<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia parenting advice for orang tua, bayi, wanita, ibu, dan pasangan muda &#187; Dr Lee</title>
	<atom:link href="http://id.theasianparent.com/articles/author/dr-lee-le-ye/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://id.theasianparent.com</link>
	<description>The Online Home for Parents in Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Jul 2010 09:00:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Apa Penyebab Bayi Kuning?</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/apa_penyebab_bayi_kuning_dr_lee_le_ye</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/apa_penyebab_bayi_kuning_dr_lee_le_ye#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 02:24:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Lee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/newborn_jaundice_baby_treatments_dr_lee_le_ye</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi kulit kuning pada bayi baru lahir -- apa penyebabnya dan bagaimana cara merawat serta nasehat medis lain oleh  Dr Lee Le Ye. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> Bayiku yang baru lahir mengalami kuning. Apa penyebabnya?<br />
</strong></p>
<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2" width="20%" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #ffffff;"><strong><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000;"><strong><span style="font-size: x-small;"><img src="http://theasianparent.com/upload_folder_news/folder_24/file_1_10.jpg" alt="newborn jaundice" hspace="5" vspace="0" width="200" align="left" title=" Apa Penyebab Bayi Kuning?  " /></span></strong></span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div class="s5"><img src="http://theasianparent.com/images/space.gif" alt="space  Apa Penyebab Bayi Kuning?  " width="10" height="10" title=" Apa Penyebab Bayi Kuning?  " /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000; font-size: xx-small;"><strong>Bayi Baru Lahir yang Kuning<br />
</strong></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Warna kuning yang berlebihan pada kulit bayi yang baru lahir terjadi karena pemecahan keping darah bayi yang terlalu berlebihan.</p>
<p>Hal ini biasanya erjadi karena perbedaan ABO karena para ibu yang memiliki golongan darah O&#8221; misalnya memiliki bayi dengan golongan darah A atau B, sedangkan tubuh para ibu ini memiliki antibodi yang akan menyerang darah bayi mereka sehingga mengakibatkan perpecahan.</p>
<p>In Rhesus incompatibility,  Rhesus -ve ladies who had previous rhesus positive babies will carry antibodies which attack their babies blood causing this to breakdown. Hence it is very important for Rhesus -ve ladies to get RHOGAM (Rh Immune Globulin) during the pregnancy.</p>
<p>Dalam perbedaan Rhesus, wanita yang Rhesusnya negatif namun sudah pernah memiliki bayi dengan rhesus positif, tubuhnya akan tetap memiliki antibodi yang menyerang darah bayi mereka sehingga mengakibatkan perpecahan. Karena itulah ibu-ibu yang rhesusnya negatif harus mendapatkan RHOGAM ((Rh Immune Globulin)  sepanjang masa hamil.</p>
<p>Akan halnya kekurangan Glucose 6 Phosphate Dehydrogenase, bayi yang kekurangan enzim ini yang fungsinya mempertahankan hidup sel darah merah, dan biasanya mengalami pemecahan apabila terekspos dengan obat tertentu, atau kamper atau kacang kara. Kondisi ini ditemukan sekitar 2-4 % di Singapura dan lebih tinggi lagi di negara Asia lainnya seperti Vietnam, Thailand, Myanmar.</p>
<p>2.  Kondisi kulit kuning pada bayi baru lahir karena kebocoran darah pada bayi dengan cephalohematome (penumpukan darah di luar kepala)</p>
<p>3. Kondisi kulit kuning pada bayi baru lahir karena tertundanya ekskresi pigmen bilirubin seperti konjungasi yang terteunda atau peningkatan sirkulasi enterohepatic saat bayi tidak bisa melewati meconium engan lancar atau ketika tidak diberi makan karena berbagai alasan.</p>
<p><strong>Pertanyaan tentang Kuning pada Bayi dijawab oleh </strong></p>
<p>Dr Lee Le Ye</p>
<p>Associate Consultant</p>
<p>Bagian  Neonatology</p>
