<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia parenting advice for orang tua, bayi, wanita, ibu, dan pasangan muda &#187; Anak yang lebih tua</title>
	<atom:link href="http://id.theasianparent.com/articles/category/anak-yang-lebih-tua-indonesia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://id.theasianparent.com</link>
	<description>The Online Home for Parents in Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Jul 2010 09:00:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Terlalu memanjakan anak</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/terlalu-memanjakan-anak</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/terlalu-memanjakan-anak#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 07:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kenny Toh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak yang lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan Anak Yang Lebih Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Anak lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/over_pamper_children</guid>
		<description><![CDATA[Menyeimbangkan keinginan kita untuk melayani atas nama cinta dan hasrat kita untuk mendidik anak agar memiliki rasa tanggung jawab dan kemandirian adalah suatu hal yang sensitif. Kapankah Anda bisa tahu apakah Anda terlalu memanjakan anak? ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2" width="20%" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #ffffff;"><strong><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000;"><strong><span style="font-size: x-small;"><img src="http://theasianparent.com/upload_folder_news/folder_1030/file_1_8.jpg" alt="pampered child" hspace="5" vspace="0" width="150" align="left" title="Terlalu memanjakan anak" /></span></strong></span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div class="s5"><img src="http://theasianparent.com/images/space.gif" alt="space Terlalu memanjakan anak" width="10" height="10" title="Terlalu memanjakan anak" />Do you over pamper your child?</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000; font-size: xx-small;"><strong> </strong></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span id="result_box"><span style="background-color: #ffffff;" title="Parenting is an inherently service-oriented vocation." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Parenting adalah layanan panggilan yang berorientasi turun menurun. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="The things that parents typically do for their children include changing their diapers, clothing them, feeding them, chauffeuring them to and fro school and enrichment classes, etc,." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Hal-hal yang biasanya dilakukan orangtua untuk anak-anak mereka termasuk mengganti popok mereka, pakaian mereka, memberi makan mereka, mengantar mereka ke sana kemari sekolah dan kelas-kelas pengayaan, dll,. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="And we do that out of love." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dan kita melakukannya karena cinta.</span></span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Acclaimed author and family counsellor Gary Chapman classifies these 'acts of service' as one of the 'five love languages' (the remaining four are words of affirmation, physical touch, quality time and gifts)." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Diakui penulis dan konselor keluarga, Gary Chapman, mengklasifikasikan ini &#8216;tindakan pelayanan&#8217; sebagai salah satu &#8216;lima bahasa cinta&#8217; (yang tersisa empat adalah kata-kata afirmasi, sentuhan fisik, waktu yang berkualitas dan hadiah).</span></p>
<p><span title="Most parents would willingly serve their children without expecting anything in return." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Kebanyakan orangtua bersedia melayani anak-anak mereka tanpa mengharapkan imbalan apa pun. </span><span title="Perhaps, it is our basic parental duty to do for our children what they are incapable of doing by themselves, at least until they develop and grow into capable, competent, and self-reliant individuals." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Mungkin, itu adalah tugas orangtua dasar kita lakukan untuk anak-anak kita apa yang mereka tidak mampu melakukan sendiri, setidaknya sampai mereka tumbuh dan berkembang menjadi mampu, kompeten, dan individu-individu mandiri. </span><span title="However, we ought to be keenly aware of the common tendency to do too much for our children or to jump in to assist them at the first sign of struggle." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Namun, kami harus sangat menyadari kecenderungan umum untuk melakukan terlalu banyak untuk anak-anak kita atau untuk melompat untuk membantu mereka pada tanda pertama perjuangan. </span><span title="In doing so, we risk depriving them the learning opportunities that are essential for their healthy development and growth." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dalam melakukannya, kita berisiko merampas mereka kesempatan belajar yang penting untuk perkembangan dan pertumbuhan yang sehat.</span></p>
<p><span title="Balancing our propensity to serve out of love and our desire to nurture our children's sense of responsibility and independence is a delicate one." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Menyeimbangkan kecenderungan kita untuk melayani, terwujud dari cinta dan kerinduan kita untuk memelihara anak-anak kita rasa tanggung jawab dan kemerdekaan adalah salah satu yang rumit. </span><span title="It requires some degree of awareness and an on-going assessment of what we ought to progressively let go or cease doing for our children as they mature and develop with time, exposure and gaining of new skills." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Hal ini membutuhkan suatu tingkat kesadaran dan penilaian terus-menerus dari apa yang kita seharusnya semakin melepaskan atau berhenti melakukan bagi anak-anak kita ketika mereka dewasa dan berkembang dengan waktu, exposure dan memperoleh keterampilan baru. </span><span title="A common example is to let school-going children manage their own homework." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Sebuah contoh umum adalah membiarkan anak-anak sekolah akan mengatur pekerjaan rumah mereka sendiri.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Instead of having to constantly nag, remind or insist that children finish their homework diligently, wouldn't it be easier to let them be motivated by their intrinsic desire to be seen as 'good and responsible pupils' and to avoid the potential negative consequences (" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Daripada harus terus-menerus mengomel, mengingatkan atau bersikeras bahwa anak-anak harus menyelesaikan pekerjaan rumah mereka rajin, apakah tidak akan lebih mudah untuk membiarkan mereka termotivasi oleh keinginan intrinsik mereka? Hal ini  harus dilihat sebagai &#8216;murid yang baik dan bertanggung jawab &#8216; dan untuk menghindari konsekuensi negatif yang potensial ( </span><span style="background-color: #ffffff;" title="be it guilt, anxiety or punishment) of not completing their work?" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">baik itu rasa bersalah, kecemasan atau hukuman) karena tidak menyelesaikan pekerjaan mereka? </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Nagging or reminding children to do their homework is undoubtedly another act of service that is driven by a loving intention." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Omelan atau mengingatkan anak-anak untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka tak diragukan lagi adalah tindakan pelayanan yang didorong oleh niat yang penuh cinta. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="However, when we cease trying to 'teach' and instead seek to create opportunities for our children to 'learn' responsibility and independence, a great deal of unnecessary daily battles could be avoided, thereby leaving room for us to play a more nurturing role while" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Namun, ketika kita berhenti berusaha untuk &#8216;mengajar&#8217; dan bukannya berusaha menciptakan kesempatan bagi anak-anak kita untuk &#8216;belajar&#8217; tanggung jawab dan kemandirian, maka akan timbul banyak pergulatan  sehari-hari yang tidak perlu dapat dihindari, sehingga menyisakan ruang bagi kita untuk memainkan peran yang lebih memelihara sementara </span><span style="background-color: #ffffff;" title="maintaining a positive, supportive and encouraging relationship with them." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">mempertahankan yang positif, mendukung dan mendorong hubungan dengan mereka.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="While it is our parental duty to serve, it is also imperative that we learn to step back and allow our children to develop independence and responsibility through the experience of difficulties and mistakes." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Sementara itu adalah kewajiban orang tua kita untuk melayani, juga penting bahwa kita belajar untuk melangkah mundur dan membiarkan anak-anak kita untuk mengembangkan kemandirian dan tanggung jawab melalui pengalaman kesulitan dan kesalahan. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="At times, too much service can be a disservice that impedes their development." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Kadang-kadang, terlalu banyak layanan yang dapat merugikan yang menghambat perkembangan mereka.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="About the author" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"><strong>Tentang penulis </strong></span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="This article is written by Kenny Toh, a professional coach, passionate father, and the founder of The Coaching Academy, Institute of Advanced Parentology and International Network for Parents as Coaches." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Artikel ini ditulis oleh Kenny Toh, pelatih profesional, ayah yang bersemangat , dan pendiri The Coaching Academy, Institute of Advanced Parentology dan International Network untuk Orang Tua sebagai Pelatih.