5 Trik Mengatasi Anak Susah Minum Obat

Ditulis oleh Maya

Inilah 5 cara mengatasi anak susah minum obat tanpa memaksa atau mencekokkannya. Trik-trik ini dibuat berdasarkan gaya mengasuh anak yang baik.

shutterstock 96014768 5 Trik Mengatasi Anak Susah Minum Obat

Atasi anak susah makan obat dengan cara yang tepat

Susah sekali membujuk anak-anak minum obat, walaupun obatnya sudah berupa sirup dan biasanya sudah diberi perasa tambahan oleh pabriknya. Anak susah minum obat banyak alasannya. Pertama, karena rasanya tidak enak. Kedua, aromanya juga tidak enak. Ketiga, karena anak yang sakit tidak berada dalam kondisi mood yang baik, sehingga lebih rewel dari biasanya.

Kita sebagai orang tua sangat khawatir bila anak tidak minum obat. Banyak orang tua yang memaksakannya dengan cara mencekokkan obat ke mulut anak, sambil memegangi kaki dan tangan anak agar tidak bisa menolak obat. Hasilnya, anak akan meronta-ronta, menangis, dan cenderung mengeluarkan kembali obat yang belum tertelan. Parahnya, anak bisa trauma dengan proses pencekokan tersebut. Lalu bagaimana trik agar kita dapat mengatasi anak susah minum obat? Di bawah ini, adalah beberapa trik yang dapat membantu mengatasi anak susah minum obat, terutama untuk balita.

5 Trik Menghadapi Anak Susah Minum Obat

1. Beri pengertian

Memberi penjelasan, adalah salah satu cara mendidik anak yang baik. Ini adalah salah satu gaya mengasuh anak, yaitu membuat anak secara sukarela melakukan sesuatu tanpa ada unsur paksaan. Balita sudah memiliki pemahaman yang baik terhadap ucapan kita. Sebagai langkah awal, berilah pengertian kepadanya bahwa ia harus minum obat karena sedang sakit. Kita bisa memberi contoh perbandingan kondisi yang ia alami ketika sehat dibandingkan ketika sakit. Karena sakit rasanya tidak enak, maka bujuklah ia agar segera sembuh dengan cara minum obat.

Artikel terkait : Cara Mengasuh Anak, Disiplin atau Memanjakan?

2. Iming-iming hadiah

Berilah “umpan” yang membuat anak susah minum obat jadi berubah pikiran. Misalnya, janjian es krim setelah ia mau menghabiskan obatnya. Tentunya hadiah harus disesuaikan dengan kondisi penyakit anak. Bila ia sakit batuk tentunya kita harus memilihkan hadiah lain yang tidak menyebabkan batuk tambah parah.

3. Teknik “sisipan”

Berikan obat di antara suapan-suapan makan. Misalnya, setelah makan bubur 2 sendok, maka sendok ketiga adalah obat. Lalu lanjutkan lagi dengan bubur. Namun balita tidak boleh merasa “dijebak”. Ia tetap harus diberi pengertian terlebih dahulu dan ia harus tahu bahwa sendok itu berisi obat, bukan bubur.

4. Alihkan perhatian dengan tayangan TV

Ada baiknya ketika makan obat, ada tayangan TV yang menarik perhatiannya, sehingga ia tidak terlalu memikirkan obat yang tidak enak. Bila menggunakan teknik “sisipan”, manfaatkan TV untuk menarik perhatiannya sejak awal ia makan, bukan hanya ketika menyuapi obat.

Artikel terkait : Memilih Tayangan Kartun Untuk Anak

5. Main dokter-dokteran

Ini adalah permainan role play yang baik. Ajaklah main dokter-dokteran beberapa saat sebelum minum obat, tetapi setelah memberi penjelasan tentang pentingnya minum obat. Gunakan boneka kesayangannya sebagai pasien yang sakit. Jadikan anak sebagai dokter, dan mainkanlah peranan dokter memberi obat kepada boneka yang sakit. Ini adalah perinsip melibatkan anak pada pengambilan keputusan, sehingga ia bertindak secara sukarela, bukan dipaksa.

Artikel terkait : Permainan Keluarga Untuk Ayah, Ibu, dan Anak-anak

Itulah 5 trik yang dapat digunakan untuk mengatasi anak susah minum obat. Semoga, cara ini banyak membantu orang tua yang kesulitan dalam membujuk anak balita minum obat.

Bila Anda ingin berbagi informasi ini, sebarkan artikel ini melalui Facebook, Twitter, dan Google+.

 

Rekomendasi kami

Dibaca oleh 5 juta orang tua!

Jangan lewatkan tips parenting terbaik.

×

Like us on Facebook?