<p>National University Hospital, Singapore</p>
<p><strong>Punya pertanyaan seru? Kirim email ke doctor@theasianparent.com dan kami akan meminta dokter menjawab surat Anda dalam tempo seminggu.</strong></p>
<p><!-- AddThis Button BEGIN --></p>
<p><script type="text/javascript">// <![CDATA[
addthis_pub  = 'roshni';
// ]]&gt;</script></p>
<p><a onclick="return addthis_sendto()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onmouseout="addthis_close()" href="http://www.addthis.com/bookmark.php"><img src="http://s9.addthis.com/button1-share.gif" border="0" alt="button1 share  Apa Penyebab Bayi Kuning?  " width="125" height="16" title=" Apa Penyebab Bayi Kuning?  " /></a><script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script></p>
<p><!-- AddThis Button END --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/apa_penyebab_bayi_kuning_dr_lee_le_ye/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bayi Baru Lahir Yang Memiliki Kepala Bengkak</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/bayi-baru-lahir-yang-memiliki-kepala-bengkak</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/bayi-baru-lahir-yang-memiliki-kepala-bengkak#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 07:24:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Lee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/newborn_baby_swollen_heads_dr_lee_le_ye</guid>
		<description><![CDATA[Bayi baru lahir terkadang dilahirkan dengan kepala yang bengkak, merah atau berbentuk aneh. Apakah ini normal? Dr. Lee Le Ye dari NUH memberi nasehat. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Terkadang bayi baru lahir dilahirkan dengan kepala yang bengkak, merah atau berbentuk aneh. Apakah ini normal? Apa yang menyebabkan kepala mereka bengkak setelah lahir?<br />
</strong></p>
<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2" width="20%" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #ffffff;"><strong><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000;"><strong><span style="font-size: x-small;"><img src="http://theasianparent.com/upload_folder_news/folder_2/file_1_928795_high.jpg" alt="Newborns With Swollen Heads" hspace="5" vspace="0" width="200" align="left" title="Bayi Baru Lahir Yang Memiliki Kepala Bengkak" /></span></strong></span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div class="s5"><img src="http://theasianparent.com/images/space.gif" alt="space Bayi Baru Lahir Yang Memiliki Kepala Bengkak" width="10" height="10" title="Bayi Baru Lahir Yang Memiliki Kepala Bengkak" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000; font-size: xx-small;"><strong>Kepala Bengkak Seorang Bayi yang Baru Lahir<br />
</strong></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Secara umum tentunya sangatlah mengagetkan bagi orangtua untuk melihat kepala bayi terlihat bengkak, atau berbentuk aneh sesaat setelah dilahirkan. Untunglah kebanyakan dari bengkak ini akan segera hilang.</p>
<p>Alasan dari bengkak tersebut adalah:</p>
<p>1.Kepala bayi adalah bagian terbesar dari tubuh, dan harus &#8220;didesak&#8221; ke dalam liang lahir, dan karena itu mengalami proses &#8220;pencetakan&#8221;, proses di mana tulang tengkorak sementara waktu tertekan sehingga mengakibatkan bentuk kepala yang tidak normal.</p>
<p>2.Bila proses kelahiran berlangsung lama, banyak cairan juga dapat terkumpul di bagian atas kepala karena itulah bagian yang paling rentan. Penumpukan cairan di bagian atas kepala ini disebut sebagai &#8220;caput&#8221; dan biasanya akan hilangs sendiri 1-2 hari setelah melahirkan.</p>
<p>3.Pada sejumlah bayi, mereka juga bisa mengalami perdarahan di bawah kulit kepala, di luar tengkorak yang disebut  &#8220;cephalohematoma&#8221; yang juga mengakibatkan bengkak di sisi kepala. Ini perlu beberapa bulan sebelum bisa menghilang. Bila proses kelahiran Anda terpaksa menggunakan alat bantu, kepala bayi juga mungkin bengkak misalnya karena penggunaan vaccum.</p>