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="As a leading advocate for Parents-as-Coaches and Non-Punitive Discipline in Singapore, Kenny is committed to advancing the practice of parenting through a multidisciplinary approach that integrates the principles and practices from various disciplines including philosophy, psychology, Neuro-Linguistic Programming," onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Sebagai penganjur terkemuka untuk Orang Tua-sebagai-Coaches dan Non-bersifat menghukum Disiplin di Singapura, Kenny berkomitmen untuk memajukan praktek pengasuhan melalui pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan prinsip-prinsip dan praktek dari berbagai disiplin ilmu termasuk filsafat, psikologi, Neuro-Linguistic Programming, </span><span title="and personal development." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">dan pengembangan pribadi.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="He has been invited to speak at public seminars such as Joyful Parenting Conference 2006 and Great Parenting Seminar 2007, and a wide range of educational institutions including Nanyang Technological University, National Junior College, secondary schools, primary schools and pre-schools." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dia telah diundang untuk berbicara di seminar publik seperti Joyful Parenting Conference 2006 dan Great Parenting Seminar 2007, dan berbagai lembaga pendidikan termasuk Nanyang Technological University, National Junior College, sekolah menengah, sekolah dasar dan pra-sekolah. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="His insights and writings on parenting-related topics have been featured frequently in publications such as Readers' Digest Asia, Straits Time's Mind Your Body, Young Parents, Today's Parents, Family Magazine, Mother and Baby, and Young Families." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Wawasannya dan tulisan-tulisan tentang topik yang berkaitan dengan pengasuhan telah sering ditampilkan dalam publikasi seperti Readers &#8216;Digest Asia, Straits Time&#8217;s Mind Your Body, Young Orangtua, Today&#8217;s Orangtua, Majalah Keluarga, Ibu dan Bayi, dan Young Keluarga.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="To find our more information about Kenny's work, kindly email contactus@advancedparentology.com or visit www.advanceparentology.com and www.parentingwithoutpunishment.org." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Untuk mencari informasi lebih lanjut tentang Kenny pekerjaan, silakan email atau kunjungi contactus@advancedparentology.com www.advanceparentology.com dan www.parentingwithoutpunishment.org.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/terlalu-memanjakan-anak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Kata Anak-anak</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/apa-kata-anak-anak</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/apa-kata-anak-anak#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 09:29:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Asian Parent</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak yang lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Umum Anak Yang Lebih Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Anak lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/kids_say_the_cutest_things</guid>
		<description><![CDATA[Minggu ini, TheAsianparent berjalan-jalan di Tempat Umum dan memilih top 10 hal paling lucu yang diajukan oleh pembaca kami.  Selamat menikmati!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2" width="20%" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #ffffff;"><strong><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000;"><strong><span style="font-size: x-small;"><img src="http://theasianparent.com/upload_folder_news/folder_514/file_1_kidssaycutestthings.jpg" alt="TheAsianParent: Helping Parents in Singapore, Malaysia, Indonesia and Hong Kong" hspace="5" width="120" align="left" title="Apa Kata Anak anak" /></span></strong></span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div class="s5"><img src="http://theasianparent.com/images/space.gif" alt="space Apa Kata Anak anak" width="10" height="10" title="Apa Kata Anak anak" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000; font-size: xx-small;"><strong>Aww, apa dia bilang begitu?</strong></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span id="result_box"><span style="background-color: #ffffff;" title="Whether the host was Art Linkletter or Bill Cosby, Kids Say the Darndest Things and Art Linkletter's House Party have been hits among many for a number of years." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Entah itu  Art Linkletter atau Bill Cosby yang membawakan acaranya, <em>Kids Say the Darndest Things</em> dan <em>Art Linkletter&#8217;s House Party</em> menjadi hits di antara banyak orang selama beberapa tahun. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Children and their reactions to just about everything are not only humours but at times, thought provoking as well." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anak-anak dan reaksi mereka pada apapun saja bukan hanya sekedar humor tapi kadang-kadang, menggugah pemikiran juga. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="This week, TheAsianparent takes a walk in the Community and picks out the top 10 cutest things submitted by our readers." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Minggu ini, <strong>TheAsianparent</strong> berjalan-jalan di Tempat Umum dan memilih top 10 hal paling lucu yang diajukan oleh pembaca kami. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Enjoy!" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"> </span></span><span id="result_box"><span style="background-color: #ffffff;" title="Enjoy!" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Selamat menikmati!</span></span></p>
<p><span title="1." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"> </span></p>
<p><span id="result_box"><span title="1." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">1. </span><span title="That’s LOVE" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Itu CINTA</span></span></p>
<p><span title="Contributor: drevil77" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Kontributor: drevil77</span></p>
<p><span title="My hubby came back late one night and after his shower, he cuddled in the blanket with me, hugged me &amp; smelled my hair." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Suatu malam suamiku pulang larut dan setelah dia mandi, ia meringkuk di dalam selimut bersama saya, memeluk saya &amp; mencium rambutku. </span><span title="Being a light sleeper, I was unable to fall back to sleep again." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Karena sudah tidur sebentar, Aku jadi tidak bisa tidur lagi.</span></p>
<p><span title="I was a bit cranky the next day due to sleep deprivation." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Hari berikutnya aku  sedikit kesal karena kurang tidur. </span><span title="My little boy asked, &quot;Mummy, why are you so angry?&quot;" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Putra kecilku bertanya, &#8220;Mami, mengapa marah-marah?&#8221; </span><span title="I told him Papa disturbed Mummy's sleep last night." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Saya katakan kepadanya Papa mengganggu tidur mami semalam. </span><span title="&quot;What did Papa do to you?&quot;" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">&#8220;Apa yang Papa lakukan pada mami?&#8221; </span><span title="he asked." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">ia bertanya. </span><span title="I told him (above)." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Saya katakan kepadanya (yang di atas). Putra kecilku hanya</span><span title="My little boy smiled and said &quot;Mummy, Papa was not disturbing you, it's just LOVE!&quot;" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"> tersenyum dan berkata &#8220;Mami, Papa tidak ganggu mami, itu namanya CINTA!&#8221;</span></p>
<p><span title="2." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">2. Rambut Berantakan</span><span title="Bad Hair" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"> </span></p>
<p><span title="Contributor: sumati" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Kontributor: sumati</span></p>
<p><span title="I was combing my 6 year old daughter's hair and explained to her that if her hair is not kept nice as a child she will have bad hair as an adult...she looked up at me and said...&quot;oh mommy so that" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Aku sedang menyisir rambut anak perempuanku yang berumur 6 tahun  dan menjelaskan kepadanya bahwa jika rambutnya tidak ditata dengan baik waktu masih anak-anak kalau sudah dewasa ia akan memiliki rambut yang berantakan &#8230; dia menatapku dan berkata &#8230; &#8220;oh jadi itu sebabnya rambut bunda sekarang berantakan!&#8221;</span><span title="is why you have bad hair now!&quot;" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"> </span></p>
<p><span title="3." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">3. Apakah India itu Kebun Binatang</span><span title="Is India a Zoo?" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">?</span></p>
<p><span title="Contributor: local hero" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Kontributor: pahlawan lokal</span></p>
<p><span title="We were travelling by train from Delhi to Amritsar, when my son, who was 3 years old at that time, kept staring out the window." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Kami sedang bepergian dengan kereta api dari Delhi ke Amritsar, ketika anak saya, yang berusia 3 tahun pada waktu itu, terus menatap keluar jendela. </span><span title="He saw the usual array of animals we normally see on Indian city streets, walking about: cows, horses, camels, dogs, chickens, and in one instance, also a performing bear walking beside its owner on a leash." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dia melihat jajaran binatang yang biasanya kita dapati di jalan-jalan kota India, sedang berjalan-jalan: sapi, kuda, unta, anjing, ayam, dan suatu kali, juga ada beruang pertunjukkan berjalan di samping pemiliknya dalam keadaan dirantai.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="He turned to us and in an innocent manner, asked, &quot;Papa... is India a zoo?&quot;" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Ia berpaling kepada kami dan dengan polosnya, bertanya, &#8220;Ayah &#8230; apakah India itu kebun binatang?&#8221;</span></p>
<p><span title="4." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">4. </span><span title="Iguana!" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Iguana!</span></p>
<p><span title="Contributor: shaparin" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Kontributor: shaparin</span></p>
