh ya, Anda juga bisa membaca sejumlah gangguan kecil yang biasa dialami bayi, di tautan berikut:</span></span></span></p>
<p>http://www.tabloid-nakita.com/artikel.php3?edisi=01030&amp;rubrik=bayi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/cegukan-pada-bayi-berbahayakah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadi Menggunakan Mesin Fotocopy Berbahaya untuk Wanita Hamil?</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/jadi-menggunakan-mesin-fotocopy-berbahaya-untuk-wanita-hamil</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/jadi-menggunakan-mesin-fotocopy-berbahaya-untuk-wanita-hamil#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 08:39:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Dana Eliott</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan dan Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu-ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=6938</guid>
		<description><![CDATA[jadi berdiri depan  mesin fotocopy dan menggunakan mesin itu berbahaya untuk wanita hamil dan bayinya?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6937" title="photo copier" src="http://sg.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/10/photo-copier-150x150.jpg" alt="photo copier" width="150" height="150" /><strong>Pertanyaan:</strong> jadi berdiri di depan mesin fotocopy dan menggunakan mesin itu berbahaya untuk wanita hamil dan bayinya?</p>
<p><strong>Dr Dana:</strong> Banyak wanita hamil khawatir tentang penggunaan lama komputer atau mesin fotocopy waktu kerja; tapi, mesin-mesin itu tidak membuat pengaruh yang berbahaya pada wanita hamil. Jika anda mau berhati-hati waspada, itu terbaik bahwa istri anda tidak ganti <em>toner cartridge</em> mesin fotocopy ketika jika percaya cartridge itu menjadi kotor. Selain ganti <em>toner cartridge</em> mesin fotocopy, tidak ada pelajaran penelitian bahwa mesin fotocopy  menjadi alasan  keguguran dan kelahiran bayi tidak normal. Tapi, ada satu alat kantor harus berhati waktu digunakan, adalah pencetak Laser. Pencetak Laser mengeluarkan debu di udara.Oleh karena itu, harus digunakan kamar banyak udara masuk  jika menggunakan pencetak Laser.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/jadi-menggunakan-mesin-fotocopy-berbahaya-untuk-wanita-hamil/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mengetahui Bayi Berisiko Alergi</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/cara-mengetahui-bayi-berisiko-alergi</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/cara-mengetahui-bayi-berisiko-alergi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 06:52:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baru lahir]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan dan Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[alergi]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=8213</guid>
		<description><![CDATA[Anda mengidap alergi dan ingin tahu apakah bayi yang Anda lahirkan juga mengalami risiko serupa? Baca artikel ini. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="Div3"><!-- END OF TAG FOR SLOT --></div>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-8214" title="bib1" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/12/bib1-150x150.jpg" alt="bib1 150x150 Cara Mengetahui Bayi Berisiko Alergi" width="150" height="150" /></p>
<p>Anda ingin tahu apakah bayi Anda juga memiliki risiko alergi atau tidak? Mungkin karena Anda atau pasangan Anda juga mengalami alergi? Untuk   <span>mengetahui</span> bayi yang beresiko alergi atau tidak, sebenarnya tidak terlalu sulit, yakni dengan melakukan penelurusan riwayat alergi pada keluarganya. Yang paling memengaruhi tentu saja adalah orang tua serta saudara kandung.</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-8215" title="bib2" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/12/bib2-150x150.jpg" alt="bib2 150x150 Cara Mengetahui Bayi Berisiko Alergi" width="150" height="150" /></p>
<p>Untuk   melakukan penelusuran riwayat ini, Anda dapat membuat  allergy trace card (kartu penelusuran riwayat alergi) yang dapat diisi dengan mudah oleh petugas kesehatan pada saat hamil maupun segera sesudah lahir. Dengan mengisi kartu penelusuran riwayat alergi ini maka dokter dapat membantu Anda menentukan risiko alergi pada bayi. Dengan sendirinya Anda lebih mudah mengambil langkah-langkah antisipasi.</p>
<p>Informasi lebih lanjut dapat Anda peroleh di www.allergymarch.com</p>
<p>Oh ya, Anda bisa mendownload bukunya secara gratis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/cara-mengetahui-bayi-berisiko-alergi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