<p>Ada pula, walaupun jumlahnya jarang, bayi yang mengalami   memiliki perkembangan tidak normal di tengkorak kepalanya, yang akan memerlukan penanganan dengan operasi. Dokter anak yang memeriksa bayi setelah proses persalinan adalah orang yang paling tepat untuk menjelaskan berbagai penyebab bentuk kepala bayi yang bengkak atau tidak normal.</p>
<p><strong>Dijawab oleh </strong></p>
<p>Dr Lee Le Ye</p>
<p>Associate Consultant</p>
<p>Bagian  Neonatology</p>
<p>National University Hospital, Singapore</p>
<p><strong>Punya pertanyaan seru? Kirim email ke doctor@theasianparent.com dan kami akan meminta dokter menjawab surat Anda dalam tempo seminggu.</strong></p>
<p><!-- AddThis Button BEGIN --></p>
<p><script type="text/javascript">// <![CDATA[
addthis_pub  = 'roshni';
// ]]&gt;</script></p>
<p><a onclick="return addthis_sendto()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onmouseout="addthis_close()" href="http://www.addthis.com/bookmark.php"><img src="http://s9.addthis.com/button1-share.gif" border="0" alt="button1 share Bayi Baru Lahir Yang Memiliki Kepala Bengkak" width="125" height="16" title="Bayi Baru Lahir Yang Memiliki Kepala Bengkak" /></a><script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script></p>
<p><!-- AddThis Button END --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/bayi-baru-lahir-yang-memiliki-kepala-bengkak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bayi Yang Terlalu Banyak Tidur</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/bayi-yang-terlalu-banyak-tidur</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/bayi-yang-terlalu-banyak-tidur#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 04:24:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Lee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/excessively_sleepy_baby_dr_lee_le_ye_nuh</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana orangtua bisa tahu kalau bayi mereka terlalu banyak tidur? Dr. Lee Le Ye dari NUH Singapura memberikan nasehat. Singapore advices. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bagaimana orangtua bisa tahu kalau bayi mereka terlalu banyak tidur? Haruskah orangtua cemas?<br />
</strong></p>
<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2" width="20%" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #ffffff;"><strong><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000;"><strong><span style="font-size: x-small;"><img src="http://theasianparent.com/upload_folder_news/folder_23/file_1_2379764_high.jpg" alt="Sleepy baby" hspace="5" vspace="0" width="200" align="left" title="Bayi Yang Terlalu Banyak Tidur" /></span></strong></span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div class="s5"><img src="http://theasianparent.com/images/space.gif" alt="space Bayi Yang Terlalu Banyak Tidur" width="10" height="10" title="Bayi Yang Terlalu Banyak Tidur" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000; font-size: xx-small;"><strong> </strong></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Bayi baru lahir yang tidur berlebihan tidak akan bangun dengan jeda yang teratur untuk minta menyusu atau menangis agar disusui. Suara keras seperti gonggongan anjing atau petir tidak akan membangunkan mereka. Biasnya mereka tidak melakukan aktivitas apa pun kecuali tidur.</p>
<p>Bila ini tejradi, maka orangtua harus cemas karena hal ini akan mengakibatkan kurangnya asupan susu sehingga mungkin mengalami dehidrasi atau gula darah rendah, yang biasanya terjadi karena penyakit yang belum terdeteksi.</p>
<p>Orangtua harus melakukan serangkaian tes yang tersedia di berbagai rumah sakit di Singapura, di sana terdapat serangkaian tes yang dapat menentukan kondisi serius seperti hypothiroidisme bawaan lahir, penyakit metabolisme dan gangguan alat pendengaran. Bila orangtua sulit membangunkan bayi mereka atau bayi mengalami demam, mereka harus segera mencari bantuan medis.</p>
<p><strong>Pertanyaan tentang Bayi Mengantuk  dijawab oleh </strong></p>
<p>Dr Lee Le Ye</p>
<p>Associate Consultant</p>
<p>Bagian  Neonatology</p>
<p>National University Hospital,  Singapore</p>