<p><span title="My 5yr old came dashing to the room &quot;Mommy! Daddy!! Help! There's an IGUANA in the living room”. Puzzled, Hubby and I looked at each other and ran out to check it out. We looked everywhere and we couldn't" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anakku yang berusia 5 tahun datang berlari ke kamar &#8220;Mama!Papa!! Tolong Ada Iguana di ruang tamu&#8221;. Karena bingung, suamiku dan aku  saling memandang dan berlari keluar untuk memeriksanya. Kami memeriksa di mana-mana dan kami tidak bisa </span><span title="find it... so we ask him &quot;Where?" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">menemukannya &#8230; akhirnya kami bertanya kepadanya &#8220;Di mana? </span><span title="Where is the IGUANA?&quot;" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Di mana IGUANAnya? &#8220;</span></p>
<p><span title="He then pointed at a cute little lizard!" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dia kemudian menunjuk ke arah seekor kadal kecil mungil! </span><span title="Hubby and I tried so hard to conceal our laughter as we didn't want to embarrass him." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Suami dan aku berusaha keras untuk menyembunyikan tawa kami karena kami tidak ingin mempermalukan dia. </span><span title="Then hubby went &quot;Darling. You call that a lizard ok? Not an iguana" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Lalu suamiku berkata &#8220;Sayang. Kau sebut itu kadal ok? Bukan seekor iguana</span></p>
<p><span title="The day before, we had been watching VCDs on animals and insects." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Sehari sebelumnya, kami memang menonton VCD tentang hewan dan serangga.</span></p>
<p><span title="5." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">5. </span><span title="“Mummy, Blueberry in My Nose!”" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">&#8220;Ibu, Blueberry di Hidungku!&#8221;</span></p>
<p><span title="Contributor: Sunshine" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Contributor: Sunshine</span></p>
<p><span title="I've been giving my 2 and a half year old boy cereal with dried blueberries for his breakfast, and he has grown to be a big fan of dried blueberries." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Aku selalu memberikan anak laki-laki saya yang berusia 2 setengah tahun sereal dengan blueberry kering untuk sarapan, dan dia sudah menjadi penggemar blueberry kering.</span></p>
<p><span title="Recently, he had a bout of flu and as he was recovering, I found him in distress one day, crying for help and shouting &quot;Mummy, I got blueberry in my nose!”. I did not understand what he was trying to say." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Baru-baru ini, dia terkena serangan flu dan ketika ia sembuh, satu hari aku melihatnya sedang susah hati, menangis minta tolong dan berteriak &#8220;Ibu, ada blueberry di hidungku!&#8221;. Aku tidak mengerti apa yang dia coba katakan. </span><span title="I was getting desperate at the sound of distress in his voice as he kept repeating &quot;Mummy, I got blueberry in my nose!” getting more and more agitated each time." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Aku mulai putus asa mendengar suaranya yang kesal saat terus  mengulang-ulang &#8220;Ibu, ada blueberry di hidungku!&#8221; setiap kali dia semakin gelisah. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="That's when I suddenly realised that he wanted me to remove a big piece of dried mucous that was stuck in his nose!" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Saat itulah tiba-tiba aku menyadari bahwa ia ingin saya membuang potongan besar mukosa kering yang menempel di hidung!</span></p>
<p><span title="After I removed &quot;the blueberry&quot;, my husband and I couldn't stop laughing." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Setelah saya membuang &#8220;blueberry&#8221;, suami saya dan saya tidak bisa berhenti tertawa. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="What an apt description, given that my son currently has a limited vocabulary and the dried mucous did indeed resemble a dried blueberry!" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Sungguh itu deskripsi yang tepat, mengingat bahwa anak saya saat ini memiliki kosakata yang terbatas dan mukosa kering memang mirip blueberry kering!</span></p>
<p><span title="6." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">6. </span><span title="Two Wives" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dua Istri</span></p>
<p><span title="Contributor: miclin" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Kontributor: miclin</span></p>
<p><span title="This is the conversation between my 6 year old son, Dio, and me." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Ini adalah percakapan antara anakku yang berumur 6 tahun, Dio, dan aku.</span></p>
<p><span title="Dio: mummy, I think I have to marry 2 wives." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dio: Ibu, aku pikir aku harus menikah dengan 2 istri.</span></p>
<p><span title="Me: Why?" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Me: Kenapa?</span></p>
<p><span title="Dio: Because I love Xuan mei mei and want to marry her but Lijin mei mei also want me to marry her." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dio: Karena aku mencintai Xuan mei mei dan ingin menikahinya tapi Lijin mei mei juga ingin aku menikahinya. </span><span title="No choice, I have to marry both." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Tak ada pilihan, aku harus menikahi keduanya.</span></p>
<p><span title="Me: Ok" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Me: Ok</span></p>
<p><span title="Dio: Mummy, is it more painful to have a boy or girl??" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dio: Ibu, apakah punya anak laki-laki itu lebih menyakitkan daripada anak perempuan??</span></p>
<p><span title="Me: I don't know." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Aku: Ibu tidak tahu. </span><span title="I only have you and di di (younger brother)" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Ibu hanya punya kamu dan di di (adik laki-laki)</span></p>
<p><span title="Dio: Well, I think boy will be more painful." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dio: Yah, saya pikir anak laki-laki akan lebih menyakitkan.</span></p>
<p><span title="Me: Why??" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Me: Kenapa??</span></p>
<p><span title="Dio: Di di kick you everyday when he was in your tummy." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dio: Adik menendang Ibu setiap hari waktu masih di dalam perut. </span><span title="Xuan meimei seldom kick yiyi (Aunty)" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Adik Xuan jarang menendang Bibi</span></p>
<p><span title="Me: Maybe you are right." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Me: Kau mungkin benar. </span><span title="But why did you ask?" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Tapi kenapa kau bertanya?</span></p>
<p><span title="Dio: I want a boy and a girl in future." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dio: Saya ingin punya anak laki-laki dan perempuan nanti. </span><span title="So I was thinking who should bear me a girl and who should bear me a boy." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Jadi saya berpikir siapa yang harus melahirkan anak perempuan dan siapa yang melahirkan anak laki-laki. Ku</span><span title="I think since bearing a boy is more painful then I'll let Lijin meimei bear a boy." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">pikir kalau mengandung anak laki-laki lebih menyakitkan maka aku akan membiarkan Lijin meimei melahirkan seorang anak laki-laki. </span><span title="I love Xuan mei mei so let her bear a girl which is not so painful." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Saya sayang dengan Xuan mei mei jadi biarkan dia melahirkan anak perempuan saja supaya tidak begitu menyakitkan. </span><span title="(Happily nodding his head)" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">(Dengan bahagia dia menganggukkan kepala)</span></p>
<p><span title="7." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">7. </span><span title="Have a New Tattoo, Mama!" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Buatlah Tato Baru, Mama!</span></p>
<p><span title="Contributor: Donsancho Tse" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Kontributor: Donsancho Tse</span></p>
<p><span title="Coming back one day, I was showing my hubby and kids my new touched up tattoo...Suddenly, my gal just blurted out &quot;Mama, you should have a tattoo on your forehead saying - I AM MARRIED, so that those men, whom" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Saat pulang ke rumah suatu hari, saya menunjukkan suami dan anak-anak saya tato sentuh yang baru &#8230; Tiba-tiba,anak perempuan saya berseru &#8220;Mama, seharusnya buat tato di dahi mama yang bunyinya -SUDAH MENIKAH, jadi setiap pria yang selalu diributkan papa</span><span title="Papa always complains about, will stop looking at you.” We just burst out into laughter...including herself as she thought it was a good idea!" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">, akan berhenti mencari Anda. &#8220;Kami hanya terbahak-bahak &#8230; termasuk dirinya sendiri ketika ia pikir itu adalah ide yang baik!</span></p>
<p><span title="8." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">8. Bahasa </span><span title="Computer Language!" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Komputer!</span></p>
<p><span title="Contributor: ramyanags" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Kontributor: ramyanags</span></p>
<p><span title="My son, when he was about five years old, started using the computer a lot." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anakku, ketika ia berusia sekitar lima tahun, mulai sering menggunakan komputer. </span><span title="I did not realise how much the computer language was in his vocabulary until one night." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Saya tidak menyadari betapa banyak bahasa komputer itu dalam kosa katanya sampai suatu malam. </span><span title="I was reading him a story and putting him to sleep." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Aku sedang membacakan cerita dan menidurkan dia. </span><span title="He wanted his teddy bear to be left on the floor beside his bed." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Ia ingin boneka beruangnya  dibiarkan di lantai di samping tempat tidurnya saja. </span><span title="He gave it to me and said &quot;Mama download my teddy!&quot;" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dia memberikannya kepada saya dan berkata &#8220;Mama teddy-nya download ya!&#8221;</span></p>
<p><span title="9." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">9. </span><span title="The Big Mama" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Ibu yang Besar</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Contributor: Jenny Lim" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Kontributor: Jenny Lim</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="My son who just turned 4 this year has been attending kindergarten since beginning of the year." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anakku yang baru saja berumur 4 tahun ini sudah masuk TK sejak awal tahun. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="He came back from kindy one day and practised writing the Chinese character &quot;Men&quot; (Door)." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Satu hari dia pulang dari sekolahnya dan berlatih menulis karakter cina &#8220;Men&#8221; (Pintu). </span><span style="background-color: #ffffff;" title="However, the character was horribly written because he wrote it very big and fat." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Namun, karakter yang ditulis begitu buruk karena ia menulisnya dengan sangat besar dan gemuk. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Upon seeing this, I asked him to erase it and write properly but he refused by saying that I will not be able to enter if he wrote it smaller." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Setelah melihat hal ini, saya memintanya untuk menghapusnya dan menulis dengan baik tapi dia menolak dengan mengatakan bahwa saya tidak akan bisa masuk kalau dia menulis itu lebih kecil.</span></p>
<p><span title="10." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">10. </span><span title="Taxes" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Pajak</span></p>
<p><span title="Contributor: Joy" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Kontributor: Joy</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="According to my niece, syntax is actually the tax that people must pay after they have sinned." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Menurut keponakanku, sintaksis<em> (syntax)</em> sebetulnya adalah pajak <em>(tax</em><em> </em>) yang harus dibayar oleh masyarakat setelah mereka  berbuat dosa <em>(sin)</em>.</span></p>
<p><span title="Share your kid’s funniest comments" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Berbagi komentar lucu anak Anda </span><a href="http://www.theasianparent.com/phpbb/viewforum.php?f=92">on our forum.</a></p>
<p><script type="text/javascript">// <![CDATA[
function fbs_click() {u=location.href;t=document.title;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u=' encodeURIComponent(u) '&#038;t=' encodeURIComponent(t),'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}
// ]]&gt;</script><br />
<!--  html .fb_share_link { padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?0:26981) no-repeat top left; } --></p>
<p><a class="fb_share_link" onclick="return fbs_click()" href="http://www.facebook.com/share.php?u=&lt;url&gt;" target="_blank">Share on Facebook</a></p>
<p><!-- AddThis Button BEGIN --></p>
<p><script type="text/javascript">// <![CDATA[
addthis_pub  = 'roshni';
// ]]&gt;</script></p>
<p><a onclick="return addthis_sendto()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onmouseout="addthis_close()" href="http://www.addthis.com/bookmark.php"><img src="http://s9.addthis.com/button1-share.gif" border="0" alt="button1 share Apa Kata Anak anak" width="125" height="16" title="Apa Kata Anak anak" /></a><script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script></p>
<p><!-- AddThis Button END --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/apa-kata-anak-anak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memahami Agresi: Apa yang Perlu Dilakukan ketika Anak Anda Memukul atau Menggigit Anak Lain.</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/memahami-agresi-apa-yang-perlu-dilakukan-ketika-anak-anda-memukul-atau-menggigit-anak-lain</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/memahami-agresi-apa-yang-perlu-dilakukan-ketika-anak-anda-memukul-atau-menggigit-anak-lain#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 09:44:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Meiling Wong Chainani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak yang lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Disiplin Anak Yang Lebih Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan Anak Yang Lebih Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Anak lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Disiplin]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=4612</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang Perlu Dilakukan ketika Anak Anda Memukul atau Menggigit Anak Lain.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4611" title="aggressive child" src="http://theasianparent.com/new/wp-content/uploads/2009/10/aggressive-child2-150x150.jpg" alt="aggressive child" width="150" height="150" /><span id="result_box"><span style="background-color: #ffffff;" title="Recently, my daughter was at a play date with our neighbour's son, when he bit her on the cheek." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Baru-baru ini, putri saya sedang bermain bersama anak laki-laki tetangga kami, ketika anak itu menggigit pipinya. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="His mother immediately apologised to us, and explained that he bites quite often and only did it “out of affection.” She continued to justify her son's biting habit with explanations and apologies as we tried to calm our teary 18-month-old." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Ibunya segera meminta maaf kepada kami, dan menjelaskan bahwa anaknya cukup sering menggigit dan hanya melakukannya &#8220;karena rasa kasih sayang.&#8221; Dia terus membenarkan  kebiasaan menggigit anaknya dengan penjelasan dan permintaan maaf saat kami mencoba menenangkan tangisan putri kami yang  berusia 18-bulan itu. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Nothing was done except for the initial chiding of the little boy." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Tak ada yang dilakukan kecuali hanya memberi teguran pada anaknya. </span><span style="background-color: #fff;" title="Needless to say, we did not accept further play dates with this neighbour's child." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Tanpa banyak bicara, kami tidak lagi menerima tawaran bermain dengan anak tetangga ini. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="And we were also on alert whenever the boy was around our little girl." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dan kami juga waspada kapan pun anak itu berada di sekitar gadis kecil kami.</span></span></p>
<p><span title="Causes of Aggression" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Penyebab Agresi<br />
</span><span title="Occasional displays of childhood aggression are quite common in children between ages one to three as they hit and bite for various reasons – imitation of peers, teething woes, frustrations or testing of cause and effect." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Sikap agresi yang sesekali diperlihatkan pada masa kanak-kanak sangat umum pada usia satu sampai tiga tahun ketika mereka memukul dan menggigit karena berbagai alasan &#8211; meniru teman, sakit karena sedang tumbuh gigi, frustrasi atau sedang menguji sebab dan akibat. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="According to the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, various forms of physical aggression in children are fairly common as they have not learnt how to control their emotions." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Menurut American Academy of Child dan Adolescent Psychiatry, berbagai bentuk agresi fisik pada anak-anak cukup umum karena mereka belum belajar cara mengendalikan emosi mereka.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="&quot;It's very natural for little kids to bite as they're not very good at explaining things to others because they are just beginning to understand and grasp language. So when they are very angry and frustrated, it's easy just to bite,&quot; said Early" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">&#8220;Menggigit adalah hal yang sangat alami bagi anak-anak kecil yang tidak pandai menjelaskan segala hal kepada orang lain karena mereka baru mulai mengerti dan memahami bahasa. Jadi, ketika mereka sangat marah dan frustrasi, hal yang mudah hanyalah menggigit,&#8221; kata instruktur Early </span><span title="Childhood Education instructor, Jennifer Hardacre." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Childhood Education, Jennifer Hardacre.</span></p>
<p><span title="Prevention is better than Cure" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Mencegah lebih baik daripada Menyembuhkan<br />
</span><span style="background-color: #ffffff;" title="It is always easier to prevent a habit than to stop it." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Selalu lebih mudah untuk mencegah suatu kebiasaan daripada untuk menghentikannya. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Whenever you see your child beginning to hit or bite you or another child, block the attack before it makes contact." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Setiap kali Anda melihat anak Anda mulai memukul atau menggigit Anda atau anak lain, tahanlah serangan ini sebelum timbul kontak fisik. Tegaskan</span><span style="background-color: #ffffff;" title="Reinforce your intention with a stern admonition, “That's not allowed!”" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'"> tujuan Anda dengan peringatan keras, &#8220;Itu tidak boleh!&#8221;</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="If the child is unable to cope with his emotional outburst, envelop him in a gentle lock position where he is unable to hurt himself or anyone until he is calmer." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Jika anak tidak dapat mengatasi ledakan emosi seperti ini, dekap dirinya dalam posisi terkunci yang lembut di mana ia tidak dapat menyakiti dirinya sendiri atau siapa pun sampai ia tenang. </span><span title="Alternatively, you may wish to place him in a time-out zone for an age-appropriate amount of time." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Atau, Anda mungkin ingin memberi dia zona &#8216;time-out&#8217; yang sesuai dengan usianya.</span></p>