<p><strong>Punya pertanyaan seru? Kirim email ke doctor@theasianparent.com dan kami akan meminta dokter menjawab surat Anda dalam tempo seminggu.</strong></p>
<p><!-- AddThis Button BEGIN --></p>
<p><script type="text/javascript">// <![CDATA[
addthis_pub  = 'roshni';
// ]]&gt;</script></p>
<p><a onclick="return addthis_sendto()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onmouseout="addthis_close()" href="http://www.addthis.com/bookmark.php"><img src="http://s9.addthis.com/button1-share.gif" border="0" alt="button1 share Bayi Yang Terlalu Banyak Tidur" width="125" height="16" title="Bayi Yang Terlalu Banyak Tidur" /></a><script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script></p>
<p><!-- AddThis Button END --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/bayi-yang-terlalu-banyak-tidur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Newborn Baby Sleep Timeline</title>
		<link>http://id.theasianparent.com/articles/newborn_and_sleep_dr_lee_le_ye</link>
		<comments>http://id.theasianparent.com/articles/newborn_and_sleep_dr_lee_le_ye#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 01:24:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr Lee</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.theasianparent.com/new/newborn_and_sleep_dr_lee_le_ye</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ibu yang cemas bertanya: "Berapa lama bayi yang baru lahir tidur dan bagaimana bisa mengetahui bayi mengantuk atau tidak? " Dijawab oleh  Dr Lee Le Ye dari National University Hospital (NUH). ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2" width="20%" align="left">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #ffffff;"><strong><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000;"><strong><span style="font-size: x-small;"><img src="http://theasianparent.com/upload_folder_news/folder_22/file_2_baby josh" alt="Baby Josh" hspace="5" vspace="0" width="180" align="left" title="Newborn Baby Sleep Timeline" /></span></strong></span></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div class="s5"><img src="http://theasianparent.com/images/space.gif" alt="space Newborn Baby Sleep Timeline" width="10" height="10" title="Newborn Baby Sleep Timeline" /></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; color: #000000; font-size: xx-small;"><strong>Baby Josh</strong></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> Berapa jam seharusnya bayi baru lahir tidur? Bagaimana dengan bayi? Bagaimana orangtua bisa mendeteksi bayi mereka mengantuk?<br />
</strong></p>
<p>Bayi yang baru lahir biasanya tidur 14-16 jam sehari, dan ini dapat dibagi menjadi tidur singkat sepanjang pagi dan malam.</p>
<p>Saat berumur 6 bulan, waktu tidurnya bisa berkurang menjadi 8-12 jam bergantung pada temperamen bayi juga stimulasi yang dilakukan orangtua padanya.</p>
<p>Bayi yang mengantuk akanmemperlihatkan rasa tidak senang mereka dengan cara menangis, bahkan menolak untuk disusui.  Mereka akan terlihat kurang waspada dan suka bermain saat mereka lelah.</p>
<p><strong>Dijawab oleh </strong></p>
<p>Dr Lee Le Ye</p>
<p>Associate Consultant</p>
<p>Bagian  Neonatology</p>
<p>National University Hospital</p>
<p><strong>Punya pertanyaan seru? Kirim email ke doctor@theasianparent.com dan kami akan meminta dokter menjawab surat Anda dalam tempo seminggu.</strong></p>
<p><!-- AddThis Button BEGIN --></p>
<p><script type="text/javascript">// <![CDATA[
addthis_pub  = 'roshni';
// ]]&gt;</script></p>
<p><a onclick="return addthis_sendto()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onmouseout="addthis_close()" href="http://www.addthis.com/bookmark.php"><img src="http://s9.addthis.com/button1-share.gif" border="0" alt="button1 share Newborn Baby Sleep Timeline" width="125" height="16" title="Newborn Baby Sleep Timeline" /></a><script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"></script></p>
<p><!-- AddThis Button END --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.theasianparent.com/articles/newborn_and_sleep_dr_lee_le_ye/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