<p><span title="Finally, talk to him and explain why hitting or biting is not allowed." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Akhirnya, bicaralah dengannya dan jelaskan mengapa memukul atau menggigit tidak diperbolehkan. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Use words such as, “We don't use our hands for hitting,” or “Biting hurts.”" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Menggunakan kata-kata seperti, &#8220;Tangan kita tidak untuk memukul,&#8221; atau &#8220;Menggigit sakit.&#8221;</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Be mindful to let the child know that it is the behaviour you are displeased with and not the child." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Pikirkan dengan baik agar anak tahu bahwa perbuatan dan perilaku sedemikian yang tidak Anda sukai  dan bukan anak itu.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="On top of it all, recognize the child's frustration or anger and help him or her identify and label the emotions." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Di atas semua itu, kenalilah rasa frustrasi anak atau pun amarah dan bantulah dirinya untuk mengenali emosi itu dan memberinya sebutan. </span><span title="Teach him/her to verbalize the emotions rather than acting it out." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Ajarkan dia untuk mengungkapkan secara verbal emosi itu daripada melakukannya secara fisik. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Demonstrate that when he/she feels angry or upset, the child could say, “I'm angry because…” or “I'm upset with…”" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Tunjukkan bahwa ketika dia merasa marah atau kecewa, anak boleh berkata, &#8220;Saya marah karena &#8230;&#8221; atau &#8220;Saya marah dengan &#8230;&#8221;</span></p>
<p><span title="Enforce Your Leadership Position" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Pertegas Posisi Kepemimpinan Anda<br />
</span><span title="When they are prevented from hitting or biting, most children will respond with tears or defiance." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Ketika mencegah mereka untuk memukul atau menggigit, kebanyakan anak akan menjawabnya dengan air mata atau menantang. </span><span title="How the parents react is therefore, crucial to the future behaviour of the child." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Cara orangtua bereaksi menghadapi hal ini, penting untuk perilaku masa depan anak. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="The sight of tears rolling down their child's face is enough to tug at the heartstrings of any parent." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Melihat air mata mengalir di wajah anak mereka sudah cukup untuk meluluhkan hati sanubari dari setiap orangtua. </span><span title="Many parents mistake patience and love with non-discipline and children are quick to pick up on this Achilles' heel." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Banyak orangtua salah-kaprah mengganti kesabaran dan kasih sayang dengan sikap non-disiplin dan anak-anak cepat menangkap &#8216;tumit Achilles&#8217; ini. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Others have difficulty managing their child's open defiance, and hide behind statements like: “Boys will be boys” or “It's just a phase.”" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Orangtua lain mengalami kesulitan menangani sikap anak mereka yang menantang, dan bersembunyi di balik pernyataan-pernyataan seperti: &#8220;Anak lelaki memang begitu&#8221; atau &#8220;Itu cuma sebuah fase.&#8221;</span></p>
<p><span title="Studies have shown that aggressive childhood behaviour that is not corrected, breeds adults with violent tendencies." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Penelitian telah menunjukkan bahwa perilaku masa kanak-kanak agresif  yang tidak diperbaiki, menghasilkan orang dewasa dengan kecenderungan akan kekerasan. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Hence, it is prudent that parents are firm in their authority as leaders of the family and clearly define what is considered as acceptable behaviour in their household and when interacting with others outside the home." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Oleh karena itu, memang bijaksana apabila orang tua bersikap tegas pada otoritas mereka sebagai pemimpin dari keluarga dan dengan jelas mendefinisikan apa yang dianggap sebagai perilaku yang berterima di dalam rumah dan saat berinteraksi dengan orang lain di luar rumah.</span></p>
<p><span title="Other contributing factors" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Faktor lain<br />
</span><span title="While some biting is normal, repeated biting or hitting may indicate a more serious behaviourial problem that requires expert intervention." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Sementara beberapa perilaku menggigit dianggap normal, menggigit atau memukul berulang-ulang mungkin menunjukkan masalah perilaku yang lebih serius sehingga memerlukan campur tangan ahli. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Children who regularly hit, bite or scratch may be manifesting underlying emotions such as jealousy, displacement, unhappiness, or anxiety." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anak-anak yang secara teratur memukul, menggigit atau mencakar bisa jadi memperlihatkan emosi mendasar seperti cemburu, ketidaksukaan, ketidakbahagiaan, atau kecemasan. </span><span title="Once these needs are met, the aggression will naturally dissipate." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Setelah kebutuhan ini terpenuhi, agresi akan hilang secara alami.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Naomi Aldort, author of Raising Our Children, Raising Ourselves, claims that children behave aggressively as a defence mechanism to their feelings of “helplessness.” She recommends playing power games such as 'Simon Says' and incorporating child-friendly activities that allow the child" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Naomi Aldort, penulis Raising Our Children, Raising Ourselves, mengklaim bahwa anak-anak berperilaku agresif sebagai mekanisme pertahanan dari perasaan mereka yang &#8220;tak berdaya.&#8221; Dia merekomendasikan bermain permainan kekuasaan seperti &#8216;Simon Says&#8217; dan menggabungkan kegiatan yang sesuai anak yang memberi kesempatan bagi anak </span><span style="background-color: #ffffff;" title="to have some control into the family routine." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">untuk punya sedikit kendali atas rutinitas keluarga.</span></p>
<p><span title="Exposure to violent television programs could be another trigger for aggression and parents should monitor their kids' viewing menu very carefully." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Terlalu sering menyaksikan program televisi kekerasan bisa jadi pemicu lain atas sikap agresi dan orangtua harus memantau menu tontonan anak-anak mereka dengan sangat hati-hati.</span></p>
<p><span title="Another little known culprit that has been linked to aggressive childhood behaviour is Salicylate." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Hal lain yang sedikit dikenal sebagai biang kerok telah dikaitkan dengan perilaku masa kanak-kanak agresif adalah Salisilat. </span><span title="It was discovered by Dr. Benjamin Feingold, a paediatrician and Chief of Allergy at the Kaiser Permanente Medical Center in San Francisco." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Hal ini ditemukan oleh Dr Benjamin Feingold, seorang dokter anak dan Kepala Alergi di Kaiser Permanente Medical Center di San Francisco. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Salicylate is a chemical commonly found in aspirin and many natural foods, and is believed to be one cause of ADHD symptoms (disruptive behaviour, restlessness, impulsivity etc)." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Salisilat adalah zat kimia yang umumnya ditemukan di aspirin dan banyak makanan alami, dan diyakini menjadi salah satu penyebab gejala ADHD (perilaku mengganggu, gelisah, impulsif dll).</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="While many parents are embarrassed and horrified by their child's anti-social behaviour, they can eliminate the pattern by coming out of denial, changing the situation, teaching acceptable alternatives to biting and providing closer supervision." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Sementara banyak orangtua yang malu dan ngeri dengan tingkah laku anti-sosial anak mereka, mereka dapat menghilangkan pola ini dengan keluar dari penyangkalan, mengubah situasi, mengajar alternatif yang bisa diterima daripada menggigit dan memberikan pengawasan lebih dekat. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="As with all challenging behaviours, parents are reminded to practice positive parenting consistently by praising their kid for appropriate behaviours even as they work on eliminating those unacceptable responses and reactions that may be causing concern for all involved." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Sebagaimana layaknya semua perilaku yang menantang, orang tua diingatkan untuk melatih pola asuh positif  secara konsisten dengan memuji anak mereka karena perilaku yangberterima bahkan saat mereka sedang berusaha untuk menghilangkan tanggapan dan reaksi yang tidak berterima tadi yang mungkin menimbulkan kekhawatiran bagi semua yang terlibat.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/memahami-agresi-apa-yang-perlu-dilakukan-ketika-anak-anda-memukul-atau-menggigit-anak-lain/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak-Anak Mengingat Janji Anda</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/anak-anak-mengingat-janji-anda</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/anak-anak-mengingat-janji-anda#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 08:29:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Len Stauffenger</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak yang lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Umum Anak Yang Lebih Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Anak lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/kids_remember_every_promise_you_make_them</guid>
		<description><![CDATA["Tapi Ibu/ Ayah, kau berjanji!" Dengar kata-kata itu sekali atau dua kali dengan anak-anak Anda? Bila Anda adalah orang tua yang bercerai, Anda tergesa-gesa, tuntutan keadaan tampaknya melibatkan banyak membujuk di pihak Anda supaya anak-anak Anda bergerak ke arah yang Anda inginkan bagi mereka. Jadi, Anda menjanjikan mereka sesuatu untuk memotivasi mereka, kan? ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2" width="20%" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #ffffff;"><strong><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000;"><strong><span style="font-size: x-small;"><img src="http://theasianparent.com/upload_folder_news/folder_608/file_2_but u promised.jpg" alt="TheAsianParent: Helping Parents in Singapore, Malaysia, Indonesia and Hong Kong" hspace="5" vspace="0" width="120" align="left" title="Anak Anak Mengingat Janji Anda" /></span></strong></span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div class="s5"><img src="http://theasianparent.com/images/space.gif" alt="space Anak Anak Mengingat Janji Anda" width="10" height="10" title="Anak Anak Mengingat Janji Anda" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000; font-size: xx-small;"><strong>TapiKau berjanji!</strong></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span id="result_box"><span style="background-color: #ffffff;" title="“But Mommy/Daddy, you promised!” Heard those words a time or two with your kids?" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">&#8220;Tapi Ibu/ Ayah, kau berjanji!&#8221; Dengar kata-kata itu sekali atau dua kali dengan anak-anak Anda? </span><span style="background-color: #ffffff;" title="When you are a divorced parent, your helter-skelter, demanding existence seems to involve a lot of cajoling on your part to get your kids moving in the direction you want them to move." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Bila Anda adalah orang tua yang bercerai, Anda tergesa-gesa, tuntutan keadaan tampaknya melibatkan banyak membujuk di pihak Anda supaya anak-anak Anda bergerak ke arah yang Anda inginkan bagi mereka. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="So, you promise them something to motivate them, right?" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Jadi, Anda menjanjikan mereka sesuatu untuk memotivasi mereka, kan?</span></span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Your children remember every single promise you make to them." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anak-anak Anda ingat setiap janji yang Anda buat kepada mereka. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Because they haven't learned to reason yet, they have a tendency to live in their feelings - their emotions - and these emotions create brilliant visualizations of what you've promised them: an ice cream treat; a trip to the park; some toy" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Karena mereka belum belajar untuk membuat alasan, mereka memiliki kecenderungan untuk hidup dalam perasaan mereka &#8211; emosi mereka &#8211; dan emosi tersebut  menciptakan suatu visualisasi yang cemerlang atas apa yang telah dijanjikan kepada mereka: traktir  es krim ; jalan-jalan ke taman; mainan yang sangat mereka </span><span title="they really want." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">inginkan. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="They can see it in their mind's eye, because their mind created it for them." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Mereka dapat melihat dalam mata pikiran mereka, karena pikiran mereka menciptakan hal itu untuk mereka.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="To that visualization they add trust because their mom or dad said it and they trust you." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Untuk  visualisasi seperti itu mereka juga menambahkan rasa kepercayaan karena ibu atau ayah yang mengatakannya dan mereka mempercayai Anda. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="And they expect you to DO what you said you would do." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Dan mereka mengharapkan Anda untuk MELAKUKAN apa yang Anda katakan akan Anda lakukan. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="It would destroy your child to make promises you have no intention of keeping, so use “making promises” only when you intend to follow through meticulously." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Hanya berjanji tanpa berniat untuk memenuhi janji itu  akan menghancurkan  anak Anda. , jadi gunakan &#8220;membuat janji-janji&#8221; hanya jika Anda berniat untuk menindaklanjuti janji itu dengan tepat.</span></p>
<p><span title="Lessons learnt" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Pelajaran Yang Diperoleh</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Your children can learn wonderful lessons when you keep your promise to them." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anak-anak Anda bisa memperoleh pelajaran yang bagus  ketika Anda menepati janji Anda kepada mereka. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="They can learn to trust, to love, to be secure, to be safe, to reach their potential." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Mereka dapat belajar untuk mempercayai, mencintai, untuk merasa aman, untuk menjadi aman, untuk mencapai potensi mereka. </span><span title="But if you don't keep your promises, they can be negatively affected." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Tapi jika Anda tidak menepati janji, mereka dapat terpengaruh secara negatif. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="They can experience anger, disappointment, depression, helplessness, and distrust." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Mereka dapat mengalami kemarahan, kekecewaan, depresi, ketidakberdayaan, dan ketidakpercayaan. </span><span title="You don't want that result, so it's a great idea to keep your promises to them." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anda tidak ingin hasil sedemikian, jadi ide yang bagus untuk selalu menepati janji kepada mereka.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="What does “I promise” mean to you?" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Apa arti &#8220;Aku berjanji&#8221; bagi Anda? </span><span title="To me, it means “I intend to follow through and do what I'm saying to you.” And then I do it." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Bagi saya, itu berarti &#8220;Saya berniat untuk menindaklanjuti dan melakukan apa yang saya katakan kepada Anda.&#8221; Dan kemudian Saya melakukannya. </span><span title="My kids could always trust me to tell the truth to them and they could trust that my word was worth something." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anak-anak saya selalu percaya bahwa saya akan mengatakan kebenaran kepada mereka dan mereka bisa percaya bahwa kata-kata saya memang bermakna. </span><span title="I wanted their words to have value and trust, too." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Saya ingin perkataan anak-anak juga memiliki nilai dan kepercayaan. </span><span title="So, if you keep your promise, they can count on you." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Jadi, jika Anda tepati janji Anda, mereka dapat mengandalkan Anda. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="If they keep their promise, you can count on them." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Jika mereka memenuhi janji mereka, Anda dapat mengandalkan mereka.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="Mean what you say and only say what you mean." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Tepati apa yang Anda katakan dan katakan apa yang Anda maksudkan. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="Here's another aspect of promise-keeping you might not have considered: “Tommy, wash your hands and come to the table to eat.” He doesn't do that." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Berikut adalah aspek lain dari tepati-janji yang mungkin tidak Anda perhatikan: &#8220;Tommy, cuci tangan dan datang ke meja makan.&#8221; Dia tidak melakukan hal itu. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="You say it again “Tommy, wash your hands and come to the table now.” He ignores you." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Anda mengatakannya lagi &#8220;Tommy, cuci tangan dan datang ke meja sekarang.&#8221; Dia mengabaikan Anda. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="“Tommy, if you don't come to the table now, I'm going to [insert some promise]." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">&#8220;Tommy, kalau kau tidak datang ke meja sekarang, aku akan [masukkan beberapa janji]. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="I can guarantee you, if you are a promise keeper in other areas, Tommy is right now in the bathroom washing his hands." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Saya jamin, jika Anda seorang yang selalu menepati janji akan hal lain, sekarang Tommy  di kamar mandi mencuci tangannya.</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;" title="I can also offer you this little tip: there is more meaning and more conviction behind what you said the third time than what you said the first time." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Saya juga bisa menawarkan tip kecil ini pada Anda: di balik perkataan Anda untuk yang ketiga kalinya ada lebih banyak makna dan hal yang meyakinkan daripada apa yang Anda katakan pertama kalinya. </span><span style="background-color: #ffffff;" title="If you could weave more meaning and conviction into your promise, make sure you have his full attention (a touch on the arm works) and then deliver the promise, you'll only have to say it to your kid one time." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">Jika Anda bisa menjalin lebih banyak makna dan hal yang meyakinkan ke dalam janji Anda, pastikan Anda mendapat perhatian penuh dari anak Anda (mungkin dengan sentuhan di lengan) dan kemudian sampaikanlah janji itu, Anda hanya perlu mengatakannya kepada anak anda satu kali.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/anak-anak-mengingat-janji-anda/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasar Prumpung, Surga Mainan Murah Edukatif di Jakarta</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/pasar-prumpung-surga-mainan-murah-edukatif-di-jakarta</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/pasar-prumpung-surga-mainan-murah-edukatif-di-jakarta#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 07:49:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Anak Yang Lebih Tua]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[mainan]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=8331</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi tempat yang wajib dikunjungi bila Anda ingin membeli mainan yang berkualitas tetapi berharga terjangkau adalah Pasar Prumpung, di dekat Cipinang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-8332" title="Jejeran Penjual Mainan Di Pasar Plumpung" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2010/01/Jejeran-Penjual-Mainan-Di-Pasar-Plumpung-150x147.jpg" alt="Jejeran Penjual Mainan Di Pasar Plumpung" width="150" height="147" /></p>
<p>Satu lagi tempat yang wajib dikunjungi bila Anda ingin membeli mainan yang berkualitas tetapi berharga terjangkau adalah Pasar Prumpung, di dekat Cipinang. Lebih lengkapnya, simak  sebuah ulasan yang dimuat di situs Indosiar:</p>
<p>Pasar itu berada dipertigaan dua jalan besar, yaitu Jalan Achmad Yani dan Jenderal Basuki Rahmat. Tak jauh dari tempat itu, terdapat Universitas Mpu Tantular dan Pasar Cipinang Baru. Meski dinamakan pasar, namun lokasi itu tak seperti pasar, karena hanya berupa deretan bangunan semi permanen dipinggir jalan raya.</p>
<p>Dan jangan membayangkan bangunan berupa kios-kios ini akan menjual berbagai ragam yang biasa terdapat di pasar. Karena yang dijual disini sebagian besar adalah mainan anak-anak, peralatan tulis menulis, pernak-pernik hiasan rambut dan aksesoris. Selain itu tempat untuk berjalan hanya cukup untuk dua orang. Tak heran, bila disini, orang kerap bersenggolan, baik badan maupun bokong.</p>
<p>Di Pasar Gembrong atau Pasar Prumpung atau Pasar Senggol ini, kalau bisa jangan membawa anak-anak. Karena sama saja menguras isi kantong Anda, karena harga yang ditawarkan di pasar ini bisa membuat mata mendelik dan silap mata. Mendelik bukan dalam artian karena harganya mahal, tetapi bingung karena mau ditawar berapa lagi.</p>
<p>Karena itulah, jangan heran kalau yang datang kesini tidak hanya kaum kaya raya yang uangnya bisa diibaratkan tak berseri, tetapi juga kalangan menengah kebawah. Dipasar ini disediakan permainan anak mulai dari mobil-mobilan (dari yang terkecil hingga terbesar) atau mobil Tamiya, boneka-boneka terutama barbie (dari yang termurah hingga termahal) dan segala pernak perniknya seperti baju barbie beraneka jenis, rumah-rumahan barbie, kendaraan barbie, dan tempat tidur serta meja hias barbie.</p>
<p>Selengkapnya di:</p>
<p>http://www.indosiar.com/ragam/50519/pasar-prumpung-sorga-dunia-mainan</p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=rl4ZHmNzw0w">Pasar Prumpung</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/pasar-prumpung-surga-mainan-murah-edukatif-di-jakarta/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Permen Karet Menempel di Rambut</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/lepas_chewing_gum_dari_rambut</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/lepas_chewing_gum_dari_rambut#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 06:31:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Asian Parent</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak yang lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Umum Anak Yang Lebih Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Anak lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/remove_chewing_gum_in_hair</guid>
		<description><![CDATA[Bila Anda sedang ketiban naas dan terkena permen karet di rambut, cobalah cara-cara yang sudah diuji ini utuk melepaskannya!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2" width="20%" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #ffffff;"><strong><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000;"><strong><span style="font-size: x-small;"><img src="http://theasianparent.com/upload_folder_news/folder_798/file_1_chewing gum in hair.jpg" alt="Chewing Gum in Hair" hspace="5" vspace="0" width="200" align="left" title="Permen Karet Menempel di Rambut" /></span></strong></span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div class="s5"><img src="http://theasianparent.com/images/space.gif" alt="space Permen Karet Menempel di Rambut" width="10" height="10" title="Permen Karet Menempel di Rambut" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000; font-size: xx-small;"><strong> </strong></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Jika Anda sedang naas dan tak sengaja menempelkan permen karet di di rambut Anda, Anda tidak akan mengambil tindakan drastis untuk memotong rambut Anda, bukan? Coba salah satu trik di bawah ini untuk menghilangkan permen karet di rambut Anda. Benar-benar ampuh!</p>
<p><strong> Melepaskan Permen Karet Dari Rambut Anda </strong></p>
<p>1) Rendam rambut ke dalam Minyak Zaitun. Diamkan selama 10 menit. Lalu sisir ke luar. Bila masih belum berhasil, ulangi lagi proses ini.</p>
<p>2) Oleskan selai kacang ke atas bagian rambut yang terkena permen karet. Diamkan  sampai sepuluh menit. Setelah itu, oleskan lagi sabun cuci ke atasnya, dan remas-remas. Bilas seluruhnya sampai seluruh permen karet bisa dilepaskan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/lepas_chewing_gum_dari_rambut/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marcell Siahaan: Cermat Memilih Program TV yang Baik Bagi Anak</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/marcell-siahaan-cermat-memilih-program-tv-yang-baik-bagi-anak</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/marcell-siahaan-cermat-memilih-program-tv-yang-baik-bagi-anak#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 08:07:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak yang lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Perlatihan Anak Yang Lebih Tua]]></category>
		<category><![CDATA[tayangan TV untuk anak]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=7666</guid>
		<description><![CDATA[Seperti kebanyakan orangtua lainnya, penyanyi Marcell Siahaan yang kini menikah dengan aktris Singapura Rima Melati Adams, mengaku memilih tayangan yang sehat untuk putranya, Keenan. Bagaimana dengan Anda? ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-7018" title="71686" src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/11/71686.jpg" alt="71686 Marcell Siahaan: Cermat Memilih Program TV yang Baik Bagi Anak" width="66" height="100" /><br />
Pernah punya masalah dalam memilih program tv yang cocok untuk anak? Atau gemas melihat sinetron yang semakin menyuguhkan adegan-adegan yang kurang cocok bagi anak, sementara Anda sibuk seharian di luar rumah untuk bekerja? Ah&#8230;jika begitu, Anda tidak sendirian. Tantangan bagi orangtua modern sekarang ini, salah satunya adalah pintar memilih program yang tepat untuk anak.</p>
<p>Saya dan suami juga pernah mengalami hal serupa. Bahkan sekarang pun masih berusaha menemukan formula yang pas. Sejauh ini, kami memilih berlangganan saluran televisi anak, lalu memprogramnya agar mereka bisa menonton program-program yang sudah kami pilih. Hasilnya tentu belum maksimal. Bukan tidak mungkin mereka menonton diam-diam di televisi belakang bersama si mbak pengasuhnya. Atau malah diajak menonton oleh tantenya yang kebetulan datang?</p>
<p>Penyanyi Marcell Siahaan pun mengaku sangat mengawasi tontonan yang disaksikan putranya Keenan Avalokita Kirana (5 tahun). Dalam sebuah artikel yang dimuat di Jakarta Post 02/11/2009, Marcell yang ditemui saat menyanyi di peluncuran Li TV, sebuah televisi gaya hidup terbaru di Indonesia mengatakan dia mengawasi tontonan yang ditonton Keenan, karena tidak ingin anaknya bersikap &#8220;lebay&#8221;. &#8220;Saya tidak ingin putraku menonton apa pun yang bersifat lebay, karena tak inign dia menjadi orang yang berlebihan dan dramatik.  &#8220;Lebay&#8221; adalah bahasa slang di Indonesia yang berarti berlebihan (exaggerated).</p>
<p>Mantan suami Dewi Lestari yang kini telah menikah lagi dengan aktris Singapura, Rima Melati Adams mengatakan banyak acara kini terkesan vulgar, sehingga tidak cocok ditonton oleh anak. &#8220;Saya tak akan biarkan Keenan menonton acara itu. Saya ingin dia menonton tayangan televisi yang &#8217;sehat&#8217; untuk anak seusianya.</p>
<p>Bagaimana dengan Anda? Apakah punya kiat tersendiri untuk memilihkan tayangan yang pas untuk anak?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/marcell-siahaan-cermat-memilih-program-tv-yang-baik-bagi-anak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sihir Penghargaan</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/sihir_enghargaan</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/sihir_enghargaan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 05:57:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Faridah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Anak yang lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Kelakuan Anak Lebih Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Kesengsaraan proses bertindak sebagai orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Memperkaya]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat Dari Orang Tua Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Waktu Kwalitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=4742</guid>
		<description><![CDATA[Kadang-kadang anda bisa mendengar orang-tua berbicara, "Baik, mereka siapa?" Kami bekerja begitu keras untuk memberi makan mereka, rumah mereka, mereka sebaiknya berterima kasih kami!” hati-hati baik akrab kepada anda? Saya tidak mengenal anda, tetapi saya adalah salah satu yang perlu dididik untuk mencintai anak saya tanpa syarat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-4741" title="appreciating" src="http://theasianparent.com/new/wp-content/uploads/2009/10/appreciating-150x150.jpg" alt="appreciating 150x150 Sihir Penghargaan" width="150" height="150" />Dua orang anak perempuan saya di dapur berjam-jam. Mereka berdua menolak untuk membiarkan saya maupun suami saya masuk sedangkan mereka sibuk di kerja. Kedengarannya seperti mereka sedang memasak angin topan! Akhirnya mereka menghasilkan nampan kue cangkir yang paling bagus yang pernah saya lihat. Coklat yang diatasi dengan surat hijau dan biru yang berwarna-warni diatur ke dalam dengan kalimat: &#8220;Ibu dan Ayah kami mencintai anda dari kami&#8221;.</p>
<p>Kami sangat bahagia dan sangat rayu. Kue sangat enak. Tanpa Keragu-raguan saya mengatakan, &#8220;saya begitu diberkati, terima kasih gadis untuk menaruh usaha banyak memasakan kue ini bagus dan enak, Aku Sayang Kamu juga!&#8221; Saya cukup yakin mereka merasa dihargai untuk usaha mereka kedua dihabiskan. Kue ialah bonus, nilai nyata terletak di cinta kami meraba.</p>
<p>Kegembiraan sebenarnya melihat mereka begitu dekat, menikmati, membicarakan dan bekerja sama di dapur. Saya percaya ini adalah orang-tua yang mana ingin untuk melihat dan pengalaman &#8212; pertalian tulus di antara keturunan mereka dan tentu saja ucapan tanpa batas cinta mereka mempunyai bagi kami.</p>
<p>Saya berterima kasih sehari-hari. Bagi kami untuk mempunyai hubungan penyayang ini seperti pengairan tanaman sehari-hari. Kami sudah belajar membuat hubungan dengan pelukan dan komunikasi positif. Saya melihat mereka melakukan sesuatu tepat dan saya cepat untuk memuji mereka. Dengan mengakui mereka kami mengeluarkan potensi kebaikan mereka dan menguatkan mereka. <em>Kami menunjukkan bahwa kami menghargai mereka tidak oleh prestasi akademis mereka tetapi hal kecil dilakukan mereka sehari-hari.</em><em> </em></p>
<p>Beberapa tahun lalu, saya dengan tak sadar waspada terhadap hal &#8217;salah&#8217; dan menumpukan di seperti itu kelakuan. Tidak ada pengakuan positif dan kekurangan pasti penghargaan atas bagian saya. Saya mesti menghadiri banyak seminar dan percakapan radio atas proses bertindak sebagai orang tua serta kursus perkembangan diri untuk mengerti pentingnya hal yang sangat sederhana suka mengatakan, &#8220;Aku Sayang Kamu&#8221;; &#8220;Terima Kasih, saya begitu diberkati.&#8221;</p>
<p>Kadang-kadang anda bisa mendengar orang-tua berbicara, &#8220;Baik, mereka siapa?&#8221; Kami bekerja begitu keras untuk memberi makan mereka, rumah mereka, mereka sebaiknya berterima kasih kami!” hati-hati baik akrab kepada anda? Saya tidak mengenal anda, tetapi saya adalah salah satu yang perlu dididik untuk mencintai anak saya tanpa syarat.</p>
<p>Bagaimana saya melakukannya? Saya belajar mencintai sendiri. Saya hilang &#8216;ketua-tuaan&#8217; saya dan melupakan pengkondisian tua.<br />
<em>Saya frustrasi dengan kehidupan saya karena saya mencoba begitu keras memperbaiki anak saya lebih baik daripada membereskan sendiri. </em>Saya memikirkan terlalu banyak mengenai mereka. Saya belajar tentang kebebasan anak. Saya tahu itu sulit, tetapi waktu anda dilepaskan, mereka mau datang ke anda. Kalau anda berpegang pada mereka mereka tidak bisa nafas dan merasa dilemaskan. Anda mungkin berpikir, &#8220;saya tidak ingin mereka salah&#8221;. Baik kebenaran ialah, kesalahan menolong kami belajar. Lebih baik daripada menyuruh mereka ke kursus, saya menghadiri di kursus dan berganti sendiri. Karena saya mencintai mereka, saya sudah belajar mempunyai jiwa dan itu mempunyai baru saja. Mereka diberi cukup bebas untuk membuat keputusan dan mempelajari ketrampilan kehidupan lain. Saya mencintai sendiri dan oleh karena itu saya mempunyai lebih banyak cinta untuk memberi mereka sejak saya dipenuhi. Pekerjaan saya akan menuntun mereka, dan cinta mereka tidak menguasai mereka tergantung ide bentuk saya.</p>
<p>Dolly Yeo adalah pelatih kepala dan pendiri Mindset Coaching yang berspesialisasi dalam hidup yang melatih. Dia adalah Results Certified Coach (Australia) dan seorang anggota Federasi Pelatih Internasional, Singapura. Dia adalah juga Active Parenting Certified Leader serta Certified Parent Facilitator for Parenting Workshops. Anda bisa mencari tentang  Dolly Yeo dan Mindset Coaching di http://www.mindset-coaching.com atau untuk berlangganan laporan berkala bebasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/sihir_enghargaan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Membantah! Apa Solusinya?</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/anak-membantah-apa-solusinya</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/anak-membantah-apa-solusinya#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 02:48:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak yang lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Disiplin Anak Yang Lebih Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak Yang Lebih Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Kelakuan Anak Lebih Tua]]></category>
		<category><![CDATA[membantah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=7661</guid>
		<description><![CDATA[Si kecil mendadak suka membantah? Apa penyebabnya? Bagaimana mengatasinya? ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/10/angry-girl1.jpg" alt="angry girl" title="angry girl" width="150" height="150" class="alignleft size-full wp-image-6192" /></p>
<p>&#8220;Wuah&#8230;sumpah, kaget dan sedih setengah mati. Si abang sudah berani membantah!&#8221; Begitu kata teman sekantor saya suatu kali sambil makan siang. Sambil berkaca-kaca dia mengenang masa-masa indah ketika si abang masih balita dulu, begitu manis dan patuh. Tak disangka saat mulai masuk SD, perangainya agak berubah, jadi suka membantah. </p>
<p>Menurut sebuah artikel yang dimuat di perempuan.com pada 14 November 2009, anak-anak dari rentang usia 8 sampai 11 tahun, anak bisa tampil mengejutkan orangtua dengan tiba-tiba menjadi “doyan” membantah. Kapan waktu tepatnya, tentu tak ada patokan pasti. Usia 8 samapai 11 tahun perilaku membantah yang memusingkan kepala orangtua lebih sering ditemukan.</p>
<p>Pada masa ini, anak memang mengalami fase-fase peralihan fisik dan emosi dari rentang hidup sebagai anak-anak menuju masa remaja. Pada saat ini, anak sangat ingin menunjukkan identitas pribadi, sementara orientasi dirinya justru sedang bergeser. Dalam berbagai perbedaan kepentingan dan “rasa” anak pun memunculkan sikap membantah sebagai unjuk diri.</p>
<p>Apa yang harus dicermati? Boleh jadi anak membantah karena sedang protes karena sikap Anda yang membuatnya tidak nyaman. Masih dari artikel yang sama dicontohkan bahwa bila sikap membantah muncul pada rentang usia 8 sampai 9 tahun, jelas ini penyebabnya bisa jadi sikap orangtua yang terlalu melindungi atau over protective. Padahal di usia anak 8-9 tahun, anak tidak suka perlindungan yang berlebihan dan bahkan sedang memiliki rasa ingin tahu amat besar terhadap lingkungan. Bila terlalu dibatasi, tentu saja anak cenderung memberontak, menolak, yang kemudian diartikan orangtua sebagai sikap membantah.</p>
<p>Tapi sebaliknya, anak usia dibawah 8 tahun ini pun juga bisa membantah sebagai wujud protes. Misalnya, anak protes yang karena orangtuanya terlalu sibuk, hingga kurang memperhatikan dirinya. Padahal, bagi anak, perhatian dan kasih sayang orang tua merupakan faktor penting bagi keamanan dan kenyamanan hidupnya.</p>
<p>Karena itulah perhatian dan kasih sayang orangtua perlu diukur dalam porsi pas, agar tidak diterima anak terlalu besar dan membuat anak tertekan. Sebalikknya membiarkan anak tanpa aturan pun tidak baik. Ada juga orang tua yang mengartikan perhatian dan kasih sayang dengan menuruti semua keinginan anak dan semua serba boleh. Yang seperti itu juga salah dampaknya nanti anak menjadi susah diatur.</p>
<p>Hm&#8230;mungkin artikel di atas bisa dijadikan perenungan untuk menentukan langkah yang tepat bila si kecil tiba-tiba jadi suka membantah. Masih ada tip-tip lainnya lagi yang bisa Anda baca di<br />
Baca selengkapnya di : http://perempuan.com/new/index.php?aid=22771&#038;cid=6&#038;11%2F22%2F09%2C08%3A11%3A02</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/anak-membantah-apa-solusinya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Sepelekan Alergi pada Anak</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/jangan-sepelekan-alergi-pada-anak</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/jangan-sepelekan-alergi-pada-anak#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 09:20:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pangesti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak yang baru belajar berjalan]]></category>
		<category><![CDATA[Anak yang lebih tua]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan dan Keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[alergi]]></category>
		<category><![CDATA[alergi pada anak]]></category>
		<category><![CDATA[allergy march]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/?p=7644</guid>
		<description><![CDATA[Alergi pada anak harus diwaspadai dan ditangani dengan benar agar tidak mengganggu tumbuh kembang anak. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2009/10/sneezing-child-150x150.jpg" alt="sneezing child" title="sneezing child" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-6618" /></p>
<p>Anak Anda sering mengalami alergi berupa ruam merah pada kulit atau bengkak-bengkak setelah mengonsumsi makanan tertentu? Jangan diabaikan lho. Menurut sebuah artikel yang dimuat di Kompas pada 12 Mei 2009,<br />
angka kejadian alergi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini. Kondisi ini terjadi karena zat yang terkandung dalam makanan atau minuman makin beragam. Masih ditambah lagi meningkatnya polusi seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat yang makin modern.</p>
<p>Demikian disampaikan Ketua Divisi Alergi-Imunologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo dr Dr Zakiudin Munasir SpA (K), dalam seminar bertema &#8220;Apakah Alergi Diturunkan Secara Genetik&#8221;, Selasa (12/5), di Hotel Gran Melia, Jakarta.</p>
<p>Alergi merupakan reaksi kekebalan tubuh yang menyimpang atau berubah dari normal yang dapat menimbulkan gejala yang merugikan tubuh, mulai dari gangguan pernapasan, kulit, hingga mata. Alergi pada anak jangan dianggap enteng karena dapat berisiko terhadap tumbuh kembang anak, bahkan bisa berlanjut hingga beranjak dewasa bila tidak ditangani dengan baik. Demikian ia mengatakan.</p>
<p>Dalam artikel ini juga dijelaskan bahwa seseorang dapat menderita alergi bila salah satu atau kedua orangtuanya memiliki riwayat alergi. Hal ini menunjukkan bahwa alergi bersifat genetik. Ada tiga tindakan pencegahan alergi, yaitu menghindari penyebab dan pencetus alergi, menjalani cara hidup baik dan sehat, dan memakai obat-obatan. Selain itu, ada beberapa cara tindakan pencegahan sejak dini terhadap anak yang lahir dari orangtua pengidap atopik atau alergi, bahkan dapat dimulai sejak anak berada dalam kandungan.</p>
<p>Alergi pada anak bisa dicegah sejak dini dengan memberi air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama 6 bulan atau lebih karena ASI mengandung zat gizi lengkap yang dibutuhkan bayi, termasuk protein hypo allergenik, DHA dan probiotik, serta kolostrum yang dapat melindungi bayi dari alergi dan infeksi. Probiotik adalah bakteri hidup yang menguntungkan dan mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi, serta mengurangi risiko alergi. </p>
<p>Nah, bila anak-anak Anda ada yang mengalami alergi, ada baiknya Anda segera memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Atau Anda bisa mengklik http://www.theallergymarch.com/</p>
<p>artikel selengkapnya dapat Anda baca di: http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/05/12/16302881/mencegah.alergi.pada.anak..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/jangan-sepelekan-alergi-pada-anak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

